I love just how his eyes light up when he talks about anythings. And maybe that’s what caught my heart for the first time.
He changed me in a emotionally and physically as well. Although sometimes there’s a side to him that made me go, “Who are you and what have you done to him?” He saved me from myself. And as much as I don’t want him in my life, he has taken so much space of me.
The thing is, cinta itu bisa memudar. Percaya ga percaya, cinta itu ga bisa tahan lama. Palingan dua, tiga tahun bertahan, abis itu udah. Hambar. Kenapa saya bisa bilang gitu? Bukannya pengalaman pribadi, tapi saya perhatikan dari temen-temen saya yang pacaran, dari rumah tangga orang-orang, semua mirip-mirip. As much as I want to tell you that fairytales can happen, it can’t and it won’t. I have to be honest with you from the start. Pernah ga sih kamu liat kue yang tampilannya menarik, dekorasinya oke, tapi pas dicoba kamu nyesel karena ga seenak yang ter-display di depan mata kamu tadi. Itu dia realitanya. Cowo akan selalu menemukan wanita yang lebih menarik, walaupun bukan jaminan kalau ia lebih baik, dan cewe akan bisa bahagia bahkan kalau ia berdiri sendiri. Bahkan ada riset yang mengatakan kalo pria akan lebih cepat mati saat ia ditinggal istrinya meninggal (duda) jika ia tidak memiliki pendamping pengganti daripada wanita yang ditinggal suaminya meninggal (janda). Gimana hubungan bisa berjalan kalo selalu ada rintangan? Hubungan itu bertahan karena dua hal. Yang pertama, saat kamu bisa temukan seseorang yang ‘klik’ sama kamu. Nah, bahkan dengan seiringnya waktupun kamu akan menemukan banyak perbedaan kan, ga peduli berapa banyak kesamaan yang kamu dan pasangan kamu punya, pasti nanti ada perbedaan-perbedaan seiring waktu berjalan. Atau kamu jadi berpikir: “Dia ga seperti yang dulu.” Pernah ga sih berpikir kalo dia hanya menunjukkan siapa dia yang sebenarnya? Kalo dalam setiap kesamaan yang kamu temukan di awal hubungan, ga cukup untuk mempertahankan apa yang sekarang udah keliatan.That’s when you have to do the second thing: Kompromi. Iya lah. Hubungan yang langgeng itu cuma saat ia bisa kompromi dengan pasangannya. Jadi hubungan yang awet itu ketika kamu udah tau semua aslinya dia, jelek-bagus, baik-buruk, plus-minus, tapi kamu masih mempertahankan. Hubungan itu ga perlu ditimbang-timbang, dilihat apa untung-ruginya kamu kalo tetep sama pasangan kamu, tapi hubungan itu dijalani dengan ikhlas. Bahkan saat kekurangannya bikin kamu muak, tapi kamu ga memilih untuk mundur. Udah deh, if you can do those two things, cari yang klik dan kamu mampu kompromi, pasti bakal aman. Karena cari dari segi fisik, gampang. Tapi untuk menemukan yang bener-bener klik, beda urusan. Kadang kita heran, temen kita setia, tapi diselingkuhin terus. Kita cuma bisa nyaranin dia supaya putus, tapi dia bertahan, dia terus mau kompromi. Ya berarti antara dia emang bodoh, atau dia udah menemukan yang klik. Fact is, we never can understand how it feels like. Kita ga bisa tau persis ikatan seseorang dengan pasangannya, makanya kadang kita ngasih saran yang lebih gampang dikeluarkan lewat kata-kata daripada dilakukan.
Then again, don’t trust me. Maybe I don’t know what I’m saying. Atau saya cuma omong doang. Atau saya udah terlalu banyak makan asam garam hidup sampe-sampe saya bisa nulis kayak gini. Tapi apa yang saya tau tentang cinta? saya pun ga punya gambaran bakal end up sama siapa atau kayak gimana, tapi siapa juga sih yang punya jaminan akan hari esok? Satu hal yang saya tau, kita semua punya kesamaan, kalo kita semua masih sama-sama belajar. Kita semua masih mencoba mengerti arti cinta. Mungkin cinta itu ada, mungkin cinta itu ga ada. Mungkin juga ilusi semata. Mungkin cinta hanya bisa mengajarkan kita bagaimana bertahan ditengah pahitnya realita.