Dulu semenjak sudah bisa baca huruf aku termasuk anak yang suka membaca. Dari buku pelajaran sampai buku pengetahuan umum. Bahkan aku masih ingat dulu aku pernah baca buku tentang wijen, cuma aku lupa judulnya apa dan punya siapa buku itu. Pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran favoritku soalnya dibuku selalu ada ceritanya.
Dari membaca, aku suka menulis. Apapun itu aku tulis karena aku suka menuangkan imajinasiku. Sayangnya aku tidak terlalu mendalami potensi itu, aku hanya menjadikannya hobi dan kini rasanya cukup sulit untuk menulisnya karena tidak pernah selesai.
Menjadi lebih dewasa, penilaian dan faktor lainnya menjadikan aku merasa tak "berbakat" hingga aku menyesalinya, mengandai apa yang bisa aku dapatkan jika waktu itu aku tak terlalu malas. Namun pada akhirnya, aku bukan malas hanya takut. Aku takut gagal, aku takut membuang waktuku pada hal yang aku tak percaya bahwa aku dapat mencapai sesuatu itu, aku takut penilaian orang lain. Padahal sebenarnya aku bisa jika mau berusaha dan gagal adalah hal yang biasa dalam hidup.
Kini, walaupun tak sempurna aku akan mencoba lagi. Aku tak mau memikirkan kedepannya dulu, hanya sekarang aku akan menulis untukku bukan karena hal lainnya. Aku ingin menemukan sosok kecil yang bahagia itu lagi.












