Pesan Pilu Membiru - Kunto Aji
Narator : Najwa Shihab
------
Senin, 18 November 2019

pixel skylines
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
official daine visual archive
Three Goblin Art
TVSTRANGERTHINGS
Not today Justin

oozey mess

Discoholic 🪩
Stranger Things
🩵 avery cochrane 🩵

Product Placement
occasionally subtle

No title available
Sade Olutola
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
untitled
No title available

izzy's playlists!
Lint Roller? I Barely Know Her
tumblr dot com

seen from Myanmar (Burma)

seen from Egypt
seen from Syria
seen from Malaysia
seen from South Africa
seen from United States
seen from Chile

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia
@mslaurasil
Pesan Pilu Membiru - Kunto Aji
Narator : Najwa Shihab
------
Senin, 18 November 2019
21 April 2021
.
.
.
Seharusnya ini adalah ucapan selamat ulang tahun untukmu
.
.
.
.
.
.
Siapa sangka ini kali ketiga aku tak lagi merayakan hari kelahiranmu, ma.
Tak ada lagi pelukan juga kecupan-kecupan kecil di kening serta pipimu yang biasa ku lakukan sembari menyanyikan lagu “selamat ulang tahun” untukmu. Ku ingat betul biasanya senyum mu akan merekah tanpa henti sewaktu meniup lilin serta disaat kita menyantap hidangan malam sederhana yang sudah kau siapkan di meja makan.
Ma,
Aku rindu. Benar-benar rindu.
Sepanjang apapun ku tuliskan kerinduanku disini ku rasa tak akan pernah cukup.
Ma,
Aku berharap kau bahagia diatas sana, sungguh.
Walau terkadang masih terasa tidak nyata kepergianmu, kadang aku terbiasa, tak jarang pula perasaan kosong dan hampa datang menerjangku.
Ma,
Jika benar kehidupan selanjutnya itu ada, bolehkah aku menjadi putrimu sekali lagi?
Aku sungguh masih ingin, aku belum puas menjalani hidupku sekarang tanpa bisa membahagiakan hari tuamu, ma. Aku belum seberbakti itu.
Izinkan aku terlahir kembali dari rahim mu, milik wanita kuat sepertimu. Sekali lagi.
“Ada sesuatu pada hujan yang selalu merenggut orang-orang yang dia kasihi,yang selalu menyita kenangan-kenangannya. Dia kembali teringat akan semua itu.” “Sama seperti hari ketika ibunya meninggal, hujan turun begitu lebat.”
- Elegi, Dewi Kharisma Michellia
Tentang abu-abu
“Saat kau berada di abu-abu sesungguhnya jawabanmu sudah pasti hitam. Kenapa? Karena saat kau berada di putih, kau pasti tidak akan pernah mempertanyakan hitam.” Begitu kata mba-mba yang pernah lewat di fyp tiktok-ku, sorry mba ku lupa like dan gatau nama akun mba nya :(
Not clear what am I really want or need this time, but one thing I can make sure, I'm not really want to feel sad and break again, not today. So just let me being like this for now, let me choose him over again until I have no more excuses later.
Ku kira aku sudah sembuh, sempat ku kira dia adalah obat.
Nyatanya aku salah, entah aku yang memang belum bisa lepas dari luka masa lalu atau dia bukan orang yang tepat untuk memahami dan merawat luka ini?
Pengabaian juga jawaban, jawaban yang abu-abu. Justru yang abu-abu bukankah lebih menarik. Entah sengaja, atau si pemberi jawaban juga masih ragu. Masih ada harapan di dalam keabu-abuan, yang membuat orang lain terbang melayang Lupa masih ada sepersekian persen hitam yang mengandung gravitasi.
Abu-abu, Oh.. jadi itu alasan Tulus menulis lirik “di bawah basah langit abu-abu”, karena sudah tau pujaan nya di lengan pria lain namun masih juga bertanya “Kau di mana?”
Abu-abu membuatnya ingin jawaban lain.
aku rasa aku benci abu-abu, pink.
Begini bukan?
“Jangan memberikan semua atau yang terbaik “diawal” jika kau tak mampu mempertahankannya terus seperti itu setiap saat.”
Karena pada akhirnya hanya akan menyakitkan ketika mindset seseorang sudah di-setting dengan standar yang tinggi, dia akan terbiasa dengan hal-hal luar biasa baik dan indah pada awalnya, namun saat tak lagi menerimanya dia akan merasa nilai dirinya menurun, tak lagi merasa “di-spesial-kan”, dan hanya berujung kecewa atas ekspektasi tingginya.
Sepertinya cukup lakukan hal baik, baik, baik, namun semakin baik setiap harinya.
Pertanyaan-pertanyaan itu mulai muncul. Yang ku takutkan hanya satu; jawabannya.
Sama.
Sebenarnya kau tahu benar ini semua akan mengarah kemana, siklus dan polanya masih sama. Kau menebak-nebak dan kemudian benar, harusnya lahir dan batinmu sudah siap bukan? Tapi mengapa sisi renta hatimu masih saja menang? Kau kira kau sudah baik-baik saja, nyatanya sama; kau lelah, dan kau lemah.
apakabar luka lama? masih saja membekas.
I've been lying to myself.
"For dust you are, and to dust you shall return." - Genesis 3:19
Bapatua, pribadi yang mengambil tanggung jawab atas aku dan saudara-saudaraku dihembusan nafas terakhir mamaku.
"Tidak ada kata yatim piatu untuk kalian" tegasnya.
Aku memandang bapatua sebagai orangtua tunggal kami kemudian.
Mengambil beban dan tanggung jawab atas kami ber-empat, kemudian dengan tiga anaknya sendiri.
Bukan hal yang mudah pastinya.
Sekarang, bapatua harus ikut menyusul mereka, orangtua kami yang dahulu. Dia kembali berkumpul dengan mereka. Tugasnya sudah selesai.
Rasanya benar-benar meninggalkan kesedihan untuk ku pribadi.
We lost a father with a heart of gold.
🥀
Hadir tergesa-gesa. Dengan santun, selamat tinggal...
Danilla
Meredam, mengalah; memendam.
Sering tanpa sadar, kita menaruh harap atas ucapan yang kita terima.
Dan tanpa sengaja, kita pun kecewa saat ucapan tersebut ternyata hanya sekedar ucapan, tak bermakna.