One Way or Two Way? Bagi pengendara one way atau two way selalu menjadi tantangan sendiri saat melakukan perjalanan. Seringkali masing masing jalan memberikan suasana khas bagi masing masing orang yang melintas, ada yang senang jika melewati jalan one way ataupun two way. Jadi manakah yang kamu pilih?
Kalau pendapat saya sebagai pengendara, jalan one way itu membosankan dan membuat kita terlena dengan perjalanan. Karena saat melintas, otak kita akan terilusi bahwa tidak mungkin ada hambatan atau halangan yang ada didepan “toh ini jalan one way”. Dengan pemikiran seperti itu, membuat kita hanya akan memikirkan diri kita sendiri tanpa memikirkan pengendara lain bisa dibilang kita dalam zona nyaman. Hingga terkadang kita akan melaju dengan kecepatan diatas rata - rata dan jika terjadi sesuatu, kita susah untuk menghindar atau bahkan tidak dapat mengendalikan kendaraan kita sama sekali baik itu hanya sekedar ingin mendahului kendaraan lain atau ada (orang) yang melintas/menyebrang, kita terlena dengan one way sehingga bisa saja terjadi kecelakaan. Zona nyaman (pada one way) membuat kita sulit untuk memikirkan kepentingan pengendara lain ataupun keselamatan kita sendiri,
Tetapi bagaimana dengan two way? Dalam pengalaman saya, saat melintas jalan two way biasanya otak kita sudah terilusi lebih awal bahwa didepan akan ada bahaya sehingga membuat kita lebih berhati - hati. Bukan hanya itu, two way membuat perjalanan lebih menyenangkan karena kita dapat bertemu dengan pengendara lain dari arah yang berbeda. Sehingga kadang terjadi komunikasi sekalipun hanya dengan suara klakson. Two way membuat kita peka dengan yang ada disekitar dan lebih berhati hati dalam perjalanan.
One way membuat kita terlena dalam zona nyaman sehingga terkadang tidak memikirkan orang lain ataupun keselamatan kita, sedangkan two way membuat kita lebih waspada dan lebih peka terhadap apa yang ada disekitar bukan hanya memikirkan kepentingan kita sendiri, serta two way itu lebih menyenangkan.
Mana yang dipilih, apa yang dirasakan, dan bagaimana mengatasi dan melewati jalan tersebut semua nya itu tergantung “si pengendara”















