Selengkapnya, sila tonton pada video ini. Bantu sebarkan, ya! Terima kasih atas dukungannya!
Sejak tahun 1999, Fathul Jawat mulai melaut dengan modal insting yang diajarkan oleh tetuanya. Memantau pergerakan arus laut dimana bila arus bergerak ke arah timur, maka ia akan melaut dari arah barat dan sebaliknya.
Ia seorang nelayan dari desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam kesehariannya melaut, Bang Jawat, begitu panggilan akrabnya, berangkat ketika sore hari dan kembali pada esok paginya. Waktu siang ia gunakan untuk beristirahat. Ikan hasil tangkapannya dijual ke pengepul dengan sistem kerja.
Warisan insting yang sudah lama ia andalkan dalam melaut tak selamanya benar. Hal tersebut tak selalu membantunya dalam memperkirakan cuaca. Pernah suatu ketika saat berangkat melaut cuaca aman saja, namun badai didapatinya saat berada di tengah laut.
Hadirnya aplikasi Laut Nusantara, persembahan dari Balai Riset dan Observasi Laut - Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan PT XL Axiata Tbk berhasil memandu dan membantu mengatasi kesulitan Bang Jawat kala melaut. Kini, sejak aktif menggunakan aplikasi Laut Nusantara, Bang Jawat sudah tau pergerakan angin dan keberadaan ikan sebelum berangkat menangkap ikan di laut.
Menurut kesan Bang Jawat secara pribadi, "Aplikasi Laut Nusantara benar terasa manfaatnya dan sangat membantu saya. Melaut pun sudah tidak coba-coba lagi seperti dahulu."
"Buat teman-teman para nelayan, segeralah pakai aplikasi Laut Nusantara!" seru Bang Jawat.













