Apa jadinya kalau kalian mengetahui bahwa sesuatu yang sebentar lagi jatuh tempo baru di sadari 3 minggu sebelumnya?
Hal itu yang saya rasakan ketika saya baru tau kalau ternyata SIM (Surat Ijin Mengemudi) saya sudah mau hangus. Untung saya menyadari hall itu (di karenakan tak sengaja pas mau pergi ke suatu mall saya mengecek kelengkapan saya dan mendapati ada tahun “2018? di bagian “masa berlaku”.
Kedapatan seperti itu akhirnya saya kepikiran terus, dan sampailah ketika saya ceritakan ke bapak saya, beliau menyarankan “ sudah urus saja , telat sehari udah susah itu ngurusnya”. Oke fix, minggu ini harus di urus juga.
Saya hari itu memilih hari minggu untuk saya relakan sebagai salah satu hari mengurus SIM saya. Karena saya tau ada mobil SIM keliling (Mobil SimKeling orang-orang menyebutnya) yang biasanya “nongkrong” di Taman Bungkul di Surabaya.
Saya tekad untuk kesana, namun bukan untuk mengurus SIM, melainkan mencari informasi untuk sekedar melengkapi persyaratan apa saja yang di butuhkan untuk mengurus perpanjangan SIM ini.
Berangkatlah saya, di dampingi teman saya juga, sekitar jam 10 pagi (karena ada kegiatan Car Free Day atau CFD, sehingga saya memutuskan untuk berangkat jam segitu). Tak lama kami sampai di Taman Bungkul.
Seperti biasa, kami langsung mencari tempat parkir di dekat Mobil SimKeling, yang berada di pojok sebelah kiri di bagian depan Taman Bungkul.
Kami parkirkan motor kami di salah satu bagian yang ada tanda ‘Zona Parkir’. Kami turun dan kami langsung di datangi oleh Juru Parkir. Dia mengatakan kalo langsung bayar di awal. Kami keluarkan uang selembar dua ribu rupiah dan kami berikan kepada Juru Pakir tersebut.
Sebelumnya saya memperhatikan si Jukir ini menempelkan sebuah kartu ke sebuah alat dan langsung lah keluar karcis.,
“Sudah berapa lama pak Taman Bungkul di pasang mesin ginian ?” tanya temanku ini penasaran. Si Jukir menjelaskan sudah 3 Bulan semenjak pemasangan Parkir Meter. Dan ini termasuk kemajuan, mengingat dahulu parkir pinggir jalan di sebut parkir liar / parkir ilegal, kini justru bisa di kelola dengan baik dengan dukungan teknologi yang mumpuni yang ramah masyarakat.
Sesudah itu, kami langsung menuju ke posisi Mobil SimKeling. Terlihat, ada beberapa orang yang sedang duduk duduk menunggu, membawa blangko, menunggu panggilan untuk di proses pengurusan perpanjangan SIM nya.
Lalu saya menanyakan kepada seorang pria paruh baya yang sedang duduk duduk tak jauh dari situ. Saya bertanya apa saja kelengkapannya. Dia menjelaskan syaratnya hanya fotokopi e-KTP 2 kali, dan fotokopi SIM lama 2 kali, serta Surat Kesehatan. Dia emnambahkan bahwa mobil SimKeling ada setiap hari di Taman Bungkul.
Setelah mendapatkan info seperti itu, kami langsung mengatur rencana kapan untuk mengurus kelengkapannya ini. Dan saya memilih besok nya untuk mengurus Surat Kesehatan di puskesmas terdekat.
Hari berikutnya, setelah mendapatkan Surat Kesehatan, saya bertekad untuk mengurus lagi ke Taman Bungkul. Namun, ternyata Bapak saya memeberi info kalau ada SIM Corner di Mall Suncity Sidoarjo, dan lebih dekat dengan rumah. Baiklah , saya mengambil opsi itu dan akan mengurus besoknya.
Ketika sudah sampai rumah, saya di beritau oleh bapak saya ngurusnya jam 9 pagi saja karena jam operasional Mall jam segitu. Saya pergi ketika jam sudah menunjukkan 08:30, karena jarak yang tak jauh, saya sudah sampai di Mall Suncity Sidoarjo.
Saya masuk Mall, saya mencari posisi SIM Corner nya, saya naik ke lantai 1, ternyata tidak terlihat ada orang yang mengantri seperti kemarin di Taman Bungkul, lalu saya naik kelantai 2, barulah terlihat, lautan manusia yang mengantri berdesak-desakkan di depan SIM Corner.
Saya tak menyangka, di hari kerja seperti ini, sudah ada antrian sebanyak itu. Saya agak ragu apakah saya masih bisa mendaftarkan diri di situ. dan saya tiba-tiba teringat, ada satu lagi tempat pengurusan SIM di Mall Lippo Sidoarjo. Tanpa habis pikir saya langsung menuju Mall Lippo Sidoarjo.
Setelah sampai, saya mengingat-ingat dimana saya melihat mobil SimKeling. Saya susuri dan saya melihat banyak orang duduk duduk menunggu di depan sebuah mobil. Itulah tempatnya, dan saya langsung menuju orang-orang tersebut. Saya berjalan, dan saya melewati beberapa orang yang menunggu dekat dengan pintu masuk Mall.
Yang menunggu di sini justru lebih sedikit dari yang menunggu di SIM Corner di Suncity Mall. Dan kondisinya tak sehiruk pikuk di SIM Corner. Entahlah apa perbedannya di SimKeling Lippo dan di SIM Corner Suncity Mall.
Lalu saya coba mendekati seseorang, pria, berbaju merah sedang menunggu. saya duduk di sebelahnya, lalu saya bertanya.
“kok belum di panggil-panggil mas?”
“iya ini, agak lama mas, saya aja antrian 37 ini”
saya kaget ketika tau bapak tersebut memiliki antrean urutan 37, dan ketika saya liat jam, ternyata sudah jam 11 siang, dan si bapak belum di panggil juga.
Lalu si bapak bertanya balik ke saya.
“ini mas juga mau ngurus SIM juga?” tanya nya.
“iya pak mau ngurus juga.”
“waduh mas, kalau masnya datang jam segini, kuotanya udah habis mas”