Thank you, Lord, for You have been so good to me. You send me a good friend to be my supporting system. I cannot thank You enough for this.
h
tumblr dot com

@theartofmadeline
AnasAbdin
Alisa U Zemlji Chuda

No title available
art blog(derogatory)

No title available

Andulka
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
cherry valley forever
ojovivo
Not today Justin

blake kathryn
🪼

oozey mess

⁂
Keni
$LAYYYTER
Today's Document
seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Israel
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
@rhewijaya
Thank you, Lord, for You have been so good to me. You send me a good friend to be my supporting system. I cannot thank You enough for this.
Some people hits their expiration period in our life, and that should be fine.
I miss our easy Sunday.
If you leave her, make sure she’s not the love of your life. Otherwise you will meet her one day, on an autumn street, yellow leaves blowing about her, her arms full of her child and a happy marriage. And she will as you expectantly, her eyes gleaming, hoping you found happiness too, “What did you trade me for?” And you will not be able to answer. Because all you traded true love in for is empty hands and a half full life.
Nikita Gill (via meanwhilepoetry)
I can relate to this
Bilakah kau menepi di labuhku? Bilakah kau menjauh? Membentang kau jelas di sana, namun tak teraih
Tiap Senja, Float
I learn to let go
You have to find the right distance between people. Too close, and they overwhelm you, too far and they abandon you.
Hanif Kureishi, Intimacy (via
hplyrikz
)
Clear your mind here
(via hplyrikz)
Sometimes we get sad about things and we don’t like to tell other people that we are sad about them. We like to keep it a secret. Or sometimes, we are sad but we really don’t know why we are sad, so we say we aren’t sad but we really are.
Mark Haddon, The Curious Incident of the Dog in the Night-Time (via books-n-quotes)
Some friends asked me, why always fall in love with intelligent people & whom i could enjoyably converse with.
Then I answered “Because intelligence and thought are the only thing that most certainly will not be robbed by thief like money and diamond, nor faded by time like physical appearance. And as we grow up, engaged in beautiful conversation will be the thing that matters most.”
I don’t know when i fell for you, but the next thing i know: you left and my heart is broken.
Percayalah hati, lebih dari ini Pernah kita lalui
Sementara, Float
No, don't wanna be the only one you know I wanna be the place you call home
Hamburg, Keane
Too many books to read, too little time :’(
Seperti hadirmu, di kala gempa Jujur dan tanpa bersandiwara
Hujan di Mimpi, Banda Neira
Kepeleset Bahasa di Pilkada
Saat sedang istirahat kemarin siang, saya sempat membaca mengenai Ahok yang dituduh menghina Al-Quran. Saking hebohnya tuduhan itu, bahkan sampai dibuat petisi segala di Change.org – meski hari ini telah dihapus.
Dalam video itu Ahok sedang berbicara di depan para nelayan di Kepulauan Seribu. Cuplikan kata-kata yang bikin banyak orang kebakaran jenggot adalah seperti ini, “Saya masih sampe Oktober 2017. Karena bisa saja dalam hati kecil bapak-ibu nggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pake surat Almaida 51 macem-macem gitu. Itu hak Bapak-Ibu. Jadi kalau Bapak-Ibu merasa, nggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, ya nggak apa-apa. Karena kan ini panggilan pribadi Bapak-Ibu. Program ini jalan saja. Jadi Bapak-Ibu nggak usah merasa gak enak. Dalam nuraninya nggak bisa pilih Ahok.”
Nah, sebelum saya lanjutkan, perlu saya tekankan terlebih dahulu kalau yang mau saya bahas di sini bukan mengenai peta perpolitikan antar Ahok vs Anies vs Agus ataupun keseluruhan pidatonya tapi lebih ke tata bahasa yang sesungguhnya sederhana. Saya bukanlah ahli bahasa, pun bukan anak sastra, tapi serius deh, ini perkara sebenernya cemen banget.
Mari kita perhatikan baik-baik, Ahok itu bilangnya gini:
“Karena dibohongin PAKE surat Almaida 51 macem-macem gitu.”
Nah kan, kalau dicermati baik-baik, Ahok itu bilang PAKE surat Almaida, bukan OLEH surat Almaida. Emang ada bedanya? Iya dong. Kalau bilangnya menggunakan kata “pakai” berarti ada orang yang memakai surat Almaida untuk berbohong. Sedangkan kalau menggunakan kata “oleh” berarti yang dimaksud memang surat Almaidanya (atau dalam hal ini Al-Quran) yang dituduh berbohong. Jadi maksud Ahok adalah, ada oknum-oknum di luar sana yang menggunakan surat Almaida untuk bohong-bohongin atau memanipulasi orang melalui surat Almaida.
Ini sebenarnya sama aja dengan kalimat “Dimas kanjeng pake agama untuk menipu pengikutnya”. Apakah kemudian kalau ada kalimat itu berarti agamanya yang salah? Justru Dimas Kanjengnya yang salah karena menggunakan agama.
Kalimat yang sangat sederhana, tapi banyak yang kepeleset.
Mungkin karena kalimat ini diucapkan oleh Gubernur DKI yang banyak dibenci orang karena kaum minoritas (non-muslim dan Tionghoa), ngomongin soal ayat Al-Quran pula, langsung lah dengan mudahnya dipelintir sama haters. Ditambah lagi imej Ahok yang ceplas-ceplos, sehingga terkesan Ahok ini ngomongnya gak difilter dulu.
Sudah begitu, orang Indonesia kebiasaan gak ngecek dulu, gak dipikir dulu, belom apa-apa udah pake emosi bukannya pake otak.
Lagi-lagi, yang salah bukan emosi atau otaknya, tapi orangnya. Hehe.
The Gentleman’s Guide Here