Komunikasi Antar Pribadi, Biar Menjadi Kenangan
Lagu yang berjudul “Biar Menjadi Kenangan”, menggambarkan sebuah hubungan antarpribadi antara pria dan wanita yang saling mencintai. Sesuai dengan karakteristiknya, hubungan antarpribadi dapat ditemukan pada orang – orang yang memiliki ketergantungan satu sama lain. Dalam lagu, sang wanita sangat bergantung pada sang pria, begitu juga sebaliknya atas dasar rasa cinta. Namun, mereka berdua tidak dapat bersatu.
“Walau kita tak kan pernah satu, Biarlah aku menyimpan bayangmu”.
Karena keadaan tidak memungkinkan mereka untuk bersatu. Sang pria selalu terbayang oleh wanita lain.
“Wajahnya selalu terbayang, Saat kau disisiku”.
Maka dari itu timbulah konflik.
Berdasarkan bentuk – bentuk konflik menurut DeVito, di dalam lagu tersebut terjadi relational conflict, yaitu konflik yang terjadi dalam hubungan yang lebih mendalam, meluas, dan personal. Dalam konflik ini yang dipertanyakan adalah interaksi yang terjadi. Seperti yang tertulis pada bait pertama dari bagian refrain lagu,
“Aku dan kamu tak kan tahu, Mengapa kita tak berpisah?”
Di sisi lain, jika berdasarkan bentuk – bentuk konflik menurut Miller dan Steinberg, konflik yang ada pada lagu adalah konflik ego. Sang wanita mempertanyakan tentang kepastian hubungan, ini adalah ego yang muncul untuk menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang wanita. Pada akhirnya sang wanita menjadi defensif.
”Tetes air mataku, tak tertahan lagi, Menanti kepastian tentang kita”.
Namun,sang pria juga tetap mempertahankan egonya, dia tetap tidak bisa menentukan dan memilih membagi hatinya.
“Maafkanlah sayangku, atas keadaan. Kamu tak pernah jadi kekasihku. Wajahnya selalu terbayang. Saat kau disisiku”.
Sumber konflik dalam lagu ini berdasarkan keputusan yang dibuat. Sang pria lebih dominan dalam mengambil keputusan, sehingga sang wanita merasa tersakiti. Ini dapat dikaitkan dengan power yang dimiliki sang pria dalam hubungan yang terjalin. Berdasarkan salah satu prinsip power, yang menyatakan bahwa power mengikuti prinsip kepentingan yang paling sedikit. Dalam lagu, dapat “terlihat” betapa lebih tergantungnya sang wanita kepada sang pria, dibandingkan dengan sang pria kepada sang wanita. Buktinya adalah sang wanita menerima ketika sang pria membagi hatinya. Selain itu sumber konflik lain adalah perilaku sang pria yang masih membagi hatinya dan tidak mampu menentukan pilihan.
“Ku beri segalanya semampunya aku, Meski cinta harus terbagi dua”.
Dalam lagu, hubungan antarpribadi yang terjalin, sudah sampai pada tahap deterioration stage, ketika hubungan yang ada memudar namun belum resmi putus. Mereka masih bersama, namun tidak bisa bersatu. Maka dari itu diperlukan tahap selanjutnya yaitu, repair stage. Mereka berdua harus memperbaiki hubungan. Ada dua pilihan, kembali intim atau memutuskan ikatan. Menurut saya, jika mendengar lagu ini, sepertinya mereka berdua lebih memilih hubungan antarpribadi yang telah terjalin menjadi sebuah kenangan saja. Atau dengan kata lain, mengakhiri hubungan.
“Dan biarkanlah semua menjadi kenangan, Yang terlukis dihatiku
Meskipun perih, Namun tetap selalu ada disini”
(Lagi buka file-file kuliah zaman dulu. Ini tugas Matakuliah Komunikasi Antar Pribadi, Vokasi Komunikasi UI.)










