Segala halaman hidup itu membawa pelajaran. Belajar mencari hikmah. Tapi tidak segalanya mesti ditulis lagi dengan cara yang sama.
Melepaskan yang tidak sesuai cara perbaikan dan mencoba memperbaiki yang mestinya butuh perbaikan.

Game Changer & Make Some Noise

pixel skylines
d e v o n

titsay

#extradirty

blake kathryn
Doug Jones

Origami Around
Claire Keane

No title available

No title available
Interview Vampire Daily
occasionally subtle
Cosimo Galluzzi
h

oozey mess

if i look back, i am lost
The Stonewall Inn
Lint Roller? I Barely Know Her
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Singapore

seen from Mexico
seen from Egypt
seen from Bulgaria
seen from Norway
seen from Bangladesh

seen from South Africa
seen from United States

seen from Vietnam

seen from Brazil
seen from Ireland
seen from Bangladesh
seen from Dominican Republic
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from Bangladesh
@muridnyanakanak
Segala halaman hidup itu membawa pelajaran. Belajar mencari hikmah. Tapi tidak segalanya mesti ditulis lagi dengan cara yang sama.
Melepaskan yang tidak sesuai cara perbaikan dan mencoba memperbaiki yang mestinya butuh perbaikan.
What If
Ini bukan berandai-andai, tapi berpikir kritis dan analitis terhadap kehidupan kita sendiri. Juga kehidupan yang berlalu lalang di sekitar kita. Banyak sekali, aturanNya yang mungkin sudah kita langgar tapi kita tidak merasa berat melanggarnya.
Kita saat ini, juga tiba di masa dimana setiap orang tidak akan terbebas dari debu riba. "Sungguh akan datang suatu masa pada umat manusia, di mana tidak ada satu pun dari mereka kecuali akan memakan (harta) riba. Siapa yang tidak memakannya, maka ia akan terkena debunya (asapnya)." (HR. Abu Daud dan An-Nasai) Kita bisa berdalih, memang kondisinya begitu sulit menghindarinya. Tapi bayangkan, pada pekerjaan-pekerjaan yang berusaha mati-matian kita miliki dan pertahankan seumur hidup. Kita sadar bahwa ada pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan harta yang haram, atau setidaknya syubhat bagi kita.
Sektor perbankan, perpajakan, dan industri hiburan, dsb. Sebagian besar dari kita pasti tahu, kalau para ulama memiliki berbagai macam pendapat. Tapi di antara pendapat itu, ada pendapat yang jelas mengharamkan. Tapi kita bersikukuh mencari pembenaran agar jadi halal.
Makin ke sini, sadar gak sih, kalau sebenarnya mencari harta halal itu terasa begitu menantang. Lebih mudah mencari harta haram. Mencari keberkahan harta, seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Dan sadar nggak? Kita hidup di akhir zaman yang sesuai nubuat nabi. Dimana di akhir zaman, harta itu melimpah tapi keberkahan itu hilang. Sekarang kita bisa mudah mendapatkan harta dengan membuat konten, konten-konten yang ke arah pornografi seperti konten kehidupan pasutri, joget-joget, dan hal-hal yang mempermalukan diri serta merendahkan martabat diri dsb. Lebih mudah mendapatkan atensi dan mudah menghasilkan uang. Tapi, apakah itu halal? apakah itu berkah? Ada orang yang "nyogok" untuk nilai, untuk pekerjaan, setelah lulus/diterima, apakah hasilnya nanti akan berkah? akan halal?
Kehidupan kita saat ini, sama sekali tidak mudah, untuk bisa memperoleh keberkahan hidup. Tantangannya banyak sekali. Sungguh, punya lingkungan yang baik, punya pasangan yang baik, punya keluarga yang baik, menjadi kemewahan yang luar biasa.
Bagaimana jika kita saat ini, begitu yakin dan percaya diri sama kehidupan kita, merasa akan selamat. Tapi ternyata, di yaumul hisab nanti, kita rugi berat. Hanya karena, sepanjang hidup, kita memakan harta yang haram/syubhat. Hanya karena kita berusaha terus mencari pembenaran, bahwa pekerjaan kita saat ini, nggak apa-apa. Boleh kok. Meski kita tahu, ada pendapat yang mengharamkannya. Naudzubillahi mindzalik.
Mengeluh dan tidak sadar nikmat, tidak mau tau kebenaran, tidak peduli, tidak cinta, tidak ada perhatian, yang diketahui hanya asal perut berisi, selera lepas, asal dapat hidup 😭😭😭
Merasa diri lebih pintar, takut terpisah dari orang banyak, dengki, hati busuk, menyalahkan, tidak sesuai hati dan tutur 😭😭😭
Tak ada getar mendengar adzan 💔
Ketika hati merasa telah beriman, lalu dihadapkan paragraf paragraf ini dengan detail lainnya, pengakuan iman itu...
Sebuah catatan
Orang yang pernah salah dan masih hidup, sama Allah masih dikasih kesempatan. Maka manusia tak perlu ribet ribet menghakimi. Lihat perubahannya, kalau berulang, tegur lagi, kalau berproses, apakah terus dikritiki?
Orang yang tidak tau, kurang ilmu, bodoh, tersesat, itu dikasih tau baik baik, tak pandang dia memberi untung atau tidak. Selama yang lebih berilmu tau orang itu perlu diberi tau, maka beri tau. Islam hidup dalam dakwah.
Orang yang ingin hidup benar, mestinya dirangkul. Bukan dibuat bingung.
Orang yang ingin memperbaiki, mestinya didukung.
Orang yang mencari kebenaran, mestinya diarahkan, bukan dikit dikit diingatkan azab.
Orang yang berusaha menyelamatkan dan kelelahan, mestinya dihargai, minimal dengan doa.
Orang yang merasa besar, semena mena, bisakah kau perintahkan jantungmu untuk berhenti lalu kau perintah ia kembali berdetak lagi?
Oh
Dunia, tidak lelahkah kau melihat kezaliman?
Tidak lelahkah kau melihat orang orang yang melakukan segala hal demi kepentingan dirinya atau segelintir golongannya untuk dunia?
Agak heran kenapa algoritma membawa pada iklan iklan pinjaman. Cukuplah itu tawaran tawaran. Di islam, kita diajari zakat, sedekah, waqaf, tidak bermudah mudah berhutang. Kita diajari menggunakan sabar dan sholat, cukup sudah.
Mengeluh terus karena kesusahan, padahal nikmat Allah tetap mengalir dan diterima. Melupakan nikmat karena adanya kesusahan.
Sembuhkan Dirimu
Orang yang menyakitimu, mungkin ia tak menganggap dirinya sendiri sebagai orang yang jahat. Karena ia telah hidup dengan cara berpikir dan lakunya selama puluhan tahun, baginya, apa yang ia lakukan tidak lebih dari sebuah kewajaran dan kebiasaan.
Tapi bagimu, hal itu menorehkan luka, bahkan trauma. Membuatmu murung berkepanjangan. Tapi baginya, ia tidak peduli. Karena ia hanya peduli perasaan dan hidupnya sendiri, masa bodoh dengan hidup orang lain yang telah dicederainya.
Tapi bagimu, kamu telah belajar sesuatu yang amat mahal. Tidak semua orang layak untuk mendapatkan seluruh energi dalam hidupmu. Tidak semua orang punya nilai hidup yang sama denganmu. Tidak semua orang, punya empati yang sama denganmu.
Sembuhlah. Karena ia sama sekali tidak layak mengisi pikiranmu berkepanjangan. Ia tidak layak untuk meluakaimu.
KG
Semoga siapapun yang pernah merasa sakit karena kekuranganku pada lisan, ketikan, lakuku, Allah sembuhkan hatinya. Semoga siapa saja yang merasa belum menerima permintaan maaf dariku, Allah mudahkan bagi mereka untuk memberi tauku kesalahan-kesalahanku secara langsung. Semoga kita semua bisa termasuk dalam orang orang yang saling sayang karena Allah teruuus bahkan pada yaumul akhir nanti, yang berarti kita termasuk hambaNya yang bertakwa, aamiin :( .....
Ternyata, kadang hidup itu bukan soal tidak mau berjuang tapi kebingungan siapa sebenarnya yang bisa diajak berjuang setelah berkali kali (hmm) patah(?)
Permainan kepentingan dan politik, kabar dunia, kenyataan negeri sendiri, dll.
Yes ada Tuhan.
Maksudnya tentang berjamaah.
Bayanginnya:
Orang datang kasih nasehat: tolonglah agama Allah maka Allah akan menolongmu. Kalau belum bisa, mulai dari tata hidupmu, bayar hutangmu, aku bisa bantu dengan cara a b c. Dah! Lakuin semampumu, kalau ada yang mau ditanyain, bisa tanya ke sini ke situ aku disitu.
Atau
Aku tidak bisa bantu, tapi kamu perlu bayar hutangmu. Jangan pakai jalan riba atau hal haram lainnya. Berusahalah dan berdoa.
Kan simpel ya. Cuma ini mungkin menurut sebagaian pembaca masih pov korban.
Alhamdulillah adalah pujian yang harus lahir dari cinta dan pengagungan dalam hati seorang hamba terhadap Tuhannya.
Rabbil'alamin adalah kesaksian hamba atas segala macam pemeliharaan, penjagaan, pendidikan, perlindungan, penciptaan, kepemilkan, pengaturan Rabbnya.
Alhamdulillahirrabil'alamin dengan kebersyukuran dalam qalbu adalah sebuah kata yang ketika berhasil keluar dari lisan seorang hamba, itu akan lebih disyukuri dari pada hal-hal lain yang sedang/telah ia diterima.
Bagiku, semua itu tidak sederhana.
Karena ternyata untuk bisa bersyukur (pun), seorang hamba perlu berilmu bahkan meminta pada Tuhannya agar diberi, dianugerahi petunjuk untuk dapat atau tetap bersyukur.
Apa ya yang dirasakan orang lain? Apa yang ada di dalam pikiran mereka? Apakah tebakanku, responku, perasaanku, pemikiranku, palind tidak ada yang mirip mirip? Atau paling gak sepandangan ketika bsrtemu suatu hal?
Ternyata berempati tidak selalu mudah.
Bagaimana bisa ada buku atau tulisan atau kelas kelas yang membahas tentang masa remaja? Dewasa? Apakah semua 'beban' pikiran, keresahan, cabang cabang pikiran orang dewasa satu sama lain sama? Jika aku yang anak anak dahulu bermain rokrokan/miniminian/bongkarpasang juga semua anak pada zaman itu, atau aku yang anakanak memakan ciplukan, ke sawah, bermain layangan, juga anakanak dahulu begitu. Apa yang ada di pikiran kami sama? Pandangan kami sama?
Lalu, bagaimana ketika kita semua menjadi orang dewasa?
Apakah mencari uang, mempunyai visi misi, merawat, mendidik, punya tabungan, membangun rumah tangga, menyusun hari tua, dsbnya adalah hal hal wajib yang harus dipikirkan orang dewasa?
Ku pikir, kematian bahkan tidak kenal usia.
Apakah menjadi dewasa adalah selalu memikirkan apa yang harus diucapkan? Dilakukan? Memikirkan kemungkinan? Memikirkan balik layarnya seseorang? Memikirkan dampak? Memikirkan untung rugi?
Tidak bisakah orang dewasa adalah orang yang tidak berekspektasi? Orang yang selalu menggunakan kacamata semua orang baik? Orang yang tidak begitu memikirkan hal hal negatif tapi tetap belajar batasan? Orang yang tetap taat aturan tapi tidak banyak opsi di pikiran untuk prasangkaprasangka?
Jika manusia tidak menyukaimu, maka yang tidak menyukaimu hanyalah manusia; lalu apa yang membuatmu sengsara karenanya? Dan jika manusia mencintaimu, maka yang mencintaimu hanyalah manusia; lalu apa yang membuatmu lupa diri karenanya?
Sudah sangat kita ketahui bersama, soal mencari ridha manusia itu melelahkan, karena manusia yang memiliki sifat hati yang gambang berubah, sesuai pada mau dan nafsunya.
Semoga, sabda Nabi ini bisa menjadi acuan kita dalam menjalani kehidupan, bahwa Nabi mengatakan
من التمس رضا الله بسخط الناس رضي الله عنه وأرضى الناس عنه، ومن التمس رضا الناس بسخط الله سخط الله عليه وأسخط عليه الناس.
"Barang siapa mencari ridha Allah meskipun manusia tidak menyukainya, Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya. Dan barang siapa mencari ridha manusia dengan membuat Allah murka, Allah akan murka kepadanya dan menjadikan manusia pun murka kepadanya." (HR. Tirmidzi)
Nasihat 30-an
"Tidak bisa mengulang waktu." Itu adalah nasihat yang ingin kuingatkan sejak awal. Bahwa nanti, mungkin kamu akan melihat ke belakang dan merasa bersedih pada keputusan-keputusan yang kamu ambil saat itu. Saat diri masih bodoh, naif, merasa tahu segalanya, dan merasa paling tahu tentang diri sendiri. Masa saat ego sedang menguasai diri.
Saat tiba masa itu. Ingat-ingat kalau kamu pernah membaca tulisan ini. Kita semua, tidak bisa mengulang waktu.
Keputusan yang kita ambil di masa lalu, adalah keputusan terbaik yang kita ketahui saat itu. Menilai keputusan masa lalu dengan cara berpikir saat ini, tentu kurang bijaksana.
Keputusan kita di masa lalu mungkin salah, tapi jangan biarkan kita dua kali salah. Salah mengambil keputusan dan salah karena tidak berhasil menangkap pembelajaran/hikmahnya. Pastikan, kamu berhasil mendapatkan hikmah itu.
Kita dinilai sama Allah SWT adalah dari proses kita menuju diri yang lebih baik. Bukan berdasarkan masa lalu kita, tapi bagaimana kita berproses hari ini. Hari demi hari. Jangan sampai kita berputus asa karena kebodohan masa lalu kita.
Berani mengambil tanggungjawab atas keputusan, jangan lari sekalipun itu akan membuat kehidupan dunia kita tidak nyaman. Lari dari tanggungjawab dunia, justru memberatkan akhirat kita.
Jadilah orang yang jujur dan berintergritas, karena itu adalah mata uang kehidupan yang akan terus berlaku seumur hidup, dimanapun kamu berada.
Pilih-pilih teman, cari teman yang baik. Karena sebesar itu pengaruh pertemanan dalam kehidupan.
Mendalami agama, tidak hanya belajar permukaannya. Perdalam lagi. Makin dewasa, kita akan mengalami pergeseran-pergeseran nilai, benturan nilai, dan banyak sekali hal yang membuat kita bingung. Kita butuh pegangan pada prinsip-prinsip hidup yang kuat.
Uang adalah alat, bukan tujuan. Sekali lagi, uang adalah alat, bukan tujuan.
Cari pasangan hidup dengan hati-hati. Libatkan orang-orang terbaik dalam prosesmu mencari pasangan hidup. Pertimbangan mereka adalah bantuan logika yang kita butuhkan, saat logika kita tidak jalan karena dominasi perasaan.
Selamat bertumbuh. Aku di sini, hanya orang yang kebetulan lahir lebih dulu. Kamu bisa tumbuh lebih baik, kamu bisa memilih jalan yang lebih luas. Jangan berkecil hati sama diri sendiri, sama apa yang lagi di jalani sekarang.
Masa depan dirahasiakan, biar kita banyak-banyak berdoa. Bukankah itu kenikmatannya? Nikmat saat berdoa kepada-Nya.
KG
hal-hal yang susah
memaafkan orang lain itu susah banget. tapi bayangkan nanti saat hari akhir Allah bilang ke kamu, "kamu selalu berusaha memaafkan. kamu berdoa meminta agar hatimu bisa memaafkan. maka Aku maafkan pula semua kesalahanmu. masuklah ke dalam surga-Ku."
memberi jalan (dalam banyak arti) bagi orang lain itu susah banget. tapi bayangkan nanti saat harus melewati siraat Allah bilang, "kamu sering mengalah dan memberi jalan untuk orang lain. sekarang lewatilah jembatan ini dengan mudah. semua makhluk memberimu jalan."
menutupi aib orang lain itu susah banget. tapi bayangkan saat semua rekaman hidupmu diputar Allah bilang, "yang ini tidak perlu. hidupnya hanya diisi kebaikan." lalu kamu diberi pakaian yang sangat bagus.
mengikhlaskan janji dan utang orang lain itu susah banget. tapi bayangkan saat di akhirat Allah bilang, "sesungguhnya kamu punya utang puasa, utang sholat, utang nazar, utang zakat. tapi semuanya sudah Aku ampuni dan anggap lunas karena kamu selalu mengikhlaskan utang orang lain."
tidak membalas perbuatan jahat orang lain dan alih-alih mendoakannya itu susah banget. tapi bayangkan saat di akhirat Allah bilang, "semua dosamu sudah diampuni karena malaikat-malaikat mendoakanmu setiap kamu mendoakan orang yang menyakitimu."
kalau kamu melakukan hal-hal yang susah, jangan lupa berdoa dalam hati. minta hadiah yang besar. kalau hanya ketenangan dan kebahagiaan di dunia, itu masih kurang. minta yang abadi.
"ya Allah, aku sekarang lakukan ini. nanti kelak di akhirat, ampuni aku, maafkan aku, bela aku, tutupi aibku, beri aku jalan yang mudah, beri aku pakaian yang bagus, masukkan aku ke surga terbaik-Mu."
Jalan Keluar
Jika masalah kita masih masalah dunia, pasti ada jalan keluarnya. Jangan khawatir.
Di tengah masa-masa sulit masing-masing, mungkin ada yang lagi kesulitan finansial, kesulitan jodoh, kesulitan pekerjaan, dan macam kesulitan lain. Jangan sampai putus asa dari rahmat Allah. Jangan menyerah di tengah jalan.
Karena setiap masalah dunia ini diciptakan juga solusinya. Hanya saja, mungkin di antara kita yang belum cukup sabar untuk menjalani proses dalam pemecahannya.
Orang-orang di luar sana, sampai-sampai berbuat maksiat, mencari jalan yang instan untuk memecahkan masalahnya. Penipuan, sihir, dan semua hal haram lainnya yang sebenarnya berujung pada pemecahan masalah.
Sementara kita paham bahwa proses kita akan dinilai. Perjalanan kita untuk memecahkan masalah itu adalah hal yang berharga. Bahkan, jika kita meninggal saat belum sampai ketujuan, selama niat kita lurus, selama proses kita benar, kita tidak akan menyesali kehidupan akhirat kita nanti.
Sekali lagi, jika masalah kita masih urusan dunia. Pasti ada jalan keluarganya.
Di Penghujung Dunia
Kita mulai sadar kalau ternyata selama ini, urusan dunia ternyata begitu melalaikan. Kita tenggelam dalam pikiran yang berpusat pada kehidupan dunia, rasa sakit kita, trauma, kekurangan harta, masalah karier, masalah keluarga, dan berbagai macam perkara yang menyita sebagian besar niat kita.
Niat yang seharusnya bisa kita murnikan sebagai jalan ibadah, justru menguap karena ketidakyakinan kita pada takdir, pada ketetapanNya. Pada hal-hal yang tidak bisa diubah dalam hidup kita. Pada upaya-upaya kita yang mungkin masih samar ujungnya.
Kita menggadaikan hidup kita, menghabiskan waktu berlalu untuk banyak hal yang sia-sia. Selebihnya, kita lupa untuk kembali mengingat bahwa di ujung dunia ini. Nanti, satu-satunya hal yang akan menemani kita adalah amalan.
Rasanya, doaku akhir-akhir ini adalah meminta kemudahan dalam beribadah. Kemudahan untuk bisa berniat baik dan menjalankan niat itu. Doaku untuk terus bisa berprasangka baik pada setiap hal yang kutemui, pada ketetapan takdir yang kumiliki.
Mulai menata lagi orientasi kehidupan. Mulai menyadari seutuhnya kalau hidup ini benar-benar tidak lama. KG
Sebaik apa pun niatmu, akan selalu ada yang salah paham. Karena tidak semua orang melihat dengan hati yang jernih. Sebagian melihat lewat luka, sebagian lagi lewat prasangka.
Benar kata Ali bin Abi Thalib:
“Orang yang membencimu tidak akan pernah melihat kebaikanmu, meski kamu berbuat baik sepanjang waktu.”
Maka tugasmu bukan membuat semua orang mengerti. Tugasmu hanya menjaga niat tetap lurus, dan hati tetap tenang.
Karena pada akhirnya, yang tahu isi hatimu bukan mereka — tapi Allah.
Semoga sisa Ramadhan kita banyak mendapat kebahagiaan. Al Qur'an bisa sungguhan kita jadikan sebagai sahabat, hidangan, atau obat, atau yang lain? Semoga beneran bisa tilawah barang seayat :(