Final Chapter
Hari ini resmi aku mengatakan pada dunia bahwa duniaku luruh bersamaaan dengan turunnya hujan 🥺 Luruh seluruhnya.. Barangkali orang lain melihat aku yang bersemangat, aku jujur tidak mengerti antara itu semangat yang tersisa atau semangat untuk menutupi luka(?)
Sekali lagi .. Aku mendeklarasikan bahwa aku kehilangan permataku untuk selamanya. Ia jatuh ke dalam dasar laut. Aku tak mampu mengambilnya. Dan tak akan mampu. Lagiii.. Ungkapku dalam hayalan.
Tapi ternyata kalaulah kupikir dengan jernih. Definisi permata yang sebenarnya ada pada diriku bukan pada orang lain. Permataku masih tersimpan rapih bahkan tak pernah kuberikan pada seorang pun. Tidak atau belum entahlah.. Karna masadepan juga belum tentu datang
Perjuangan selama ini sudah ku tepis banyaknya deraian air mata tapi hujan sering mengguyuriku ditengah jalan seperti mendukung kesedihanku
Tapi hidup terus berlanjut, aku berusaha menjaga integritas diri.
Kali ini aku secara sadar melepas rasa yang terkubur bertahun-tahun akan aku hanyutkan bersamaan dengan turunnya hujan. Terserah mau dibawa kemana alirannya tapi aku sudah melepaskan itu Semoga akan ada hal baik untuk aku kedepannya yaa. Aamiin aamiin..
Yogyakarta, 25 Mei 2025
(23.59 WIB)


















