Apa aku ini normal tuhan? khawatirku berlebihan khawatirku tak wajar khawatirku menjadi liar. Tuhan, beriku petunjukmu tuk berbenah lebih baik dan lebih bijak demi keluarga kecilku Dee, Kahlil dan Kaysa. Mus sayang kalian semua. We Are Is The Best Family, amien ya robbal alamin
Aku sadar aku bukanlah orang yang sempurna, aku bukan pula orang yang mungkin tergambarkan olehmu. Tapi ijinkan aku tuk menyusun ulang puing puing yang runtuh untuk kembali menjadi rumah yang teduh untukmu D. Sebentar lagi perjalanan kita menemui angka 3, aku terus berdoa semoga apa yang kita harap dan pinta dari Allah dapat terwujud "menikah", Tiada yang lebih menenangkan ketika jenuh selain berdzikir dan memandangi wajahmu, tiada yang lebih membahagiakan ketika mendapat rizky selain bersyukur dan memeluk erat tubuhmu. D kita akan lalui perjalanan panjang, kita jelas butuh bekal. Nah apa kau tahu D, bahwa bekal yang kita butuhkan adalah, doa, restu serta kekuatan niat suci kita. Mus rindu kamu D, aelopyu
Bersyukurku bertemu denganmu wanita hebat dan kuat. Kau mampu terimaku apa adanya dan ada apanya diriku. Kau memang bukan yang pertama bagiku tapi kau tetap istimewa untukku. Dee, aku hanya mampu berdoa dan berusaha bisa menjadi imam yang terbaik untukmu dan keluarga kita. Tetaplah tersenyum, karena senyummu adalah energi tersendiri yang berbeda dikala ku gelisah atau bahkan marah. Pramudita E.S terima kasih atas keluasan hati dan jiwamu menerimaku menjadi suamimu. Mus sayang pean Dee sama atau bahkan lebih seperti sayang Mus pada Re.
Ini cerita tentang pagi dan aroma bunga melati. Pagi itu selalu membuatku terbangun walau harus tertidur lagi kala matahari telah menyapaku dan burung burung telah bernyanyi untukku.
Setiap kali pagi menjelang, mataku tak pernah telat memandang, bercak sinarnya yang hadir selalu diawali dengan kabar kabar emas awan dari timur, membuatku terjaga dan menempatkan diri duduk manis menatap pintu rumahnya "ufuk timur".
Ya pagi mulai menyapa segala gundah, dan berbagai macam sedih. Mengajak mereka tuk segera berdiri dan beranjak pergi bersama air air yang mengalir. Namun pagi, kurasa sering kecewa oleh apa yang ia lakukan. Ia bersemayam 23 jam lamanya dalam terik dan gelap hanya untuk menyapa segala gundah dengan senyum hangat mentari dan menghibur berbagai macam sedih dengan semilir angin pagi tuk bernafas.
Tapi, semua itu hanyalah pengorbanan yang seharusnya dilakukan. Terkadang pagi beruntung disambut riuh tawa butanidan penjual sayur yang telah banyak bercerita tentangnya sebelum pagi tiba. namun terkadang harus bingung mendapati gejolak asmara yang belum usai sedari malam dan berpindah ke kamar mandi. Terkadang iapun buntung menjumpai dengkur panjang dan auman taring singa yang tak kunjung terbangun. Pagi terlalu banyak menyimpan cerita.
Sedang melati, aku ingin kabarkan bahwa ia selalu bermekaran dipagi hari, menghiasi nisan nisa tua dan muda. dan tersenyum manis diteras teras rumah depan dan belakang. Melati itu memang menggairahkan, wanginya yang semerbak kemana mana, dan wujudnya yang selalu berlinang embun selalu membuatku tertarik tuk menjamahnya dan menyimpannya sebelum ia akhirnya layu dan terjatuh dari tangkainya.
Melati itu tak mengenal malu tuk menyapa pagi disetiap hari, ia bahkan tak tanggung tanggung tersenyum dengan berjuta bunga tidurnya tuk menghiasi pagi. Namun sayang melati akhir akhir ini sering bertebaran di koran koran pagi sebagai korban, entah pemerkosaan ataupun penjambretan dll. Walau begitu melati tetaplah melatih, hebat, idealis dan bersabar.
Melati tak pernah mengeluh walau harus dipaksa runtuh sebelum ia bermekaran dan menjadi hiasan setiap manusia yang akan menempuh hidup bahagia ataupun meniti jalan menuju rumah kembali. Melati juga tak pernah sombong bak mawar yang berduri tangkainya. Melati juga tak pernah sedih walau umurnya hanya sebentar saja.
Aku cinta melati yang merekah di pagi hari. Dan aku suka pagi hari yang indah ditemani sang Melati. Mungkin hanya segini dahulu ceritaku, lain waktu kan kusambung kembali.