Tulisan emosional. Ajak aku mengenal skenario yang kaubuat di kepalamu. Titip satu pertanyaan: Apa harus kuhisap Ramuan Bulan banyak-banyak agar aku bisa masuk ke skenario kepalamu?

bliss lane
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
Mike Driver

JVL

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
𓃗
occasionally subtle
🪼
Show & Tell
cherry valley forever
almost home
Cosimo Galluzzi
trying on a metaphor
No title available
todays bird

★
Today's Document
Misplaced Lens Cap

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from South Korea
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Iraq

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Philippines

seen from Panama
seen from Panama
seen from Panama
seen from Mexico
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from United States
@moonvolte
Tulisan emosional. Ajak aku mengenal skenario yang kaubuat di kepalamu. Titip satu pertanyaan: Apa harus kuhisap Ramuan Bulan banyak-banyak agar aku bisa masuk ke skenario kepalamu?
Hi me! Is it true that I made my own boundaries?
Another episode of July. Me being me.
My first sleeping pills. #hope
Flexin all the time. Sucks
Tanabang - Tanah Abang
Tadi kulihat Bang Sani ambruk ditimpa semen satu sak.
Teman-temannya kemudian terbirit-birit membangunkannya. Aku kaget sekaligus ngilu melihat dari jendela. Selang 5 menit, ia sudah bercanda lagi sambil menyalakan sisa samsu yang tadi diselipkan di dekat batu bata. Sehat.
Namun, sesehat-sehatnya Bang Sani, rasa ngiluku tak kunjung hilang. Selang 5 menit, makin sakit. Selang 5 jam, makin tajam. Selang 1 malam, makin kelam. Malah aku yang ambruk ditimpa sesak.
Peri[h]bahasa[n]
Ssstt... "Ini seperti mencari jerami dalam tumpukan jarum!"
Benang kusut
Ingin mengurainya sambil ditemani bir dingin dan rokok. Sendiri tentu.
Bahkan aku tak sadar telah melewati garis akhir.
Kemudian berhenti sebentar, menimbang-nimbang sambil lihat ke belakang. "Oh, lantas buat apa aku tetap menaruh tekad untuk meraih garis akhir?"
"Oh, ternyata ini sebuah konsekuensi dari tidak menyadari sebuah garis akhir."
3.00 am thought.
Hi, enough.
Kian waktu kian tak relevan.
Rasanya seperti ingin meninggalkan kota. Ingin berkebun, memanen sayur organik, ketiduran di bangku kayu ruang tamu, sedikit-sedikit tanam bunga di lahan sisa.
Rsanya seperti dulu saat aku ingin sekali mengakhiri pertemuan dengan Kimia. Dalam hati kuselalu bilang, "Jika ingin berakhir, ya, ayo kita lalui."
Hari ini siklus itu kembali lagi.
Can we talk?
I'm confused. Is it real or nah? I heard something that I can't explain.
Memori
Ternyata kabar duka lah hal yang paling cepat membawa fragmen-fragmen memori, lalu membentuk jadi sebuah ingatan utuh. Tak lagi serpih, memutar lagi, menghasilkan tangis yang sekejap tertahan. Kemudian tumpah.
One