Apakabar? Satu kata itu yang selalu menjadi permulaan dari lontaran kata kata lain dari mulutmu. Untaian demi untaian kata yang entah datang darimana, keluar dari mulutmu yang indah itu. Dan aku tak tahu apa yang menggerakkan bibir ini untuk menjawab, menjawab apapun yang kau tanya. Dan aku lebih tidak mengerti, getaran apa yang menggerakkan otakku untuk berjalan, mencari kata kata dan pertanyaan pertanyaan yang, kukira tidak akan terlempar dari bibir ku, dari otakku yang kosong. Tidak seperti mu. Kau, kau yang aku kagumi karena kepintaranmu (yang jarang kau gunakan di kelas), yang aku takuti akibat kebijaksanaanmu (walau terkadang kau congkak), yang tanpa aku sadari, aku inginkan. Aku mencintai mu.












