#fi
he wasn't even looking at me and he found me
sheepfilms
Show & Tell
i don't do bad sauce passes
Three Goblin Art
trying on a metaphor

★
Today's Document

izzy's playlists!
Game of Thrones Daily
🪼

Love Begins
YOU ARE THE REASON
Lint Roller? I Barely Know Her

blake kathryn

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣

JBB: An Artblog!
cherry valley forever
taylor price
seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from Pakistan
seen from Canada

seen from T1

seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Norway

seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Uruguay
seen from Brazil
seen from United States
@murrayasetya
#fi
Pernah. Namun nyatanya..
Nyatanya
Nyatanya, aku masih saja berjuang seorang diri.
Entah sudah berapa banyak aku menangis sembunyi-sembunyi.
Entah sudah berapa kali aku pura-pura tersenyum, agar ia merasa seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Nyatanya, aku masih sendiri.
Dalam dan Diam-diam
Diam-diam aku berdoa dalam waktu yang cukup lama dan berbagai hal tentangmu. Namun, ternyata bukan engkau jawabannya.
Kini, mungkin aku adalah doa yang terkabul dari seseorang yang juga mendoakanku secara dalam dan diam-diam.
Dan sekarang, aku mendoakanmu hanya satu hal saja. Semoga engkau menjadi jawaban dari doa seseorang yang mendoakanmu secara dalam dan diam-diam.
#fi #asnr #sleeptight
repost from @slbyawkra https://www.instagram.com/p/BfCnh-iBKLH/
Hallo teman-teman, kakak-kakak, yuk donasi buku untuk adik-adik kita yang berkebutuhan khusus. Izinkan mereka untuk juga bisa melihat jendela dunia melalui buku. Ajak mereka untuk melihat betapa luasnya dunia ini. Ajak mereka mengenal huruf-huruf, warna-warna, beragam bentuk dan rupa, dan berbagai hal melalui buku. . Memangnya anak berkebutuhan khusus bisa membaca? . Kita tidak pernah tau kalau kita tidak pernah mencoba. Kita tidak bisa memutuskan jika kita tidak pernah mengajarkannya. . Ada berbagai kategori anak berkebutuhan khusus. Dan diantaranya ada anak berkebutuhan khusus dengan IQ sangat rendah tapi ada juga anak berkebutuhan khusus dengan IQ diatas rata-rata. Ada anak yang menyukai aktivitas tertentu seperti menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Ada juga anak berkebutuhan khusus yang sangat menyukai melihat gambar-gambar saja di dalam buku. . Kami tidak memaksa anak berkebutuhan khusus untuk bisa lancar membaca buku. Kami ingin mengajarkan anak bahwa mereka dapat belajar 1-2 atau banyak hal melalui buku. Dengan buku mereka bisa mengenal banyak huruf, banyak warna, banyak bentuk, banyak rupa, banyak gambar, dan berbagai hal yang lainnya. . Dengan aktifitas tersebut, kami bisa melatih banyak hal. Salah satunya komunikasi bagi mereka yang selama ini kesulitan bicara. . Yukk teman-teman, kakak-kakak, kalau kalian ingin donasi atau punya buku yang sudah tidak terpakai/ bekas yang masih bisa kami baca, donasikan ke sekolah kami yuk. InsyaAllah akan bermanfaat bagi adik-adik berkebutuhan khusus disana. Kalian bisa langsung menghubungi contact person yang ada di Bio IG @slbyawkra atau bisa menghubungi Ibu Anjar di 085647446522. Atau bisa juga dikirimkan langsung ke alamat sekolah kami di: . SLB YAW Karanganyar. Dadapan RT 03 RW 16 Ngadiluwih, Matesih, Karanganyar 57781. . #slbyawkra #slbmatesih #matesih #karanganyar #sukunfamily
Neil Gaiman on Libraries and Librarians.
If writing utensils could talk
I thought I’d put together a list of the most popular new tab Google Chrome extension which pop up on studyblr! Here are links to download:
Momentum
Lanes
Taskade
Be Limitless
Laterbox
BeauTab
Tupiq
Flashtabs
Happy downloading!
Other posts | Printables | Instagram | Youtube | Pinterest
😍😘😗😙😚
I want to love you without clutching, appreciate you without judging, join you without invading, invite you without demanding, leave you without guilt, criticize you without blaming, and help you without insulting. If i can have the same from you, then we can truly meet and enrich each other. Emmm.. i just want to say.. i love you.
but you never know...
CHATTING
Awalnya aku tidak begitu peduli dengan salah satu laman media social yang satu itu. Hingga sutau hari bunyi denting satu kali itu memecahkan perhatian diantara kesibukanku. Siapa? Aku tidak peduli. Namun ada salam disana. Ku pikir aku harus menjawabnya.
“wa’alaikumsalam”
Perkenalan dimulai pada hari itu. Awalnya aku tidak peduli. Namun semakin hari perbincangan diantara kita menjadi cukup sering dari sesering biasanya. Hingga suatu hari aku tak lagi dapat memungkiri, rindu. Ya, aku rindu jika satu hari itu saja tidak ada bunyi chatting masuk dari akun media social itu. Dan aku baru menyadari akunku tak pernah kututup lagi. Kubiarkan perangkat mobileku menyimpan password agar aku dengan cepat membukanya saat ada bunyi chatting masuk.
Namun sungguh aku bahagia menikmati momen itu. Berbincang denganmu yang sedang berada jauh disana, entah dimana saat itu aku tidak tahu persis keberadaanmu. Aku pikir kau dan aku sama, kesepian. Meskipun kita banyak pekerjaan, banyak kesibukan, banyak orang di kanan dan kiri kita, tapi kau dan aku sama, kesepian. Kau menghabiskan hampir seluruhnya waktu sepanjang harimu di depan layar. Mungkin daripada kau takut menjadi gila dengan kesibukanmu itu, kau harus ngobrol dengan layar yang ada di depanmu itu. Ya, dan dibalik layarmu itu adalah aku.
Aku lupa kapan persisnya kita berteman dalam akun media social itu. Aku sama sekali tidak mengenalimu. Padahal biasanya aku tidak begitu suka menkonfirmasi permintaan teman baru yang tidak aku kenal betul atau mempunyai mutual friends yang sama. Aku lupa apakah aku atau kau dulu yang meminta request itu. Entahlah, aku tidak mau sibuk bertanya-tanya sendiri tentang hal itu. Yang aku tahu kau dan aku kini lebih sering mengobrol lewat chatting itu. Entah sejak kapan pula aku menyadari ada yang berdegup di balik dadaku. Ya, deg-degan. Setiap bunyi chatting masuk, jantungku berdegup tidak seperti biasanya. Bahkan aku sangat sering menuliskan sesuatu lalu ku hapus lagi dan kuulangi terus sebelum aku memencet tombel enter di sebelah kanan jariku. Aku sudah seperti menjadi editor penulis terkenal bahwa apa yang aku tulis sebelum ku kirimkan adalah kata-kata yang paling tepat, yang pantas, yang mungkin akan membuatmu tersenyum atau akan memancing pertanyaan balik darimu. Ya, alasanku agar aku dan kau tak terlalu cepat menutup chatting pada hari itu.
Namun aku tetap berdiri sebagai perempuanku. Aku tidak pernah memulai terlebih dahulu untuk membuka chatting pada hari itu, walau sebenarnya sungguh aku sangat ingin. Untuk sekedar menyampaikan kata halo pun rasanya tiba-tiba aku menjadi orang yang paling penakut di dunia ini. Hingga akhirnya aku menyadari sesuatu, aku mulai kehilanganmu.
Chatting itu tak lagi sesering biasanya. Dan aku masih berdiri pada ke-perempuan-ku. Aku tak mau memulainya. Hingga aku sadar, bahwa ini salah. Mungkin aku terlalu berkutat dengan egoku sendiri. Mungkin dia berfikir bahwa aku tidak mempedulikannya, walau sebenarnya itu sangatlah tidak benar. Aku mempedulikanmu. Aku begitu ingin tahu bagaimana keseharianmu. Adakah suka ataukah duka. Ya lambat laun chatting itu tak pernah lagi muncul.
Namun aku masih membuka media social itu. Aku melihat laman milikmu. Barangkali aku menemukan sesuatu yang kau tuliskan disana. Namun jarang, hampir tidak pernah. Ada yang salah disini. Ya, kesalahanku adalah, aku rindu. Aku merindukan moment chatting bersamamu. Tapi aku tidak tahu, rindu apa ini? Kenapa jantungku berdegup seiring dengan rindu itu? Apakah aku sedang jatuh? Jatuh hati? Ku harap bukan. Siapa dia? Aku tidak mengenalnya. Aku tidak tahu bagaimana dia. Namun tidak dapat kupungkiri, bahwa banyak pelajaran yang kudapatkan dari dia. Tidak. Sepertinya bukan pelajaran yan kudapatkan, namun kenyamanan. Ya, aku mendapatkan kenyamanan dari dia. Aku masih, masih membuka laman media sosialmu. Hingga akhirnya aku menyadari aku telah banyak menulis. Berharap bahwa tulisan itu akan kau baca dan kau tahu bahwa aku merindukanmu. Jujur, sampai pada detik aku menulis tentang chatting ini, seluruhnya yang pernah kutulis ku bermaksudkan semuanya untukmu. Aku tidak ingin mengatakannya. Aku ingin kau menyadarinya. Aku jatuh hati.
Jatuh hati ini merubah sesuatu pada diriku. Jatuh hati ini mengajariku tentang kesabaran saat ditinggalkan sendirian. Melatihku kuat bertahan untuk tidak terlalu jatuh dalam lubang keterpurukan.
Tapi benar. Aku rindu kamu. Apakah kau juga?
Surabaya, 23 Januari 2016. 09.53 am.
-anjarsetya-
Untuk seseorang, yang tidak bisa aku pandang walau hanya punggungnya saja. Kau di seberang sana sedang apa? Sedang bekerja kah? Sedang menuliskah? Sedang membaca kah? Atau sedang berfikir akan masa depan? Kau yang ada di sana, sedang apapun kamu sekarang, aku ingin berkata: aku tak punya nyali untuk menyapa.
Dari Abu Malik Al Asy'ari bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Menyempurnakan wudhu adalah setengah keimanan, alhamdulillah (pahalanya) dapat memenuhi timbangan, tasbih dan takbir (pahalanya) dapat memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, zakat adalah bukti. Sabar adalah sinar, dan Al-Qur'an bisa menjadi alasan yang dapat membelamu atau melawanmu (di akhirat). Setiap manusia beramal, ada yang membebaskan jiwanya (dari dosa) dan ada yang mencelakakan jiwanya (dengan dosa)." {HR. Ibnu Majah, 276} . . Hiduplah bersama Al-Quran. InsyaAllah engkau tenang.. (pesan ibuk untukku ketika berjauhan). ♥
Dari Asma bintu Abu Bakr radhiyallahu 'anhuma, bahwa ada seorang wanita yang mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang baru menikah. Ternyata dia sakit panas, sampai rambutnya rontok. Bolehkah saya menyambung rambutnya (dengan rambut palsu)?". . Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: ﻟَﻌَﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﻮَﺍﺻِﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻮْﺻِﻠَﺔَ . "Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya)". (HR.Bukhari dan Muslim). . Dalam hadist yang lain, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa ada seorang gadis Anshar yang baru menikah. Ketika dia sakit, rambutnya banyak yang rontok. Keluarganya hendak menyambungnya (dengan rambut palsu), dan mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang itu. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya. (HR. Bukhari dan Muslim). . Ketika menjelaskan hadist di atas, An-Nawawi mengatakan: Al-Washilah (wanita yang menyambung rambut) adalah orang yang berprofesi menyambung rambut seorang wanita dengan rambut lainnya. Sedangkan al Mustaushilah adalah wanita yang meminta orang lain menyambungkan rambutnya. Hadist ini secara tegas menunjukkan haramnya menyambung rambut, dan laknat untuk wanita yang menyambung rambut atau konsumen yang disambungkan rambutnya secara mutlak. Inilah pendapat yang kuat. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 14:103). . Memakai bulu mata palsu termasuk bentuk menyambung rambut yang terlarang ini. Karena memakai bulu mata palsu berarti menyambung bulu mata asli dengan bulu mata yang lain.
KUSMA DAN BAPAK-BAPAK
Suatu hari di alam mimpiku itu, aku sedang berjalan lalu datanglah laki-laki mendekatiku. Tapi tiba-tiba ada lelaki lain mendatangiku, menyuruhku menjauh dari lelaki yang mendekatiku sebelumnya. Dia memberiku laptop. Namun kuabaikan dia dan laptop itu.
Suatu hari yang lain di alam mimpiku, aku kembali berjalan-jalan di sebuah jalan. Ada laki-laki lain mendekatiku. Namun tiba-tiba lelaki yang memberiku laptop sebelumnya, datang kembali. Dia memberiku laptop lagi. Pertemuan kedua, aku membuka laptop itu. Ada foto seseorang yang aku kenal di dalam laptop itu. Dan dari situ aku tahu, bahwa orang yang memberiku laptop itu bernama "Kusma". Dia memintaku untuk mengantarkan laptop itu untuk ayahnya di sebuah desa yang tak asing di telingaku.
Aku pun pergi ke desa itu diantarkan abangku, mas tulus. Saat disana aku berjumpa dengan sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul di teras depan rumah. Aku datang dan bertanya siapa ayah dari Kusma. Seorang laki-laki berbaju hijau mendatangiku, dia berkata bahwa ia adalah ayah dari Kusma. Kusampaikan apa niat kedatanganku disana. Aku memberikan laptop yang diberikan Kusma untukku. Laki-laki yang menyebutkan dirinya adalah ayah Kusma, mengucapkan terima kasih kepadaku. Lalu aku pun pamit pulang.
Disaat aku pamit pulang, ayah Kusma menahanku. Beliau mengenalkanku dengan saudaranya yang sedang duduk terdiam tak jauh darinya. Beliau berkata: "nak, ini adalah ayah dari pemimpinmu, ia adalah ayah...." (menyebutkan sebuah nama yang begitu ku kenal).
Seorang bapak yang ditunjuk oleh ayah Kusma itu menatapku. Beliau tersenyum. Hingga dengan jelas aku melihat gurat keriput di sekitar mata dan pipinya. Kita saling memandang. Beliau adalah ayah dari seseorang yang ku kenal. Aku pun tersenyum kepada beliau.
Lalu aku terbangun. Pukul 02.30 dini hari. Ku ambil hapeku. Widget kalender besar tertangkap oleh kedua mataku. Segera aku teringat sesuatu di tanggal ini. Sanah Helwah.
Aku pun duduk terdiam. Mencoba mengingat-ingat lagi apa yang ku impikan tadi. Rasanya seperti nyata. Aku melihat dengan jelas wajah-wajah para bapak-bapak tadi. Dan yang paling jelas adalah ayah dari seseorang yang ku kenal. Entahlah, apakah ayah di dalam mimpiku tadi sama dengan ayahnya di alam nyata. Namun aku masih mengingat dengan betul wajah itu, sampai pada detik aku menulis ini.
Lalu Kusma. Sebelumnya aku tidak tahu tentang nama itu. Aku tidak mengenalnya sama sekali. Aku bahkan tidak memiliki sahabat yang bernama Kusma sebelumnya. Akhirnya aku membuka media sosialnya. Kucari nama-nama sahabatnya di friendlist media sosialnya. Aku terhenyak sesaat. Aku menemukan sebuah nama "Kusma" disana. Kucari tahu interaksinya dengan orang yang bernama Kusma itu. Hingga akhirnya, aku scroll ke bawah aktivitasnya. Aku membaca semua status yang pernah ia tuliskan. Ada beberapa yang aku tak asing dengan tulisannya. Karena aku pernah menuliskan hal yang sama. Lalu aku tahu, bahwa ia dan Kusma adalah bersaudara. Entah saudara apa aku tidak tahu.
Seharian ini hatiku gak karuan. Ingin rasanya aku menghubunginya. Bertanya dan menceritakan semua ini. Berulangkali aku membuka layarnya. Tak ada satu aktivitas apa pun disana. Hingga hari menjelang siang aku baru tahu ia sedang di mana dan sedang apa. Ingin sekali aku bertanya. Ku tulis, lalu ku hapus. Ku tekan tombol call lalu ku matikan. Berulang kali. Aku pun berdoa: "Ya Allah, jaga aku dalam penjagaan-Mu". Aku pun menahannya. Lebih tepatnya aku menahan hatiku. Aku yakin, segala yang tertahan karena Allah, pasti akan berakhir dengan kebaikan dan keindahan.
Lalu malam ini aku menulis semua ini disini. Berharap ia akan menemukan tulisan ini. Berharap ia akan membacanya. Dan berharap ia memberitahuku tentang pendapatnya. Namun apakah mungkin ia akan menemukan tempat persembunyianku ini? Mungkinkah? Entahlah. Namun setidaknya, menulis disini membuatku lega. Karena tak ada yang kututupi dari semua tulisanku disini. Termasuk perasaanku.
Surabaya. Menjelang tanggal 24 Agustus 2015.
hari ini aku berdiri dimana tanah pernah kau pijak (selama aku mampu).. karena aku ingin tahu apa yang paling mungkin kau lakukan saat itu.. dan aku meyakini sesuatu, tentu sebuah senyuman di wajahmu..
Hanya Isyarat
Rajna Aytes
Hai kak,saya boleh tanya ya?, menurut kk apakah kalau anak-anak tidak diajari berbagai kemampuan akademik di usia sedini mungkin berarti menyia-nyiakan usia emas? tq atas jwabnya.
Hai juga siapapun engkau yg ada disana.. semoga engkau selalu dalam lindungan Allah Ta'ala..Seorang profesor di universitas ternama di australia pernah mengatakan bahwa: rakyat australia lebih takut tidak bisa mengantri daripada tidak bisa matematika. Hal ini nampak sekali bahwa adab dan pendidikan karakter jauh lebih penting ditanamkan sedini mungkin.Bukan berarti pendidikan akademik usia dini tidak boleh sama sekali. Bukan begitu. Tapi jangan dijadikan sebagai kegiatan atau pelajaran utama untuk anak usia dini. Anak-anak usia dini memang masa-masanya usia emas. Biarkan diusia emas tersebut anak bereksplorasi bebas di lingkungan sekitarnya. Tentunya dengan pengawasan kita. Ia akan belajar hal-hal apa saja yang bisa membuatnya tertawa atau menangis. Karena itu akan terekam kuat di memorinya sampai ia dewasa nanti. Anak yang bahagia diusia dininya, akan meminimalkan rasa traumatis disaat usia dewasanya.Di usia dini adalah saat yang paling tepat menanamkan karakter anak. Membekali iman, adab, dan tekad yang kuat. Anak-anak usia dini yang dijejali dengan akademik bisa jadi membuat bumerang di masa dewasanya. Dan ini nampak sekali terjadi pada sekarang ini di berbagai sekolah. Anak-anak yang rendah sekali adabnya berani berkata kasar kepada gurunya bahkan kepada orang tuanya. Sekolah hanya menjadi sarana untuk mendapatkan ijasah dan gelar semata tanpa skill apa-apa. Begitu selesai ujian, anak akan merayakan pesta hingga melampaui batas yang tak terkendali. Tak jarang kan kita mendengar seringkali terjadi tawuran anak sekolah.Marilah kita mengambil pelajaran bagaimana dahulu para ulama salaf begitu menekankan Ta'dib (pendidikan adab). Sesungguhnya adab itu sebelum ilmu. Dan sebelum adab, yang harus kita tanamkan adalah iman. Bukan sekedar pengetahuan agama maupun praktek ibadah.