Mimpikan Nantikan
Hujan selalu datang kembali, meski ia tahu rasanya perih jatuh berkali-kali. seperti saat pertama kali aku berkata, maukah kamu menjadi hiasan di ingatanku ? Tanpa ragu aku menunggu dan meyakini, bahwa aku ingin berakhir di sisinya, menghitung keriput di wajahnya, menutup kepalanya dari hujan, meniup debu di matanya dan mengukir semua kenangan di setiap celah ingatannya.
Penantianku panjang, dan tulisanku lantang.
Namun kadang langitku tanpa bintang.
Sejauh lintasan perdebatan yang terlewati, Emosinya Cepat. Matanya Binar dan Egonya tinggi. Namun ia lemah, saat kakiku melangkah, kemudian aku berjanji. Untuk tidak pergi lagi.
meski semua tidak akan indah pada waktunya, ia akan selalu indah Dimataku dan akan selalu kunantikan.
Aku sempat pamit kepada senyuman. Dan memaku wajahku tanpa perasaan, seperti lupa bahwa kadang sesekali aku ingin diperjuangkan. Kemudian aku kembali datang dan meminta maaf kepada hujan. Bahwa sekali lagi, Aku ingin jatuh
Atas dasar Cinta
Hanya untuknya yang sedikit saja tidak sanggup ku hiraukan.
- Sanji 26/04/01









