Menikah itu rindunya jadi pahala, selingkuhnya jadi dosa.
— Taufik Aulia
Hanya komentar, maklum masih pengamat.
YOU ARE THE REASON

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
Today's Document
KIROKAZE
tumblr dot com

No title available
🪼
styofa doing anything
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Lint Roller? I Barely Know Her
NASA
No title available
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium
No title available
Sade Olutola
Claire Keane

No title available
seen from Uruguay

seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Nicaragua
seen from United States
seen from Sweden
seen from France
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
@novemberku23
Menikah itu rindunya jadi pahala, selingkuhnya jadi dosa.
— Taufik Aulia
Hanya komentar, maklum masih pengamat.
Menikah itu rindunya jadi pahala, selingkuhnya jadi dosa.
— Taufik Aulia
Hanya komentar, maklum masih pengamat.
Jangan mencurahkan seluruh perasaan pada manusia, sebab ia bisa berubah kapan pun. Seseorang yang kamu yakin tidak akan pernah menyakitimu, mungkin saja suatu hari akan meninggalkanmu tanpa kamu pernah tahu. Tiba-tiba saja semuanya terjadi.
–boycandra
Rabbana, dgn apa apa yang aku tidak ketahui ku pasrahkan semuanya pada-Mu yang Maha Mengetahui segala yang ada dilangit dan dibumi.
Rabbana, Engkau Maha Baik.
Sampai saat ini, dengan apa yang sudah terjadi tidaklah Engkau jadikannya sia-sia. Tidak satupun. Termaksud ketidaktahuanku hari ini.
(via senjapagi)
Mempertahankan seseorang yang pesimis itu melelahkan. Seseorang yang hanya sibuk menguliti kesalahanmu di masa lalu. Seseorang yang lebih senang membahas masa lalumu dari pada masa depan yang lebih baik. Seseorang yang merasa tidak dicintai terus, bahkan ketika kamu sudah memberikan yang terbaik. Kamu tidak akan bisa maju dengan seseorang yang punya pemikiran mundur selalu. Seseorang yang sibuk mengungkit hal-hal yang jadi masalah dalam hidupmu.
–boycandra
Temukanlah dirimu dalam setiap usahaku memperbaiki diri. Dalam setiap pekerjaan yang kucintai. Dalam hari-hari yang telah kulalui. Sebab kau adalah jalan, bagi segala hal yang kujadikan tujuan.
–boycandra
Kau dan aku bisa sama-sama belajar. Bagaimana menerima seseorang tanpa menyalahkan pengalaman masa lalunya. Bagaimana saling menerima dengan belajar berbesar hati atas kekurangan yang ada. Kita bisa mengisi satu sama lain. Agar terwujud semua yang kita ingin.
Kau dan aku bisa sama-sama mengerti. Bahkan hari-hari harus kita lalui dengan berbagai urusan nanti. Ada hal yang membuat kita harus sejenak berpisah. Ada hal yang harus memaksa kita saling mengalah. Jangan mudah lemah sebab itu. Karena bagaimana pun jarak akan melahirkan rindu.
Kau dan aku harus sama-sama menguatkan. Saat semakin banyak di luar sana suara-suara yang melemahkan. Tidak semua orang menyukai kisah kita. Namun kau harus percaya, kita mampu melalui semuanya jika saling percaya. Jagalah dirimu, dari suara-suara buruk tentang diriku.
Kau dan aku harus sama-sama sadar diri. Kita punya hal-hal yang tidak kita miliki. Kelemahan dan ego yang harus kita pahami. Jangan selalu ingin menang sendiri. Sebab perjalanan ini kita tempuh berdua. Kita harus melewati hari-hari sulit, pun hari-hari baik bersama.
–boycandra
Jadilah penyeimbang perjalananku. Seseorang yang belajar mengerti kelemahanku. Kau yang mau memahami kekalahanku. Juga yang tersenyum kala aku mampu mengalahkan rasa takutku. Jangan berjarak terlalu jauh, agar aku tetap bisa berjalan dengan melihatmu utuh. Jangan mendekap terlalu erat, agar aku masih bisa bernapas untuk segala yang aku ingat. Bagiku, kau adalah arah pulang. Persimpangan mana pun yang kutempuh padamu juga aku akan datang.
–boycandra
Dia Belum Tentu Sesabar Aku Memahamimu
Setiap kali kau mengatakan ada orang yang lebih perhatian padamu. Ada orang yang lebih keras mendekatimu. Ada orang yang rela mengejarmu hanya untuk meminta waktu berdua denganmu. Sementara, aku malah sibuk dengan rutinitasku. Aku sering terlihat sibuk sendiri, seolah tidak peduli. Terlalu asyik dengan duniaku. Kau kadang membandingkan aku dengan orang-orang yang menurutmu menyukaimu dan melakukan apa pun hanya untuk mendapatkan perhatianmu.
Aku sebenarnya sama sekali tidak tertarik membahas hal ini panjang lebar. Bagiku, wajar saja kau disukai orang lain. Wajar mereka ingin dekat denganmu. Wajar, karena barangkali mereka penasaran, atau merasa tertantang untuk menaklukan hatimu. Orang-orang akan selalu bersikeras, melihatkan perjuangkan keras untuk waktumu. Untuk membayar rasa penasaran mereka. Dan, seringkali akan terjadi di saat-saat seperti ini. Saat aku sibuk dengan rutinitasku sendiri.
Hanya saja, kau barangkali tidak belum paham. Bagiku, saat ini cukup sedekat itu saja denganmu. Cukup basa-basi sekadarnya itu. Cukup perhatian yang tidak berlebihan dan kabar sewajarnya saja. Bahkan, sesekali mungkin aku lupa sebab lelah dengan segala usahaku menyelesaikan tanggungjawabku. Semua bukan karena aku tidak peduli padamu. Bukan karena rasa sayang itu berkurang. Tapi, aku ingin menggunakan sisa waktu yang singkat ini untuk meraih apa yang aku usahakan. Berharap, nanti bisa menikmati hal baik denganmu lebih lama.
Namun, bila kau tidak tahan dengan pola seperti itu. Lama-lama kau akan membiarkan dirimu tergoda. Kau akan memberi ruang pada orang asing itu. Yang katamu lebih baik dari aku, lebih perhatian dari aku, lebih sering mengajakmu bertemu. Padahal, dia belum tentu lebih serius dari aku. Dia belum tentu sesabar aku memahami sikapmu yang tak pernah siapa pun tahu. Dia belum tentu sesanggup aku mendengar orang yang kucintai menceritakan orang lain dengan bangga kepadaku. Lalu membandingkan perhatianku.
–boycandra
Ayah, dalam perjalanan hidupmu barangkali membesarkanku adalah perjuangan yang tak pernah kau hitung. Itulah kenapa aku takut, jika suatu hari aku membuatmu kecewa tanpa sengaja. Semakin usiaku bertambah, semakin aku mengerti menjadi dirimu memang tak mudah. Kau pejuang tangguh bagi hidupku. Kau yang penting bagi perjalanan ini. Doa dan restu adalah pemulus perjalananku. Tetaplah maafkan jika tanpa sengaja aku membuat hatimu terluka. Semoga usia kita sama-sama panjang. Semoga apa pun yang kau dapati hari ini adalah kebahagiaan dalam diri.
–boycandra
Belajarlah saling memahami, sebab memahami tanpa dipahami itu bikin lelah sendiri. Apa kau tidak ingin mengerti, bahwa terus meminta dimengerti sendiri itu namanya tinggi hati. Kau mau menang saja, tapi tidak berpikir untuk menenangkan yang aku rasa. Tidakkah kau berpikir kalau yang sedang berjuang sendiri itu bisa lelah dan akhirnya pergi.
–boycandra
Kalau aku tidak terlalu memamerkanmu hari ini, jelas bukan karena aku tidak begitu mencintaimu. Aku hanya menjaga semua yang harus kujaga. Kita harus berusaha saling melengkapi, agar nanti tidak perlu lagi bersembunyi dalam hal yang semu. Jangan sedih, hanya karena aku tidak memajang namamu di bio instagramku. Tak perlu berlebihan, hanya karena aku tidak begitu suka menggunggah fotomu dan foto kita berdua di media sosialku. Itu sama sekali bukan ukuran perasaan. Aku katakan kepadamu; perasaanku padamu di dada, kepala, dan jiwa, bukan di dunia maya saja.
Apalah artinya terlihat begitu dekat di dunia maya, tapi di dunia nyata kita jauh tak terkira. Biarlah aku menyimpanmu dengan pilihanku. Berilah waktu untukku membuat semuanya jadi lebih baik. Kau sama sekali tidak perlu iri kepada yang terlihat mesra di dunia maya. Bisa jadi itu hanya cara menyembunyikan perasaan yang tak bahagia. Tenanglah, jangan terburu-buru terlihat bahagia. Hal yang jauh lebih penting, sampai hari ini hingga nanti bagiku kau tetaplah bagian hidup yang penting. Pahami itu, aku selalu ingin belajar lebih baik untuk hidup di dunia nyatamu.
–boycandra
Temukanlah dirimu dalam setiap usahaku memperbaiki diri. Dalam setiap pekerjaan yang kucintai. Dalam hari-hari yang telah kulalui. Sebab kau adalah jalan, bagi segala hal yang kujadikan tujuan.
–boycandra
Ada yang menyembuhkan lukanya secara kekanak-kanakan. Mungkin itu karena caramu menyakitinya terlalu berlebihan. Dan kau pun tak tahu, cintanya padamu sudah keterlaluan.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Ingatlah, ketika aku sudah mengatakan aku mencintaimu, itu termasuk aku sudah sepenuhnya siap menerima baik burukmu, semua kelam masa lalumu, kebiasaan-kebiasaan anehmu, seluruh isi duniamu, juga segala resiko-resiko dalam mencintaimu.
(via mbeeer)
Yang tepat untukmu akan selalu mampu menurunkan egonya demi mendengar pendapatmu. Mengaku salah dan meminta maaf ketimbang menumbuhkan masalah berkepanjangan. Menjelaskan tanpa memaksamu untuk mengerti. Menasihatimu tanpa membuatmu merasa digurui.Yang tepat untukmu, akan mampu meredam segala sifat keras di kepalamu.
(via mbeeer)
Maaf, aku adalah lelaki kolot yang tak mengerti nilai seni tebalnya polesan bedak, tegasnya lukisan alis, atau meronanya paparan blush on. Dandananmu sama seperti dunia. Fana. Bagiku, kamu apa adanya dengan hati dan akhlak yang baik itu sudah cukup, bahkan tak bisa disaingi riasan semahal apapun. Jadi kalau kamu ingin mencuri perhatianku, perbaikilah akhlak, bukan tebalkan bedak.
Taufik Aulia (via taufikaulia)