Diantara waktu senja dan rintik hujan

pixel skylines
dirt enthusiast
he wasn't even looking at me and he found me
No title available

★
Stranger Things

Kaledo Art
Mike Driver
trying on a metaphor
tumblr dot com
Today's Document

oozey mess
we're not kids anymore.

#extradirty

Love Begins
Cosimo Galluzzi

JVL

if i look back, i am lost
No title available
h

seen from China

seen from India
seen from Japan
seen from Japan
seen from United States
seen from Türkiye

seen from China

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Israel
seen from Türkiye
seen from T1

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Philippines

seen from China
seen from Malaysia
@mtfauzi
Diantara waktu senja dan rintik hujan
Malam
Ia adalah penjaga tidurmu, melelapkan mereka yang lelah, menyelimuti mereka dengan mimpi-mimpi.
Ia diperintahkan sebagai sepi dan dingin, menyeimbangkan hari yang telah ramai dan panas.
Ia merelakan menjadi hitam gelap, agar rembulan dan bintang bisa bersinar terang.
Ia pergi, tapi esok pasti kembali, dia Sang Malam
A: Siapalah aku ini?
B: Kamu, adalah cerita yang tak pernah selesai ku tulis, adalah buku yang tak pernah selesai ku baca, adalah kata yang tak pernah selesai aku eja.
A: dan akupun terdiam, memikirkan apakah kamu memang malas, atau hanya berpura-pura... tapi ketahuilah karena cerita, buku, dan kata tentangku itu tidak akan pernah selesai tanpa hadirmu, disini bersamaku...
ya mau bagaimana lagi, aku hanya sudah terlalu lelah mencari, jika memang akhirnya dipertemukan dengan dia, yang benar-benar tepat, semoga ia mampu bersyukur memiliki orang sepertiku; yang banyak kurangnya.
@jangandengerin
Dan
Dan...
Pabila esok, datang kembali
Seperti sediakala dimana kau bisa bercanda
Dan...
Perlahan kau pun, lupakan aku, mimpi burukmu
Dimana tlah kutancapkan duri tajam
Kaupun menangis, menangis sedih
Maafkan aku...
Dan...
Bukan maksudku, bukan inginku melukaimu
Sadarkah lau disini ku pun terluka
Melupakanmu, menepikanmu
Maafkan aku...
Lupakanlah saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Sheila On 7 - Dan
aku karang dan kau ombak, aku diam sementara kau datang dan pergi sesukamu, dan pertemuan kita hanya akan mengikisku hingga akhirnya musnah.
Fiersa Besari
a piece of heaven
Sebuah Persimpangan
Pernahkah engkau merasakan di saat semua sudah semakin nyata, engkau dihadapkan pada pahit nya persimpangan takdir, memang itu tak segetir buah simalakama, tapi tetap saja mampu menggoncang hati yang mulai berdetak teratur seirama.
Ya bisa dibilang, mungkin itu karma untuk ku yang dulu senang mempermaikan hati orang.
Kembali
Disaat aku sudah mulai terbiasa sendiri lagi, kau datang lagi, menyapaku tanpa dosa, senyum mu merobohkan tembok kokoh ini, tawa mu meracuni semua saraf-sarafku. Mungkin memang aku yg bodoh, aku yg dungu untuk sadar bahwa semua ini hanyalah permainan catur mu, dan aku hanyalah pion kecil tak berguna itu...
Hmm
Dia seperti senja, datang dan pergi dengan seenak hatinya, menggantikan matahari yang tak tahu lelah, dia yang meninggalkan jiwa yang mulai terbiasa, meninggalkan rindu yang akan menggores luka dan kenangan
なお ❤︎ モフモフ金さん & ワル顔ココ先輩
Sebuah puisi takperlu menjelaskan dirinya pada setiap mata yang membaca. Karena hati yang merasa, sudah lebih dulu mampu menerjemahkannya.
(via kotak-nasi)
Did i just get lost here?? 😍😍 #gilitrawangan #getlostindonesia #lombokisland #nofilter #lowqualitycamera (at Gili Trawangan Island,Lombok)
Senja di atas Kota Mataram 😻 #sunset #lombok #indonesia #nofilter #lowqualitycamera (at Lombok Island)
Sanshu Seiso (Japanese Artist) FaceBook[https://www.facebook.com/seiso.sanshu] DAILY BLOG[http://d.hatena.ne.jp/sanshu_seiso/]
Pelangi
Kau bagai kata yg terus melaju Diluasnya ombak samudera biru Namun sayangnya kau tak pilih aku Jadi pelabuhanmu
Tetaplah engkau di sini Jangan datang lalu kau pergi Jangan anggap hatiku Jadi tempat persinggahanmu
Bila tak ingin di sini Jangan berlalu lalang lagi Biarkanlah hatiku Mencari cinta sejati Wahai cintaku Wahai cinta sesaat
Puisi - Untuk Malaikat Hidupku (Ibu) by @panjiramdana
Aku tidak tahu, sampai kapan aku bisa menemani setiap langkahmu
Aku tidak yakin, apakah esok, lusa atau pun detik berikutnya aku masih bisa menikmati senyum yang tak pernah berubah itu
Kau malaikat hidupku
Hadir, di tangisan pertamaku hingga tangisanku yang terakhir ini
Ada di setiap rasa lelah dan kesakitanku
Ketika aku terbaring, kau seakan ikut terbaring walau pun ku lihat kau duduk di sampingku
Kau seolah mengambil rasa sakitku dengan baik
Senyum pahit yang ku keluarkan karena sakit, kau balas dengan senyum yang abadi
Yang dengan abadi bahwa kau akan selalu menemaniku
Hingga aku dapat berlari kembali, tertawa kembali
Terimakasih
Akan selalu ku kenang
Aku ingat, ketika aku kecil
Kau yang pertama kali mengenalkanku pada dunia
Pada apa yang menjadi keyakinanmu selama ini
Tuhan
Kau ajarkan aku untuk berwudhu
Menghapal surat Al-Fatihah
Membaca ayat suci Alquran
Yang dengan sabar mengajariku tanpa lelah
Rukuk dan sujudku yang kulakukan sekarang adalah hasil dari kesabaranmu selama ini
Di setiap detik hidupmu
Kau selalu menyempatkan untuk mendoakanku
Agar aku kelak menjadi seseorang yang berguna
Selalu bahagia
Selalu diberikan kesehatan
Pandai dalam hal apa pun
Dan mendapatkan pendamping yang terbaik
Untukku dan agamaku
Ibu
Kekhawatiranku satu
Jika ketika aku sudah menemukan pendamping hidupku
Aku khawatir apakah kita nanti masih bisa melakukan semua hal berdua?
Apakah kita masih bisa bermain bersama?
Tidur dalam satu tempat yang sama?
Menceritakan hari-hari yang telah aku jalani dalam setiap harinya?
Apakah kita masih bisa berlari-lari di sebuah taman yang indah?
Apakah aku masih bisa membelikan jajanan sekolah dan kita menghabiskannya berdua?
Apakah kita masih bisa?
Namun yang perlu aku yakini
Aku takkan pernah khawatir
Aku akan selalu menyempatkan waktuku untukmu. Ibu.
Oleh karena itu kau jangan khawatir
Panggil aku kapan pun kau kamu
Aku akan menemanimu
Ibu…
Puisi oleh Panji Ramdana
2014