Aku Tak Secantik Mantanmu
Malam Minggu, seperti biasa, aku bertelepon dengannya, priaku yang jauh di sana.
Dia: “Gimana tadi, udah jadi kondangan ke temenmu?”
Dia: “Sama siapa jadinya?”
Aku: “Aku sama Mbak Lusi kondangannya, soalnya tadi temenku yang satu nggak ada kabar. Tau kan Mbak Lusi, temen SMP kita dulu.”
Dia: “Iya tahu. Lusi itu mirip mantanku.”
Aku: (terdiam sejenak, entah sepertinya irama degup jantungku berubah seketika, namun aku berusaha tenang) “Oh iya? Mantan yang mana?”
Aku: “Siapaa?” (tanyaku seolah dengan nada bercanda, padahal dalam hati aku cukup baper)
Akupun langsung mengalihkan pembicaraan perihal kondangan teman yang tadi aku datangi. Aku tak ingin menyiksa hati dengan memelihara kebaperan yang datang tiba-tiba ini. Sejujurnya aku cukup baper, tapi yasudahlah, toh secantik apapun wanita itu hanyalah masa lalunya.
Mungkin Ia sekedar teringat, ketika aku menyebut nama sahabatku “Mbak Lusi”. Mbak Lusi memang cantik, hitam manis, wajahnya luwes, anggun, njawani kalau orang jawa bilang. Dia juga pernah bilang dulu, bahwa mantannya yang bernama “Ayu” itu mirip dengan sahabat kecil sekaligus tetanggaku ini. Jadi mungkin ketika aku menyebut nama “Mbak Lusi”, dia mengasosiasikan Mbak Lusi dengan mantannya, tergambar sekilas di benaknya.
Aku pernah stalker si Ayu. Dan memang si Ayu cantik, manis, lebih muda dariku. Dari sekian banyak mantannya, Ayu adalah salah satu top 3 yang paling cantik. Ya, dia pernah menyatakannya. Sedangkan kecantikanku itu level rata-rata KKM, interval 1-10 nilaiku 7,5 katanya. Agak nyesek sih, tapi ya itu realitanya, aku terima.
Ngomong-ngomong masalah tampilan, kecantikan, aku memang tak lebih cantik dari mantan-mantannya terdahulu. Aku berbadan gendut, berkulit gelap, sedangkan standar cantik banginya (menurutku, berdasar hasil pengamatan) adalah wanita langsing berkulit putih. Gigiku juga besar-besar, agak maju. Sedangkan dia, pacarku, lelaki tampan, beralis tebal, berjambang, berkulit cerah (pantas saja mantannya sepuluh).
Sesekali aku merasa minder bersandingan dengannya. Apalagi melihat masa lalunya dilalui dengan para wanita cantik. Sejujurnya aku memang cuek dengan penampilanku ini, aku merasa nyaman-nyaman saja, karena aku memang orangnya sederhana. Terlalu apa adanya dan memang malas merawat diri. Dan aku pun berharap dia memutuskan menjalani hubungan denganku bukan karena tampilan fisik semata. Tapi memang realitanya pada hampir semua lelaki, fisik wanita cukup berpengaruh. Banyak hasil riset tentang ini juga. Tapi inilah aku adanya, meski aku tak secantik mantannya.