My Pregnancy Diary: First Trimester
Melalui artikel ini, saya ingin membagikan sedikit mengenai pengalaman kehamilan 3 bulan pertama saya dan beberapa ilmu terkait. Namun sebelumnya saya ceritakan terlebih dahulu mengenai usia dan tanda-tanda kehamilan.
Usia kehamilan dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Jadi misalnya Anda haid hari pertama tanggal 1 September (e.g selama 7 hari hingga tanggal 8 September) maka itu sudah dihitung Week 1 pregnancy. Loh kok bisa week 1 pregnancy? kan “bikin” aja belum :p
Well, week 1 pregnancy (selanjutnya disingkat Week 1) memang belum terjadi proses pembuahan. Kehadiran ovum dari organ reproduksi wanita pun baru terjadi di Week 2 (selama satu pekan setelah haid, inilah saat yang tepat untuk "bikin” dengan suami anda ). Nah pada week 3 kemudian sang ovum sudah bertemu dengan sang sperma (ceritanya sukses nih “bikinnya”). Kemudian terjadi implantasi (menempelnya ovum yang sudah dibuahi ke dinding rahim) Gambar 1. Waktunya sekitar 1 minggu setelah “bikin”.
Gambar 1. When Your Daddy Met your Mommy
Jadi mengapa dimulai dari hari pertama haid terakhir adalah untuk memudahkan perhitungan. Jika dituliskan week 14 of pregnancy, maka usia janin sebenarnya adalah 12 minggu (X - 2 weeks).
Biasanya saat implantasi terjadi pendarahan yang disebut sebagai implantation bleeding karena blastosis menempel di dinding rahim. Lalu terjadi lonjakan hormon HCG ( Human Chorionic Gonadotropin) dan beberapa hormon lainnya. Adanya HCG pada urin ini menjadi acuan pembacaan test pact.
Kalau di sinetron nih, biasanya pemeran utama wanita mual-mual lalu pemeran utama pria kegirangan karena istrinya hamil. Ya, mual dan muntah adalah hal yang umum dan sangat normal terjadi saat pregnancy. Hasil penelitian mengemukakkan bahwa kejadian mual dan muntah berkorelasi dengan kehadiran HCG, meskipun patologinya belum dapat diketahui secara pasti (a).
Kebutuhan Gizi Trimester I
Orang hamil disebut berbadan dua. Lalu apakah harus makan juga untuk 2 porsi? Tidak. Bahkan kenaikan kalori berada pada trimester 3 saja, yaitu sekitar 200-300 kcal (kalori ini sekitar 1-2 buah donut). Yang sangat menakjubkan, tubuh sang ibu benar-benar mengadaptasikan dirinya saat keadaan hamil. Dari perubahan sistem organ hingga lainnya.
Secara detail, banyak sekali zat-zat gizi yang harus dan tidak harus diperbanyak saat hamil. Salah satunya, kita dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat hingga 400 mcg/hari. Gunannya adalah untuk menunjang proses pembentukan tulang belakang dengan sistem sarafnya yang terhubung ke otak. Pernah lihat kejadian bayi berkepala besar atau bibir sumbing? Nah salah satu penyebabkan karena kekurangan asam folat. Contoh lainnya, kita tidak dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin A berlebihan, karena akan berdampak negatif. Jika dijelaskan lebih detail lagi satu persatu mengenai zat-zat gizi, artikelnya kepanjangan.
Hamil dan ngidam sudah tak asing didengar lagi, bukan? Ngidam ini bisa dijelaskan secara psikologi maupun ilmu gizi. Dosen saya pernah berkata bahwa apabila kita ngidam makanan sesuatu, kemungkinan (bisa jadi) tubuh kita kekurangan zat gizi tertentu yang terdapat dalam makanan yang kita idamkan. Tapi hipotesis penelitian itu tidak secara kuat dapat dibutktikan. Ngidam bisa disebabkan karena banyak faktor selain sugesti bisa juga karena “mumpung hamil saya mau manja ah minta makanan enak sama suami”. intinya, beragam jenis alasan yang mendasari ngidam, termasuk alasan dibuat-buat :p
Oh ya, dipenghujung trimester 1, saya sering mengalami kelelahan tanda kekurangan zat besi. Sayapun ngidam daging-dagingan (ngidam yang saya buat-buat karena saya tahu bahwa trimester 2 membutuhkan banyak sumber Iron/zat besi dan itu banyak di daging hewani hehe).
My Pregnancy and Healthy Tips
Sedikit berbagi pengalaman. Kehamilan 3 bulan pertama saya sangat menyenangkan. Saya mengalami mual biasa saja dan saya rasa tidak lebai. Saya juga tidak pernah muntah atau dibuat-buat muntah. Rasanya tidak seperti ibu hamil ala sinetron aja gitu. Nah tapi mual dan muntah yang berlebihan memang ada, namanya hiperemesis gravidarum. Sampai saat ini, saya masih penasaran untuk cari jurnal yang meneliti tentang status gizi dengan tingkat keparahan mual dan muntah. Jika Anda mencari tips-tips penghilang rasa mual, banyak kok (pastikan dari website official ya (artikelnya plus daftar pustaka jurnal ilmiah), jangan browsing yang abal-abal!).
Salah satu cara menghilangkan rasa mual adalah dengan mengonsumsi sumber makanan vitamin B6. Seingat saya 3 bulan belakangan ini, saya rutin mengonsumsi lebih dari 5 porsi sayur dan buah. Selain itu, saya juga sering mengonsumsi roti gandum namun saya belum mengonsumsi nasi merah (sereal utuh masih banyak mengandung vitamin B kompleks).
Jika kesulitan mengontrol makanan, minum susu formula 2 gelas (takarannya sesuai di kemasan) adalah cara yang terbaik. Saya hanya mengomsumsi 1 gelas (sekitar 50 g) sehingga saya akan mendapatkan sekitar 50% kebutuhan gizi lengkap dari segelas susu. Mengapa saya tidak minum 2 gelas? karena saya estimasikan saya sudah makan beragam jenis zat gizi yang saya kira-kira perhitungan gizinya sudah mencapai 50% bahkan lebih kebutuhan gizi harian. Selain itu, jika saya mengonsumsi 2 gelas rasanya kenyang sekali dan tidak ada tempat untuk sumber makanan lainnya. It depends on your body needs.
Selain itu, saya selalu berusaha untuk mengenalkan banyak makanan kepada calon anak. Pengenalan beragam makanan sejak dalam kandungan akan membantu anak balita dikemudian hari untuk tidak susah makan (salah satu cara sejak dini) (b). Tipsnya, biasakan untuk tidak selalu makan sumber karbohidrat/protein/lemak yang itu-itu saja. Usahakan mengonsumsi semua jenis makanan.
Saya membiasakan untuk makan sumber karbohidrat beragam bergantian seperti nasi, kentang, roti, jagung, ubi, singkong, sorgum, pasta, bihun/mie (meskipun proporsi nasi lebih sering, maklum budaya Indonesia).
Untuk protein, saya memperkenalkan semua healthy dan unhealthy (dalam jumlah sangat sedikit) protein. Selain yang paling sering adalah tempe, tahu dan ikan, unggas juga saya perkenalkan seperti daging ayam, burung puyuh, burung dara, bebek, entog. Untuk daging unhealthy seperti jeroan usahakan sedikit saja. Saya hanya makan 1-2 potong tetelan yang ada di soto tukang dagang (karena selain saya jijik mengonsumsinya, itu juga sangat unhealthy) tapi setidaknya bayi kita mendapat pengenalan unsaturated fat (the baby needs it!).
Tips berikutnya kenalkan beragam buah-buahan. Saya selalu berteori pada suami bahwa sumber makanan ini, baik dan sehat. Alhasil, suami pasti beliin apalagi untuk anak. Alhamdulillah beragam jenis buah sering kali hadir. Hmmm jika saya review, buah yang sudah saya konsumsi dan kenalkan pada janin diantaranya: pisang, mangga, sirsak, strawberry, jambu air, jambu batu, alpukat, lemon, melon, semangka, jeruk, apel, pear, buah naga, salak, pepaya, belimbing, nanas, nangka, tomat-timun-bengkoang (sebenarnya diklasifikasikan kedalam sayur dan umbi). Apalagi ya? sambil mereview apa yang belum saya makan :D
Untuk sumber sayuran, kayanya terlalu panjang artikelnya jika disebutkan satu-persatu.
Intinya, itulah beberapa tips dan pengalaman menyenangkan saya dikehamilan trimester I ini. Alhamdulillah rasanya tubuh ini kuat sekali dan anak tidak bawel dikasih makan apa aja engga pernah nolak minta muntah. Oh ya satu lagi, saya juga takjub meski tak jarang pulang jam 8 malam naik ojek malam-malam, kehamilan ini sangat kuat.
Regardless of your physiology and the body, asupan makanan yang benar akan membuatmu kuat! Really, saya sangat merasa kuat dan tak pernah lelah selama hamil ini. Nah mungkin salah satu tips diatas dapat membantu memperkuat kehamilan muda Anda!
Kehamilan adalah hal ajaib dari Allah. Kecemasan akan kesehatan janin dan ibu, semuanya ada di tangan Allah. Selain faktor gizi dan teori ilmiah diatas, sekali lagi, apapun Allah lah yang menentukan. Namun jika melalui ciptaannya kita bisa berusaha (dengan makan bergizi dan aktivitas fisik), mengapa tidak!
a. Lee, N.M. and Saha, S., 2011. Nausea and vomiting of pregnancy. Gastroenterology clinics of North America, 40(2), pp.309-334.
b. Wadhera et al. 2015. Teaching children to like and eat vegetables. Appetite. 93(1) pp, 75-84