Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya
Soe Hok Gie
styofa doing anything

Love Begins
Jules of Nature
Game of Thrones Daily
todays bird

if i look back, i am lost

❣ Chile in a Photography ❣

tannertan36
will byers stan first human second
KIROKAZE

Origami Around
Alisa U Zemlji Chuda

JBB: An Artblog!
hello vonnie
Keni

No title available
No title available

No title available

#extradirty
Peter Solarz

seen from Maldives

seen from Malaysia
seen from T1

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Netherlands
seen from T1

seen from United States

seen from Brazil

seen from Latvia

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Italy
@novarismadee
Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya
Soe Hok Gie
Cinta tapi Diam
Hidup ini memang keras Terkadang senyum tulusku tak terbalas Cinta setiaku berhenti tertahan Belum semua tersampaikan Atau mungkin dia yang tidak peka dengan keadaan Oh Tuhan... Mungkinkah ini hanya memaksakan Aku sungguh sangat mencintainya Namun, dia hanya murung dengan luka lamanya Beri ia semangat Tuhan Aku merasakan hal yang sama Ia juga mencinta Namun, seperti ada jeda Terhenti dan belum pasti Melangkah tapi takut salah Sehingga, aku mencinta dalam diam By nona
Dunia Hampa
Pada setiap angin yang berhembus, di sanalah fenomena sosial bersemayam, hiruk-pikuk dunia yang tiada habisnya, keindahan terpancar dengan kemelaratan, banyak hati yang tak mampu berkata, ia membisu tapi tak bisu, ia menuli tapi tak tuli, ia menutup mata seakan tak terjadi apa-apa. Inilah wacana sejati, dunia penuh drama tanpa kata, yang tinggi semakin melejit ke angkasa, yang rendah semakin terinjak terilas tanah. Apa boleh buat, jika ini hanya mendesirkan hati setiap pembacanya. Mengoyahkan namun tak mampu menggerakkan. Apa kalian juga membaca?
Falsafah Jawa
Ini adalah tulisan di instagram yang sedang rame diperbincangkan. Dikutip dari tulisan instagram @arieltatum.
"Wanita iku Kusuma Wicitra. Memayu hayuning pribadi, memayu hayuning kaluarga, memayu hayuning warga, memayu hayuning bawana."
Kalimat di atas diambil dari falsafah Jawa, yang memiliki arti mendalam tentang budi pekerti dan jati diri. "Kusuma Wicitra" adalah perumpamaan bunga yang mekar dan mempesona, yang siap untuk dipetik. Dimana wanita harus mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan dan agama. Mengharumkan dirinya dengan berbuat baik dan berbudi pekerti luhur serta senantiasa menjaga kehormatan dirinya. Sehingga mampu mempesona dan matang untuk berkeluarga.
Kiasan selanjutnya "memayu hayuning pribadi, memayu hayuning kaluarga, memayu hayuning warga, memayu hayuning bawana". Ini adalah tahapan untuk berbuat baik dan berbudi pekerti luhur. Diawali dengan berbuat baik pada diri sendiri, memiliki ilmu pengetahuan, menjaga agama dan menjaga kehormatan dirinya. Berlanjut pada tataran keluarga dan lingkungan, dengan selalu menjaga nama baik keluarga serta masyarakat sekitarnya. Dan selanjutnya pada tataran dunia, ia menjaga budaya dan mengharumkan negaranya.
Banyak arti yang menjelaskan kiasan di atas, namun pada intinya kiasan ini ingin menjelaskan pentingnya inner beauty pada diri seseorang.
Aku rasa langit masih biru, pepohonan masih rimbun, matahari pun dengan malu mengintip di sela-sela dedaunan, terasa hangat dan mendamaikan. Sudahkah kau bersyukur untuk itu? #explorejogja #nature #imogiri #hutanpinus (di Hutan Pinus, Imogiri, Yogyakarta)
Secangkir kopi hitam....☕ Menikmati rindu akan secangkir kopi, Di keheningan malam yang sunyi, Aku rasa harumnya masih sama, Masih menggoda, Dan masih dengan cita rasanya, Yang membuatku terjaga sampai fajar tiba. Terimakasih sudah menjadi sahabat, Ketika tumpukan tugas perlu dikejar, Setidaknya aku mampu terjaga, Dari keheningan malam yang menggoda untuk memejamkan mata. (Nona banyak tugas)
Persawahan
Apa yang kau rasakan pagi ini?
Heningkan sejenak batinmu,
Tarik dan buang nafas berlahan,
Pagi ini sangatlah indah, sejuk dan mendamaikan.
Dengarkan dengan seksama playlist yang kau putar.
Kicauan burung dari pepohonan.
Gemercih suara air yang mengairi persawahan.
Lompatan katak dan serangga yang beterbangan.
Suara diesel dan traktor yang gaduh.
Suara petani yang bersautan saling memanggil dan menyapa.
Semua menyatu dalam kehangatan mentari pagi,
Sejuknya udara dan embun di atas dedaunan.
Sesekali ada perasaan was-was dari sela tanaman dan rerumputan,
Takut ular mematuk kaki yang tengah berjalan.
Ku berjalan menyusuri pematang,
Tak pernah ku abaikan pemandangan,
Dan sesekali ku abadikan dalam foto kenangan.
Sampai ku temukan aliran air deras dan ku duduk di pinggir selokan.
Indah menikmati pemandangan alam.
Aku pun menjatuhkan kaki dalam aliran.
Ku buka buku sambil menikmati keindahan ciptaan Tuhan.
Mari menulis, karena ingatanku mulai tajam.
IBA itu untuk siapa?
Percakapan panjang bersama orang yang lebih tua. Aku tertegun mendengarkan kisah rumah tangga anak dan anak mantunya yang tinggal satu atap dengannya. Aku mulai mengambil pelajaran, untuk bekalku kelak berumah tangga. Tak perlu kau beri komentar, mereka tidak butuh itu, mereka hanya butuh didengarkan. Pun jangan memberi belas kasihan, karena itu hanya membuatnya merasa benar dan tak ada perubahan. Setiap keluarga memiliki masalah dengan porsi masing-masing, tentu sesuai kemampuannya. Itu hanya ujian, jadi tak perlu ada belas kasihan. Aku pun tak suka dikasihani, diriku memang malang, tapi akan lebih malang jika banyak yang memberi belas kasihan. Tak ada upaya untuk maju, justru terbelenggu dengan suasana hati yang sendu. Ketika banyak orang yang memberi belas kasihan, air mataku pun tak mampu ditahan. "kasian ee mbak ini... blablabla nanana". Kata-kata seperti itu tolong jangan diucapkan, karena aku pun merasa sengsara dan menderita. Aku tak butuh belas kasihan, aku hanya butuh kekuatan dan dorongan. Sama halnya ketika melihat pengemis tua dengan anak kecil di tangannya. Ia meminta-minta para pengguna jalan. Jika kamu ada rezeki lebih berbagilah, dan beri tatapan semangat dan senyum kebahagiaan, sesekali jabat tangannya dan sapa ia. Energi positif ini yang akan membuatnya semangat. Bukan dengan lirikan tanpa perbuatan, atau perbuatan dengan keacuhan atau rasa kasihan penuh drama tapi tak ada tindakan. Ketahuilah, rasa iba memang untuk semua, tapi semua ada caranya. Jangan sampai iba itu membuatnya patah semangat, merasa down dan rendah. Beri semangat dan dorongan jangan beri belas kasihan yang hanya menyengsarakan. ~Menunggu Senja~
Duduk
Duduk nyaman... Duduk di sudut ruangan, Atau sekedar duduk santai di area taman, Menghela nafas panjang, Melihat orang berlalu lalang, Menikmati minuman dan jajanan, Tanpa ada satu pun yang mempertanyakan. Rindu dan pilu bertemu, Pada tarikan manis senyumanku, Sampai akhirnya ku malu, Dengan kemalanganku. ~Nona~
Tangisku
Berderai air mata, tanpa kata, Terisak di sudut ruangan hampa, Ooh... Cukup tau aja, Tentang dirimu siapa... (?) Men-judge orang tanpa ada rasa, Membuka tabir penuh prasangka, Yakinkah apa yang kau sangka itu nyata (?) Atau ilusi semata (?) Maaf... Aku tidak merasa, Itu akan lebih ringan untuk diabaikan, Sampai amarahmu meredam, Dan kau tau kenyataan. ~via Malam Minggu~
Drama
Drama korea memang romantis Kadang ada juga sisi melankolis Suka drama korea?
Hati-hati saja, Jangan semua kehidupanmu kau jadikan drama, Jangan terlalu dihayati, Kita hanya perlu menjalani, Skenario kehidupan memang misteri, Semua bisa berubah, Tinggal berserah dan pasrah, Pada ketentuan Allah.
Musim Gugur
Angin pun berhembus dengan damai, Satu per satu daun mulai berjatuhan,
Ia tak marah, Ia hanya ingin menyapa ranting, Namun, tak kuasa ia pun menjatuhkan daunnya.
Sudahlah yaa, Gpp kan, karena setiap daun yang jatuh akan tumbuh daun baru.
Kosong
Kini menjadi ruang yang kosong, Botol itu tak lg berisi, Ia hanya tertumpuk di sudut ruangan, Terlihat menumpuk dan mlompong.
Hahaa… Sudahi kekosongan ini, Raih botol-botol itu, Ajak berdamai dengan lingkungan, Biarkan ia menemukan wujud baru, atau justru tuan baru. Setidaknya tak lagi menumpuk dan mlompong.
Langit
Langit... Pagi ini terasa dingin, Dingin yang membuat diriku ingin tau, Mungkinkah tangismu kemarin membuat alam membeku? Aku mulai merindukan langitmu yang biru, Bertaburan kapas putih, Atau hanya berhias mentari, Setidaknya keceriaanmu menambah semangatku. Jangan terus begini, Kau kelabu, Dan hatiku pilu, Aku ingin melihatmu ceria seperti dulu.
Minggu Pagi
Mentari pagi mulai tersenyum. Tak seperti hari kemaren yang hanya tersipu malu. Ia malu dengan dirinya yang sendu. Sampai tak mampu membuka kelambu, dan yang ada hanya bersembunyi dari balik megahnya mendung itu.
Tak apa kau malu. Tak apa kau pilu. Yang penting itu semua tak mengubah semangatmu.
Manusia Kuat
Ini rasaku, bukan rasamu. Aku perih, kau tetap senang. Aku bimbang, kau tetap ada pilihan. Pernahkah kau memikirkan berada di posisiku? Mencoba kuat, meskipun tersayat. Mencoba mengabaikan, meskipun penuh kekhawatiran. Biarkan ini menjadi rahasiaku. Rahasia kalbuku. Aku kuat. Sampai waktu yang menjawab. Lakukan sesukamu, dan jangan pernah kau kasihani laraku.
Hujan masih saja menemaniku. Bukan membuat resah, justru setiap tetesan airnya membuat tenang, damai dan penuh sahdu.
Menikmati hujan itu membuat kita lupa waktu. Tak mengapa, sesekali kita memang butuh itu, butuh waktu yang tenang untuk menenangkan pikiran.
Lepaskan semua pikiranmu bersama air hujan. Biarkan ia mengalir dan hilang meresap dalam tanah. Sudahi rasa gundahmu, layaknya hujan yang akan mereda dengan waktu. Bersama hujan, selamat menikmati kenangan.
#hujan