Aku, Rasa, Masa lalu dan Pendirian
Bartahan melawan semua rasa sakit selama bertahun tahun, tidak mudah memang untuk aku yang terlalu memberikan banyak suka, duka, waktu dan diri. memberanikan diri untuk menjadi diri sendiri dan percaya bahwa diri bisa berjalan ke arah yang lebih baik. untuk menjadi manusia dengan hari hari yang melelahkan dg tetap berjalan membawa ritme yang teratur dalam waktu satu tahun, bukan waktu yang mudah. tapi semua dibuktikan dengan berangsurnya semua masalalu terkubur dengan rapi satu demi satu. satu hari datang dengan tekad memohon kepada Tuhan bahwa aku ingin sebuah hubungan yang lebih sehat, lebih mudah, dan lebih memberikan aku kebahagiaan yang utuh. Ia datang bersama dengan doa dan harapan yang selama ini aku buat. aku berfikir apakah ini yang aku minta? apakah ini yang aku mau? apakah kamu benar ada dalam doa doa itu? aku hanya mengingat bahwa aku meminta seseorang yang baik untuk kehidupan ku, tapi semua doa doa ini datang bersama dengan kehadiran mu. aku tidak menyalahkan Tuhan, Akupun tidak menyesali atas doa doa ku pada saat itu. yang sekrang sedang aku pertanyakan, kehadirannya apakah benar hanya untuk mengujiku lagi seperti cerita terakhir itu? apa ini hanya sebuah pengujian kembali untuk menjadikan semua diri diri ini menjadi lebih kuat dari sebelumnya? apa hanya aku yang salah mengambil arah dan memilih lubang besar itu kembali ? Tuhan hamba mohon jangan buat ini menjadi lubang kembali di tempat yang sama, aku sudah banyak belajar di masa itu, aku sekarang sudah lebih kuat dari kala itu, tapi Tuhan tolong, kalo memang akhir dari perjalanan arah ini hanya akan menjadi luka kembali, Hamba hanya tidak ingin luka itu kembali. berikan hamba jalan lain untuk pergi dari tempat luka ini, kalo memang arah jalan ini hanya untuk menambah luka baru dengan membuka luka lama.









