Menurutku ada dua jenis pertemuan. Yang dinanti dan yang tak dinanti. . Tentang Ramadan. Kupastikan kau-lah yang selalu dinanti. Tapi kau tau? Kau juga yang tak ku nanti. . Bagaimana ya? Sulit. Sesulit mendeskripsikan rindu dan benci pada saat yg bersamaan. Aku rindu bertemu denganmu. Tapi aku benci bertemu dengan cara seperti ini. Boleh beri aku sedikit waktu? Agar aku siap bertemu denganmu. Dan barangkali ada hal-hal yang bisa aku usahakan. . Ya, aku mungkin tak bisa lagi memeluk keluarga dan sahabatku denganmu. Tapi aku akan usahakan untuk terus mengikat hatiku dengan mereka meski ada jarak di antara kita. . Ya, kami mungkin tak bisa lagi mendengar kajian di sana sini secara langsung, tilawah dan tarawih bersama, menyimak hafalan kawan, saling membangunkan sholat malam atau bahkan sekadar mencari atau membagi takjil di jalanan dan masjid terdekat. Tapi aku akan usahakan dan pastikan, ketika kau datang, amal sholih kami akan terus ada dan berlipat ganda. . Untukmu, Ramadan. Aku yakin kau pasti datang. Tapi aku berharap, ajalku tak dulu datang. #KeseruanRamadan #RinduRamadan #NyiapinRamadanKuy (at masjid Baitul Ilmi Labschool jkt) https://www.instagram.com/p/B_E_cEunopA/?igshid=1xiglvaquexr3















