Masa Muda yang Gegabah
Kita mungkin telah melewati masa muda yang gegabah. Semangat yang membara, kata yang tak terkendali, dan pikiran yang bertaut mimpi sekaligus kekhawatiran. Kita mungkin telah melalui masa dimana kekuatan kita begitu besar, tapi pengalaman kita kosong.
Perlahan waktu membuat kita lebih bijaksana, menjadi manusia yang berbeda seutuhnya dari yang kemarin. Kata lebih tertata, semangat lebih mudah dikendalikan, dan pikiran meski tetap berkecamuk, lebih bisa kita hadapi. Kita sama-sama pernah merasakan beranjak 20 tahun. Saat kita merasa paling tahu tentang diri sendiri, tahu apa yang terbaik untuk diri, dan merasa bisa menggenggam dunia. Kini, kita bisa menggenggam diri sendiri saja sudah alhamdulillah. Ambisi kita yang dulu berapi membara, kini ada tuas kontrolnya. Kita lebih hati-hati dalam melangkah. Mungkin dulu, kita tak sengaja menyakiti orang lain tapi kita tidak tahu. Pun demikian, teman-teman kita juga melakukan hal serupa di usia yang sama. Untuk itu, mudah memaafkan di umur sekarang, rasanya memiliki pemakluman yang lebih. Karena memang dulu kurang ilmu. Dulu kurang adab. Dulu juga kurang pengalaman. Tak hati-hati dalam berlaku, tergesa dalam berkata. Kita pernah segegabah itu mengambil keputusan. Kita juga pernah sebodoh itu membuat pilihan. Tapi itu semua, telah menjadi pelajaran berharga yang membentuk kita hari ini.
(c)kurniawangunadi





















