Intro: Tulisan kali ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya, Kakak Asuh. Apabila rekan sekalian belum sempat membacanya, boleh untuk dibaca terlebih dulu, lalu dilanjutkan membaca tulisan ini.
Dalam rentang satu tahun lebih satu bulan, tepatnya bulan Juli 2018 hingga Juli 2019, saya terlibat aktif dalam Program Kakak Asuh PKN STAN (PKA). Sebagaimana diketahui, bahwa di PKA saya bertanggung jawab atas ketersediaan dana bantuan hidup, yakni dana yang dialokasikan untuk diberikan kepada Adik Asuh PKA sebagai dana tambahan dalam memenuhi kebutuhan hariannya selama studi. Seperti scholarship.
Untuk itu, beberapa langkah kami lakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Hal pertama yakni kami melakukan rebranding logo. Sebenarnya tidak ada masalah dengan logo terdahulu, namun perubahan masif biasanya akan dimulai dengan salah satunya mengubah logo. Di situ kami berharap bahwa logo baru mewakili semangat yang juga baru. Kami sengaja memesan logo ke seorang rekan desainer di Yogya untuk mewujudkan logo yang kami inginkan. Voila!
Sebelum itu, di bulan pertama, terpisah dari agenda besar, dari tim penerimaan donasi sendiri, langsung melakukan konfirmasi satu per satu kepada seluruh donatur dari periode sebelumnya, apakah donatur tersebut melanjutkan periode donasinya atau dicukupkan. Alhamdulillah, lebih dari 50% di antaranya bersedia melanjutkan untuk mendukung PKA.
Di bulan kedua, bermula dari suka membaca majalah ketika naik pesawat, saya berinisiatif untuk membuat hal serupa untuk diterapkan di PKA. Waktu itu kebetulan yang jadi patokan saya adalah majalah Colours milik Garuda Indonesia. Saya pikir majalah Colours cukup informatif dan menarik untuk dibaca ketika memang sedang bosan berada di dalam pesawat. Di situ saya bisa mengetahui bagaimana kinerja perusahaan, baik capaian maupun agenda-agenda penting dalam satu bulan.
Akhirnya saya coba buat, dari segi konten dan desain layout, saya banyak terinspirasi oleh majalah Colours. Namun untuk bilah sampulnya, saya lebih condong ke majalah Kinfolk atau Media Keuangan, karena kesederhanaannya dan mudah untuk diadopsi. Dari situ, jadilah buletin bulanan PKA yang terbit saat memang sedang ada kegiatan bulanan.
Karena isinya terilhami oleh majalah, maka buletin PKA ini kurang lebih berisikan hal serupa seperti sapaan dari Ketua PKA, kegiatan-kegiatan yang dilakukan, hot issue, posisi penerimaan dan penyaluran dana, dan galeri kegiatan. Langkah ini sebenarnya untuk lebih memvisualisasikan apa yang kami lakukan di kampus. Tentu banyak donatur kami yang memang sudah tidak berada di sekitar kampus. Untuk itu, selain kami mempublikasikan melalui akun Instagram, kami juga menyediakan buletin bulanan untuk sekadar dilihat atau dibaca-baca.
Seperti yang saya ungkapkan dalam tulisan sebelum ini, saat saya menempatkan diri sebagai donatur, maka saya berhak menerima laporan perkembangan PKA seperti apa. Akan menjadi kesenangan tersendiri apabila saya sebagai donatur dapat melihat kegiatan yang dilakukan, meski tidak secara langsung di lapangan. Karena ini adalah salah satu bentuk dari pertanggungjawaban itu sendiri.
Dalam menggaet donatur baru, beberapa langkah kami lakukan, seperti menyebar pesan broadcast ke setiap grup WhatsApp yang kami miliki, menyebar poster digital di Instagram stories, membuka booth jika ada kegiatan-kegiatan melibatkan alumni maupun pihak eksternal, keliling door-to-door ke kelas-kelas tugas belajar, dan tentu mengajak rekan-rekan terdekat untuk mendaftar donatur melalui pesan langsung. Mungkin saking seringnya kami melakukan hal serupa, sampai-sampai ada yang bosan karena kami lagi kami lagi yang muncul.
Dari sisi pembinaan, kami mencoba sebisa mungkin mengadakan kegiatan yang tidak membosankan, kegiatan yang membuka topik diskusi baru, dan membuat para adik asuh berminat untuk mempraktikkannya. Kami mendatangkan alumni-alumni yang kompeten dengan topik yang kami buat.
Di antaranya ada Mas Meidiawan, seorang penulis, penikmat puisi, yang beberapa tulisannya berhasil dimuat di beberapa koran nasional. Beliau kala itu membawakan materi menulis, menulis apa saja, karena tulisan akan menjadi sejarah dan setiap saat pasti kita menulis, apapun. Dari kegiatan itu, ternyata ada beberapa adik asuh yang juga pehobi menulis, menulis blog, usai menerima materi, ia pun bertekad untuk meneruskan hobinya.
Lain itu, ada Mas Nopriyanto, seorang organisator yang unggul, mahir membawa acara baik formal maupun informal, penyanyi juga, dan penulis paper internasional. Mas Nopri, biasa beliau disapa, membawakan materi berbicara di depan publik. Bagaimana memposisikan microphone, gesture tubuh, intonasi, dan sebagainya. Bukannya malu, malah adik asuh berlomba untuk tampil di depan dan menjajal menjadi pembawa acara.
Ada juga Kak Yessi, seorang CEO sebuah clothing line lokal. Beliau bercerita bagaimana akhirnya menjadi CEO, tips-tips berwirausaha, dan bagaimanan melihat produk potensial untuk dipasarkan, minimal di lingkup kampus. Di kegiatan kewirausahaan ini, adik asuh dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditugaskan untuk merancang produk barang/jasa yang berpotensi dapat direalisasikan. Meski diberi waktu singkat, ternyata ide-ide mereka tak kalah menarik. Ada yang menawarkan jasa penitipan oleh-oleh, jasa pengantaran barang, sampai menjual minuman tradisional kemasan.
Kami dari PKA berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas organisasi. Pengembangan-pengembangan dari kecil hingga besar selalu kami usahakan. Karena kami sadar bahwa amanah ini tak mudah untuk digenggam dan semakin banyak yang menerima manfaat, tentuk semakin baik.
Di PKA, kami akhirnya mendapat pengalaman dan pelajaran baru, strategi penjualan. Bahwa untuk memasarkan “produk”, kita memang harus benar-benar meningkatkan dan menjaga kualitasnya. “Pembeli” akan berminat membeli saat produknya berkualitas baik dan “penjual” bersikap ramah juga bertanggung jawab. Penjual bukan hanya mengemas produknya dengan baik, tetapi juga memastikan bahwa produk tersebut tak kalah baik. Ini perkara kepercayaan. Membangunnya tak mudah, begitu juga memeliharanya.
Kak, mari bergabung di PKA, ikut serta jadi bagian donatur PKA supaya semakin banyak mahasiswa yang mendapat manfaat dan merasakan kasih sayang yang nyata dari kakak-kakak tingkatnya. Karena dengan langkah ini, mereka pun akhirnya dapat lebih mudah menjalani perkuliahan dan terpatri dalam dirinya untuk juga membantu adik tingkatnya saat sudah bekerja nanti. Dan ini akan menjadi siklus atau mata rantai yang tak akan terputus hingga kapanpun.
Untuk Kakak-kakak yang ingin berdonasi, dapat mendaftar melalui link Pendaftaran Donatur PKA. Kakak dapat berdonasi secara rutin per bulan maupun insidental saja. Dengan hanya 10 ribu, Kakak sudah bisa berdonasi. Namun jika ingin lebih dari itu, tentu lebih bagus. Kami menyediakan pilihan: 50.000, 100.000, 150.000, 250.000, dan nominal yang dapat Kakak sesuaikan sendiri.
Jangan ragu untuk berdonasi, karena setiap bulannya kami juga akan memberikan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dan dokumentasi aktivitas apa saja yang kami lakukan.
Informasi lebih lanjut dapat mengakses instagram PKA PKN STAN atau hubungi saya saja.
Belajar Hal Baru Intro: Tulisan kali ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya, Kakak Asuh. Apabila rekan sekalian belum sempat membacanya, boleh untuk dibaca terlebih dulu, lalu dilanjutkan membaca tulisan ini.