Kompleks Baru di Sawah Kita
Gubuk kecil di samping irigasi
Berdiri tegak memandang lahan
Kini sawah tak lagi ditanam padi
Ada pondasi menjalar perumahan
Ingatanku tentang udara pagi
Tirai merah muda di jendela langit
Masih tertata rapi di kaki gunung
Yang bersaksi tentang bidang rimbun
Bahwasannya dulu aku di sana
Mengejar burung pipit yang ribuan
Sembari menyeret layangan
Lalu berteriak lantang di atas lumpur basah
Petani di petak sebrang pun terbahak-bahak
Menambah keriput di sekitar bibir juga mata
Sedang yang melamun sesekali mengusap peluh
Duduk cangkruk menyeruput kopi buatan cucu
Burung-burung pun terperanjat
Barangkali tersedak bulir atau walang
Mabuk kepayang lantaran kenyang
Sempoyongan ke kiri dan ke kanan
Masa sejuk masa subur masa lalu
Anak muda malu-malu menenteng cangkul
Gadaikan warisan kakek dan nenek buyut
Demi iming-iming kebutuhan hidup lebih mujur
Diuruk menjadi tanah baru
Padat, keras, dan tak tahu untung
Ladang padi tumbuh rumah baru