Ironi itu, mengaku takut neraka dan adzab kubur, tapi sesubuh ini kita dengan sangat berani masih pulas di tempat tidur.
— Taufik Aulia
official daine visual archive
d e v o n
Show & Tell
Misplaced Lens Cap
h
art blog(derogatory)

⁂
occasionally subtle
Mike Driver
hello vonnie

Kiana Khansmith
No title available

if i look back, i am lost

JVL
tumblr dot com

No title available

Kaledo Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Discoholic 🪩

No title available

seen from Ireland

seen from Belgium
seen from United States

seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from T1

seen from Argentina

seen from Singapore

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
@nofnofi-blog
Ironi itu, mengaku takut neraka dan adzab kubur, tapi sesubuh ini kita dengan sangat berani masih pulas di tempat tidur.
— Taufik Aulia
Mayoritas orang-orang bahagia justru tidak mengumbar kebahagiaan di sosial media. Sebab, mereka yang benar-benar berbahagia, tidak lagi butuh pengakuan, pencitraan atau pembuktian akan kebahagiaan mereka itu—apatah lagi dari manusia-manusia maya?
Pastikan diri pada kondisi yang baik
Pernah? Hayo ngaku 😄
Peraduan butiran air di dalam alam, membuat otak dan hatiku ikut beradu. “Kau banyak sekali pertanyaan soal kehidupan!”, kata hati terhadap otak. “Tentu saja, karena aku yang berpikir dan kau yang merasa!”, saut otak. Because throughs create feels
Kasih Yang Tercinta
Ibu...
Ada cintamu, ada cintamu disetiap tetesan lautan semestaku
Betapa kau selalu mendulang keikhlasan dalam kehidupan
Kau tak pernah berharap diberi taat dan bakti
Itu karena hatimu meluaskan laut keikhlasan untuk sang buah hati
Ibu...
Ada kasihmu, ada kasihmu disetiap atap langit duniaku
Betapa dekapanmu meneduhkan relung-relung tikaman kehidupan
Kau bukan saja meneduhkan tapi kau juga menenangkan
Unsur apa yang membuatmu seperti itu Ibu?
Ibu...
Ada sayangmu, ada sayangmu disetiap lapis-lapis bumi
Rasa sayangmu mengenalkanku bagaimana bersanding dengan Pencipta
Kau tak pernah mengajariku untuk berjalan berjalan dalam keluhan
Namun sikapmu membawa kemahaan dalam menapaki impian
Ibu...
Ada kerinduanku, ada kerinduanku disetiap jarak yang ku tempuh
Betapa wajahmu selalu membayangi langkah-langkah perjalanan
Waktupun perlahan merampas daya dan staminamu
Kini ia menyisakan kerut yang membuatmu semakin renta
Ibu...
Ada doaku, ada doaku disetiap sujud penghambaan ibadahku
Tak pernah luput dari ucapku atas keberkahan disetiap umurmu
Apalah yang bisa aku beri, jika segala kebaktianku bagaikan debu
Rabbigfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shoghiiroo
Ibu, Ibu, Ibu...
Semoga keridhaanmu selalu mengantarkan anakmu untuk terus berendah diri dan patuh kepadamu, Ibu
Rabbi...
Aku menjadi saksi atas segala amanah-Mu dalam pundak Ibuku
Ibuku telah mengenalkanku pada-Mu
Ibuku telah menyampaikan bahasa cinta-Mu
Ibuku telah menyalurkan kasih sayang dari-Mu
Maka cintai dan kasihilah Ibuku
Seperti Engkau mencintai kekasih-kekasih-Mu
Terkadang aku mengambil pelajaran dari pegalaman atas dasar opini yang timbul dari akalku yang dangkal ini, Belum dari sudut pandang mereka yang lebih banyak pengetahuannya.
Dan itu yang sedang dan harus aku pelajari!
Aku wanita, dan jilbab adalah identitasku. Aku mengenal jilbab sebagai tanda pengenalku, bukan sebagai mode apalagi style. Posisi jilbab memiliki sebuah ruang dan memainkan peranan yang tentu bertujuan, bukan. Karena jilbab adalah bagian dari agama yang merangkai segala peristiwa kehidupan. . Agama tidak saja masalah tindakan dan praktik, tetapi juga persoalan pengkajian yaitu kitab suci sebagai pedoman hidup. Dan jika kehidupan ini memiliki tujuan ataupun pedoman untuk hidup, maka mengulurkan jilbab merupakan salah satu praktik agama yang diprakarsai oleh kitab suci. Penekanan fungsi jilbab dalam islam adalah pertama, untuk menutup aurat. Kedua, menjaga dan melindungi kesucian, kehormatan dan kemuliaan. Ketiga, menjaga identitas agar mudah dikenal sebagai perempuan yang baik-baik, yaitu muslimah. . Masalah muslimah bukan hanya dengan jilbabnya, masih relevan atau tidaknya, tetapi juga tentang hati yang memberikan pengaruh karakter terhadap pakaiannya. Memang, bahwa pakaian tidak menciptakan akhlak, tetapi dia dapat mendorong pemakainya untuk berakhlak. Pakaian terhormat mengundang seseorang untuk berperilaku serta mendatangi tempat2 terhormat. . Lagi... . Jilbab tidak untuk menutupi pikiran apalagi wawasan, ia pun mampu menyandang pengetahuan secara luas. . Jika ada yang menyela, gpp g berjilbab yang penting hatinya yg berjilbab. Maka yang menjadi pertanyaan adalah bukan bagaimana menjilbabi hati tapi, “bagaimana menjilbabi hati yang benar?” because the heart is point of soul 🖤 #quotes #quoteoftheday #quotestoliveby #narasi #jilbab #hijab #wanita #woman #muslimah #mind #inspiredbywoman #blognofnofi #sketchfrompinterest
Siapa yang paling memahami inginnya diri? Siapa yang paling mengerti maksud hati? Mengapa harus orang lain yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu? Jadilah ratu bagi standart keberhasilamu Jadilah pengendali bagi kebahagiaan hati sendiri. Karena Kebahagiaanmu bukan tanggung jawab orang lain!!!
J E D A Jeda itu mencipta jarak, mengintonasikan waktu dan tentu melafalkan nada rindu. Ini tentang lantunan Jeda, “Jeda antara Doa dan Pengijabahannya”
Doa mampu membungkus segala cita dan cinta. Bukankah harapan dari doa adalah atas keterkabulannya? Tentu rindu bukan, rindu untuk mengenggam segala angan. Dan dalam rindu ketercapaian terdapat jeda, jeda yang akan melantunkan ritme pencapiannya. Jeda akan melukis panjang, pendek, dan sedangnya rayuan-rayuan doa dari Sang Hamba kepada Tuhannya. Ketika Allah memberikan jeda yang pendek atas pengijabahanya doamu, bukankah kau bahagia? Merasa bahwa Allah benar-benar mendengarkan doamu. Namun ketika doamu tak kunjung dikabulkan-Nya, akankah engkau tetap merayu atas segala keagungan-Nya? Jika Tuhanmu memberikan bukan seperti yang kau inginkan, masihkah engkau akan bersimpuh?
Broken, hopeless, negative thingking, life is not fear?
Hey... jangan merebut peran Tuhan!. Menyatakan bahwa jika aku menjadi ini aku akan begini, jika aku mendapatkan itu aku akan begitu, seolah-olah menetapkan bahwa semua impianmu adalah yang terbaik bagimu, mengatur hidup yang seharusnya begini dan begitu, berambisi untuk merangkai kehidupan sendiri, lantas ketika Tuhan tak memberi atas segala keserakahan inginmu, apakah engkau masih berlaku menjadi hamba yang baik? Sedangkan Tuhan yang seringkali perannya kita recoki, Kemahaan-Nya sama sekali tak terganggu. tetap menjadi Tuhan Yang Maha Baik.
Cobalah sejenak mengingat lembaran kisah Nabi Zakaria ‘alaihi assalam. Adalah Nabi Zakaria yang mendambakan buah hati dari awal pernikahanya, namun hingga memasuki usia senja keinginan beliau belum juga terpenuhi. Dan bagaimana Ia mengisi jeda antara harapan dan kenyataan? “Ketika Zakaria menyeru Tuhannya dengan seruan lemah lembut” (QS. Maryam : 3) Zakaria tak pernah putus asa dalam berdoa, tak pernah merasa kecewa kepada Tuhannya, ia terus melemah lembutkan suaranya untuk meminta, Merayu Tuhannya dengan keindahan bahasa, penuh dengan kerinduan dan ketawadhuan. “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban” (QS. Maryam : 4). Lihatlah Nabi Zakaria yang mengisi jeda dengan segala keyakinannya bahwa Allah pun akan memberikan rezeki kepada siapapun yang dikehendakinya. Sering kali kita ini tak beradab dalam berdoa ooh bukan kita, mungkin aku Menyebut asmanya, mengagungkan segala keterpujianNya dan lantas mendikte-Nya agar kabulkan rentetan permintaan. Tidakkah kita malu pada Nabi Zakaria? Ia memanggil Tuhannya dengan seruan paling mesra, diakuinya bahwa ia adalah hamba yang lemah dan penuh keterbatasan sebagai manusia itulah mengapa ia memohon pada kekuasaan Tuhannya. “Dan tidaklah pernah aku, didalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku, merasakan kecewa” (QS. Maryam : 4) Seseorang yang sudah tua dan begitu lamanya mendamba keturunan dari awal pernikahannya hingga ia telah senja mengatakan bahwa, “ia tak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Nya”. Bagaimana bisa sesorang yang telah berpuluh-puluh tahun meminta dengan penuh kepatuhan tetap bisa mengatakan ia tak pernah kecewa ketika Tuhannya belum jua mengabulkan permohonanya. Hanya dengan keimanan lah yang dapat melakukan ini.
Nabi Zakaria ‘allaihi assalam telah mengajari kita bahwa jeda antara doa dan pengijabahannya adalah percintaan antara hamba dengan Tuhannya Adanya jeda bukan berarti mengabaikan doa, justru Dia cintai rayuan hambanya.
Percayalah bahwa semua jawaban dari doa adala “iya” : 1. Iya, Aku beri sekarang 2. Iya, nanti dulu 3. Iya, Aku punya yang lebih baik bagimu
“Berikanlah makna terindah pada segala kepatahan, termasuk dalam patah mimpi dan patah hati” Allah itu Maha Romantis
Kamu Cantik dengan Jilbab lhoo
M: Mbak sejak kapan pake jilbab? Kok bisa pake jilbab?
N: :) sesungguhnya aku dulu orangnya tombooi abis. Nggak punya rok, kalau sekolah pake topi, jalan kayak laki, basket, voli, pernah dimarahin guru krn pondok ramadhan pun aku pake celana, dan yang paling parah lagi dulu sempet minta beliin motor tiger. Aku mulai pakai jilbab SMA kelas X setelah lebaran. Itupun masih buka tutup. Bisa dibilang itu awal-awal udh mulai tobat tuh.
M: Mbak kapan mulai syar’i? Kok bisa berjilbab syar’i? Nggak gerah apa?
N: Aku masih belajar. Aku masih sangat belajar. Aku nggak gerah, justru menurutku sangat nyaman ya meskipun kalau orang lihat itu malah ribet but i’m enjoyed. Cari bahanya yang lembut, adem, dan nggak nerawang. Beli di @azza_moslemwear (upss promosi). Kalau kamu tanya kok bisa syar’i? Sebenarnya aku nggak bisa apa-apa lagi. Jangankan syar’i bahkan untuk sekedar shalat dan mengucapkan shalawat aja bukan atas kemampuanku sendiri, itu karena taufik dan hidayahnya Allah. Apa yang bisa dilakukan hamba selain berdoa dan berusaha. Jangan kamu kira orang yang berjilbab lebar itu pasti lebih baik dari pada orang yang berjilbab biasa. Kita nggak pernah tahu kan dibalik hati-hati yang tersembunyi. Itu semua atas kehendak Allah.
M: Mbak jualan jilbab? Kenapa milih jilbab?
N: hehehe iyaaa. I wanna be womanpreneur. Aku pengen berkarya, aku pengen jadi manusa yang bermanfaat. Kalau jilbab, aku ingin membantu memenuhi kebutuhan primer kaum hawa.
M: sebelum mbak taubat itu nggak diolok-olok sama temen?
N: jangan salah. Bahkan nggak jarang kita yang mau berbuat baik aja belum tentu semua orang dapat menerima dengan baik. Aku dulu nggak tau juga sih kenapa bisa jadi feminin. Padahal dulu bener-bener tomboi abis. Terakhir kmrn temenku SMP waktu ketemu aku aja kaget, “loooh Nof, kok kamu jadi cewek gini?”. Hahaha Horor ya pertanyaanya dia. Bahkan dulu sampai pecah belah lho sama temen deketku SMA yg sama2 tomboi. Katanya aku berubah. Hihihi kamu kalau mau kerja ngasih surat lamaran dulu kan? Kita musti cari kerjjaan yang sekiranya sesuai dengan passion kita. Ya sama kayak hidayah, hidayah itu nggak cuma sekedar kita tunggu. Kamu bisa kalau kamu mau itu kuncinya. Dalam setiap doaku itu bukan hanya tentang apa yang aku mimpikan, bukan hanya tentang apa yang aku inginkan, tapi aku selalu berdoa agar hati selalu dalam genggaman-NYa. Berdoa agar kita selalu dalam hidayah dan taufik-Nya. Bukankah hati berbolak-balik? Kalau saat ini aku bisa berjilbab seperti ini belum tentu aku besok bisa pake jilbab seperti ini. Iya kan? Jangan-jangan setelah beberapa bulan kamu temui aku, aku udah nggak pake jilbab. Siapa yang bisa menjamin masa depan kecuali Allah. Naudzubillah ya kalau kita semakin tua semakin buruk. Semoga kita selalu dalam kebaikannya Allah ya. Semoga diri ini selalu diberi hidayah untuk tetap istiqamah.
MasyaAllah kamu lebih cantik lho pake jilbab (sambil pakein jilbab), Beauty Inside Beauty Outside....
Doa adalah lembaran proposal untuk Allah Yang Maha Indah. Allah dengan segala keindahan asma dan sifat-Nya. Allah memiliki keindahan dan Allah sangat menyukai keindahan. Rayulah, junjunglah, dan pujilah, karena hanya ada Esa yang patut untuk diagungkan. Allah Yang Maha Esa dengan segala keromantisan-Nya.
Romantis untuk menjawab doa setiap hamba-Nya ;
1. Iya, Aku beri sekarang
2. Iya, nanti dulu
3. Iya, Aku punya yang lebih baik untukmu.
Romantis bukan? Coba pikirkan, bukankah semua jawaban dari doa adalah “IYA”.
1. Iya, Aku beri sekarang
Sangat bersyukur, jika Allah mengabulkan hajat sang umat dengan cepat. Kamu pernah?
Eitss jangan bangga dulu, belum tentu ketika hajatmu dengan cepat dikabulkan oleh Allah itu tandanya kamu lebih disayang sama Allah. Jika ada 2 orang insan yang memiliki doa sama, tapi kapasitas imannya berbeda. Insan X hanya berdoa ketika ia butuhkan, langsung to the point lagi. Insan Y begitu tawadhu’ sangat tulus dan romantis dengan Tuhannya. Nah Allah nggak suka tuh sama bisikan-bisikan si X yang nggak ada romatis-romantisnya dan Allah langsung aja kasih, ini jebret. Sedangkan Allah sangat menyukai rayuan doa si Y, nah kalau Allah mengabulkan doanya sekarang otomatis dia nggak doa lagi dong.
Intinya jangan terlalu bangga ketika pintamu segera terwujud, tetaplah Segala Puji Bagi Allah. Jangan berhenti bersyukur.
2. Iya, nanti dulu
Jawaban ini masih berkesinambungan sama jawaban pertama. Allah pasti ngasih yang kamu mau kok, tapi nanti. Tunggu dulu, Allah ingin menikmati suara merdu pintamu.
Misal nih ya. Ada dua orang pengamen. Pengamen A suaranya nggak enak banget, bahkan jadi polusi suara, pasti ngganggu dong. nah kalau kamu pengen dia cepet pergi, pastinya kamu bakalan cepet ngasih dia uang kan biar dia cepet berhenti nyanyinya. Trus ada satu pengamen lagi yaitu pengamen B, suaranya merdu banget, kamu suka dengan lagu yang dia nyanyiin, pasti kmau menikmati dong. Nggak mungkin kamu nggak ngasih kan, karena kamu suka. Bahkan kamu bakalan ngasih lebih karena lagunya enak. Tapi nanti setelah dia selesai nyanyi. Iyakan?
Ya mungkin seperti itulah logikanya.
Pakai sabar untuk nunggu jawaban dari Allah, jangan berhenti untuk memuji asma-Nya. Bisa jadi Allah mau lihat kesetiaan dalam pintamu.
3. Iya, Aku punya yang lebih baik untukmu
Jawaban ini yang nggak sedikit orang mengerti maksud-Nya. Termasuk aku yang sering bertanya-tanya maksud-Nya. Percayalah bahwa jawaban dari semua doa adalah iya. Bukan berarti ketika Allah nggak ngasih apa yang kamu mau, itu tandanya Allah nggak sayang sama kamu. Siapa sih kamu, kamu hanya makhluk kecil yang diciptakan, bukan Pencipta. Jangan ketika kamu minta apa yang kamu mau trus Allah nggak ngasih, kamu jadi marah, ngambek nggak mau shalat. Hey Allah nggak butuh kamu, jangan kira ketika kamu nggak memuji Allah, hujan deras nggak akan berhenti, nggak ngaruh buat Allah. justru kamu yang sangat membutuhkan-Nya. Hak Allah atas segala ciptaan-Nya. Kamu hanya makhluk yang berTuhan bukan berperan Tuhan. Jangan sok tau atas kebaikan yang terbaik untuk hidupmu. Jangan merebut peran Tuhan, yang menggangap bahwa keinginanmu adalah yang terbaik untuk hidupmu.
“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216).
Mari kembali kepada jalan, Islam yang berarti menyerah. Menyerah atas segala hidup untuk Sang Pemberi Hidup. Apa yang bisa kita lakukan selain berdoa dan berusaha?
Islam = Berserah.
Wajah cantik bak berlian, tidak mempunyai arti jika seperti kayu usang... Kecantikan bukan hanya sebatas cermin, bukan hanya menoreh membuat berdecak kagum, tapi kecantikan adalah KESEHATAN. yaa.... Kesehatan. Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Rohani. Adalah kesehatan jasmani yang mampu bersyukur dan merawat segala anugerah yang telah diberikan. Sehat menjaga tubuh dan pikiran yang dikeluarkan. Kesehatan rohani adalah akhlak yang dirindukan oleh surga. 👇🏻 Ingat 3B! Beautiful, Brain, and Behaviour #ny #lenterakata #quotes #reminderme #beautiful #brain #behaviour #sketchbygoogle
KASIH YANG TERCINTA
Ibu…
Ada cintamu, ada cintamu disetiap tetes lautan semestaku
Betapa kau selalu mendulang keikhlasan dalam kehidupan
Kau tak pernah berharap diberi taat dan bakti
Itu karena hatimu meluaskan laut keikhlasan untuk sang buah hati
Ibu…
Ada kasihmu, ada kasihmu disetiap atap langit duniaku
Betapa dekapanmu meneduhkan relung-relung tikaman kehidupan
Kau bukan saja meneduhkan tapi kau juga menenangkan
Unsur apa yang membuat jiwamu seperti itu Ibu?
Ibu…
Ada sayangmu, ada sayangmu disetiap lapis-lapis bumi
Rasa sayangmu mengenalkanku bagimana bersanding dengan Pencipta
Kau tak pernah mengajariku untuk berjalan dalam perjuangan
Namun sikapmu membawa kemahaan dalam menapaki impian
Ibu….
Ada kerinduanku, ada kerinduanku disetiap jarak yang ku tempuh
Betapa wajahmu selalu membayangi langkah-langkah perjalanan
Waktupun perlahan merampas daya dan staminamu
Kini ia menyisakan kerut yang membuatmu semakin renta
Ibu…
Ada doaku, ada doaku disetiap sujud penghambaan ibadahku
Tak pernah luput dari ucapku atas keberkahan disetiap umurmu
Apalah yang bisa aku beri, jika segala kebaktianku bagaikan debu
Rabbigfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shoghiiroo
Ibu, Ibu, Ibu…
Semoga keridhaanmu selalu mengantarkan anakmu
untuk terus berendah diri dan patuh kepadamu
Rabbi…
Aku menjadi saksi atas segala amanahMU dalam pundak ibuku,
Ibuku telah mengenalkanku padaMu
Ibuku telah menyampaikan cintaMu
Ibuku telah menyalurkan kasih sayangMu
Maka cintai dan kasihilah Ibuku
Seperti engkau mencintai kekasih-kekasihMu
Tersangkanya orang baik akan selalu berbuat baik meski kepada siapapun yang kurang baik. Tertuduh berbuat baik walau dia tidak diberi kebaikan . Tetaplah baik, berpikir baik, berbicara baik, dan berlaku baik!!! . #ny #lenterakata #quotes #quotesoftheday #jagakebaikan #alibinabuthalib #sketchbygoogle
Jangan berhenti mengepakkan sayap Biarkan semua cobaan membuat kita kuat Biarkan derasnya terpaan membuat kita gesit berkelit Biarkan jiwa-jiwa optimis membuat kita bijak menyikapi hidup Biarkan kesabaran menjadi penyejuk ditengah segala duka MENGAPA PERJUANGAN ITU PAHIT? KARENA SURGA ITU MANIS