Dia yang menginspirasi
Beberapa tahun belakangan, Allah menautkan takdirku dengan mereka yang begitu 'waaow', katakanlah seperti itu. Tidak semua memang baru kukenal, ada juga yang sudah lama, tapi jumlahnya tak sebanyak mereka yang begitu 'waaow'.
Teringat kembali doa-doa yang dipanjatkan beberapa tahun lalu, semakin membuat hati ini berdesir mengingat KebesaranNya. Mengingat bahwa betapa sayangnya Dia dengan menggariskan jalan hidup ini menjadi lebih bermakna dan berwarna.
Sebut saja dia tanah, seorang wanita mungil dengan cita-cita besar. Semangatnya selalu tumbuh. Dia pandai mengambil hikmah dalam setiap inci kehidupannya dan kehidupan orang lain. Hal yang paling membekas adalah ketika untuk hal sepele pun (menurutku) dia memintanya kepada Rabb-nya. Dia pula yang mengajarkan untuk selalu rely on Allah, yakin bahwa selalu ada rencana yang jauh lebih baik, hanya saja kita belum tahu.
Yang kedua, sebut saja dia air. Hubungan kami sudah cukup lama terbangun. Dan aku baru menyadari ke'waaow'annya ini beberapa tahun belakangan. Dia yang dulu adalah orang yang tidak pernah kubayangkan akan menjadi orang seperti hari ini. Dia berubah. Allah benar-benar Maha Membolak-balikkan hati dan keadaan seseorang. Dia yang dulunya hidup penuh dengan keglamoran, hura-hura masa muda, kini berani mengambil peran untuk berjuang dan bekerja keras untuk bangsa ini.
Yang ketiga, sebut saja dia api. Semangatnya yang selalu membara dalam setiap hal, terutama dalam dakwah, membuat hati ini juga turut merasakan hal yang sama. Dia punya kekuatan untuk menularkan energi positif di sekitarnya, menularkan semangat yang sama dengan yang ada di dalam hatinya.
Yang keempat, sebut saja dia angin. Wanita cerdas nan lemah lembut dengan segudang aktivitas. Katanya, dia bisa sakit kalau tidak sibuk. Totalitas, fokus, dan dedikasi tinggi yang dimiliki orang ini membuatku selalu iri sekaligus termotivasi menjadi (minimal) sama dengannya.
Setiap menatap wajah mereka, terbersit dalam hati, kenapa baru sekarang ya Allah.
Merekalah sedikit dari orang-orang yang membuatku 'merasa' Allah begitu sayang. Dipertemukan, ditautkan takdirnya, diberi ruang dalam dimensi yang sama dengan mereka. Betapa hina diri ini yang dulu sering mengeluh tentang takdir. Ya, ada waktu yang tepat untuk membuat jalan cerita ini makin indah. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
Kenapa diberi nama dengan elemen-elemen avatar? Ya, karena sejatinya mereka memang berbeda-beda, baik dalam hal sikap, perilaku, asal usul, dsb. Juga dalam hal memberikan warna dalam setiap kehidupan orang lain. Allah telah memberinya porsi dan bagian masing-masing. Allah mengetahui, sedang kamu tidak.
Maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan.
Makassar, 01 Januari 2019
©fauziahrahman
Sumber gambar: pinterest


















