Back to 2024
2025 sudah lewat 25 hari dan aku baru dapat menceritakan bagaimana 2024 kulewati dengan berbagai macam obstacle, meski kejadiannya tidak terlalu kuingat namun rasanya masih sedikit kuingat, kumulai dari :
Januari aku sudah merasa bahwa tahun 2024 bukan tahunku ternyata semua juga terjadi pada semua orang namun ini baru pembuka aku mencoba untuk positive thinking
February kujalani dengan santai tidak ada beban yang berat karna saat itu aku bisa menonton Jonas Brother hahahaha
Maret sudah mulai bermunculan obstacle2 yang ringan namun Puji Tuhan masih bisa kuhadapi dengan tenang
April rasanya ingin meledak isi kepalaku tapi tetap bisa kuhadapi dengan santai
Mei kembali dihadapkan dengan obstacle yang cukup berat namun beruntungnya aku masih bisa menonton Niall Horan dari dekat jadi itu hal yang bisa kusyukuri
Juni penyakitku mulai kambuh lagi karna sepertinya saat itu aku mulai stress dengan berbagai macam hal dan jujur aku tidak bisa menghadapi nya sendiri beruntungnya aku punya Tuhan yang Maha Kasih jadi semua bisa terlewati dengan aman
Juli semua kondisi mulai chaos terutama kesehatanku yang semakin memburuk ditambah kondisi lingkungan Jakarta sangat2 kotor yang menjadi trigger penyakitku kambuh aku berusaha mencari dokter yang cocok namun tidak kunjung kudapatkan
Agustus masih dengan kondisi kesehatan yang naik turun terus mencari dokter yang dapat memberikan penjelasan yang benar2 jelas tentang penyakitku namun semua sama saja hasilnya nihil
September aku berulang tahun seperti biasa tidak begitu menarik hanya saja aku bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk bertobat untuk kesekian kalinya
Oktober masih dengan struggle awal dan semakin stress karna salah pilih dokter yang berujung wrong diagnose dan penyakitku semakin memburuk satu badanku bernanah dan berdarah karna obat yang diberikan tidak sesuai dengan penyakitku
November aku sudah mendaptkan game changer untuk kulitku karna aku sudah mendapatkan dokter yang dapat menjelaskan penyakitku sebenarnya apa namun karna menggunakan bpjs kesempatanku hanya 3x pertemuan setelah itu harus menggunakan biaya pribadi yang tentu tidak murah lagi-lagi itu membuatku stress dan penyakitku mulai kambuh lagi
Desember tiba-tiba diberikan kejutan oleh Tuhan dan aku memutuskan untuk resign dari kantorku untuk berpindah ke tempat kerja baru pada tahun depan rasanya campur aduk harus meninggalkan teman-teman di Jakarta Namun aku percaya semua ini sudah direncanakan oleh Tuhan sebaik mungkin meski banyak sekali ketakutan akan ketidakpastian kedepannya seperti apa namun aku mencoba untuk percaya bahwa ini bagian dari rencana Tuhan yang indah, meski rasanya begitu baik tapi disatu sisi hatiku hancur setelah pemeriksaan darah dan hasilnya jelek dan aku harus memeriksa darah ke rumah sakit yang khusus ada penanganan penyakit tersebut untuk memastikan penyakit tersebut benar ada atau tidak di tubuhku, dari kabar indah yang tbtb kudapat pada satu waktu pula aku mendapatkan kabar buruk rasanya seperti Tuhan tidak adil tapi lagi-lagi aku tidak boleh menyalhkan Tuhan, karna Dia Maha Baik dan rancanganNya bukanlah rancangan kecelakaan melainkan rancangan Damai Sejahtera……
Hingga pada akhirnya aku mencoba berdamai dengan keadaanku saat ini, dan sekarang sudah memasuki tahun 2025 yang mana semua hidupku harus berubah dan menjadi berbuah yang baik, kutinggalkan sifat2 buruk yang merugikan diriku sendiri dan orang lain, aku mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih tough dan lebih baik lagi meskipun ada banyak sekali hal yang harus kubereskan sebelum aku menginjak usia 30 aku memikiki tekad untuk membereskan masalah-masalah duniaku, meski saat ini aku tidak begitu yakin apa yang akan terjadi padaku dimasa yang akan datang, semua tetap kuserahkan hanya kepada Tuhan yang Maha Kuasa. ✨🥹











