Oh How I Love My Job
Tidak pernah terpikir sebelumnya untuk kerja jadi seorang marketer. Yes, I love to say it as marketer. Pekerjaan yang suka diremehkan orang tapi ternyata tidak semua orang ‘bisa’ menjalaninya.
Setelah sadar banget kalo ternyata back office is not my thing, dan berhubung termasuk orang yang bosenan, keluar kantor seharian, ketemu orang beda-beda setiap hari ditambah lagi dengan adanya angka yang harus dicapai di akhir tahun (oke inilah penjelasan singkat tentang ‘target’) jadi hal yang menantang dan menyenangkan.
Ada seni yang harus dipelajari untuk jadi seorang marketer, dimana kita gak selalu ketemu dengan orang yang setipe, lawan bicara kita gak selalu dua arah, belum lagi yang agak ‘malu-malu’ (sebut saja begitu) untuk ketemu dengan kita padahal kita sudah jauh-jauh datang berkunjung. Oh yeah…
Tau banget kok, banyak orang yang meremehkan pekerjaan seorang marketer. But deeply in my heart and mind, I am so thankful God give me this kind of job and absolutely I am enjoying it.
Here some must-to-do list that I did everyday:
Dress well
Make up
Read news
Open Instagram/path
Check every status in bbm or whatsapp or line
Check email
Recharge my mobile phone
Prepare my name card
Bring my visit list
Bring my notebook
Dress well, marketer adalah seorang duta dari perusahaannya. Kalo marketer-nya aja kucel, apa gak dikira kantornya abal-abal ?
Make up, marketer harus enak dilihat jadi wajah kita meninggalkan impresi yang baik buat setiap orang yang kita temui.
Read news, guna menghindari dead air, bacalah berita.
Open IG/Path, this is 2016 and you still don’t have IG or Path? Poor you.
Check every status, bahan pembicaraan yang menarik, termasuk jadi informasi tambahan biar ada obrolan.
Check email, salah satu bentuk service terbaik kita adalah responsive.
Recharge mobile phone, kalo handphone kita aja mati trus orang mau kontak lewat mana? Kantor pos?
Prepare name card, ini senjata jitu marketing, sediakan paling tidak 5 box kartu nama dan sebarkan kepada siapapun. Karena kita tidak pernah tau siapa ‘jodoh’ kita.
Bring visit list, saking banyaknya account yang dipegang, harus selalu bawa list visit ini. Karena kita ini manusia pelupa.
Bring my notebook, selain terlihat professional, kita bisa langsung catat request klien. Sekali lagi, karena kita ini manusia pelupa.
Sekiranya begitulah sebagian keasikan jadi seorang marketer, but it takes passion to enjoy your job. Because at the end, Love your job not your company.








