12 agutus 2019
apa yang ingin dilakukan saat ini?
-lari dan menghilang, menjauh dari orang-orang,
dari bising-bising tentang dunia dan isinya
-memandangi langit sepuasnya tanpa kekhawatiran didalamnya

oozey mess

if i look back, i am lost
almost home

★

ellievsbear
Sweet Seals For You, Always
RMH
One Nice Bug Per Day

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
noise dept.
Monterey Bay Aquarium
sheepfilms
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin
$LAYYYTER

祝日 / Permanent Vacation

pixel skylines

No title available
No title available

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Switzerland

seen from Singapore
seen from Canada

seen from Japan

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Canada
seen from United States
@nurfahnimusa
12 agutus 2019
apa yang ingin dilakukan saat ini?
-lari dan menghilang, menjauh dari orang-orang,
dari bising-bising tentang dunia dan isinya
-memandangi langit sepuasnya tanpa kekhawatiran didalamnya
langit biru membentang luas
awan-awan mendayu
semilir angin berlarian
rumah tua; cantik dan classic
bangku kosong, meja kayu dihalaman rumah
tenang dan damai
apa yang di damba-damba
lahir dari pikiran kusut
Mau ke planet mars sajalah~
Jangan patah, jangan patah, jangan patah, jangan patah, jangan patah, jangan patah, jangan patah, jangan patah, jangan patah terlalu sering. Kasian dirimu sendiri.
Pernah berekspetasi setinggi mungkin, kemudian kecewa datang terlalu sering. Sampai dititik yang terlalu kasihan sama diri sendiri karena sering menyalahinya, akhirnya memutuskan untuk tidak berekspetasi pada seseorang ataupun yang lainnya. Mulai menerapkan pada diri sendiri apapun yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi.
Akhir februari 2019
Kehadiranmu pernah jadi titah semesta, singgah yang dulu kukira benar-benar sungguh. Didalamnya macam-macam rasa hadir, mewarnai hari yang kadang baik kadang tidak. Melengkapi adalah keahlian kita. Memahami menjadi hal yang sehari-hari kita berikan. Lalu, terlalu banyak berpikir akhirnya terbentur. Kecewa sering jadi teman ketika ekspetasi tak lagi seperti yang kita mau. Menetap menjadi satu kata yang tidak tepat untuk kita. Ruang, rasa, pikir, berceceran dimana-mana, yang dulunya searah menjadi bersebrangan, yang tadinya setujuan tak lagi bergandengan tangan. Dan pamitmu menutup kisah yang dituntun semesta.
Hai langit, tolong sampaikan pada semesta bahwa aku sedang tidak baik-baik saja :))
Seringkali mendiskriminasikan diri sendiri sampai ketemu buku "bicara tubuh" rasanya selama ini menjadi manusia paling jahat untuk diri sendiri.
Menyederhanakan isi kepala sama sulitnya saat ingin menyederhanakan isi hatimu.
Terima dulu diri sendiri, baru mengharapkan yang lain menerima apa adanya dirimu.
Bersikaplah adil terhadap diri sendiri (dan juga orang lain), sejak dalam pikiran.
#instaquote #tiasetiawati
Ada titik aku merasa aku hanya butuh diriku sendiri. Memeluk diriku sendiri. Menenangkan kegelisahan yang ada di dalam dada. Meyakinkan bahkan kecemasan-kecemasan akan segera reda. Lalu megajarkan bibirku tersenyum –apa pun yang sedang dijalani. Aku butuh kekuatan dari dalam diriku sendiri; yang menguatkan dalam segala suasana. Tidak akan menjatuhkan dan merendahkan meski aku gagal mendapatkan apa yang aku cita-cita. Mungkin benar, aku memang hanya butuh diriku sendiri. Mendekap semua impian yang dimiliki. Yang masih jauh, yang sudah hampir didekap, yang masih harus diperjuangkan. Maka, kuatlah diriku. Jalan ini masih butuh semua keyakinan itu.
–boycandra
Menulis adalah salah satu cara lain saya dalam berdo'a. Kamu ada dalam do'a-do'a saya. Maka, kamu adalah salah satu alasan saya dalam menulis–menuliskan hidup saya.
Terimakasih telah dengan hati yang bening menemani saya menuliskan hidup, kemudian menghidupkan tulisan-tulisan saya. :)
Heningnya malam menjadi saksi bagaimana aku menerka-nerka setiap rasa yang kau punya dan kupunya.
Sepi menjerat betah
Dulu, tak ada ruang yang tak kau singgahi begitu rapi. Menyecap setiap rasa yang datang menyapa berkali-kali. Kau pun menjejakan apapun yang bisa kau tinggali. Dan ada yang lahir dari setiap jejak kau ciptai. Ada rebah yang selalu kau nanti Ada kecup yang tinggal dalam pikir Ada lengan yang merengkuh dengan pasti Ada tatap yang menghadiahi teduh penuh kasih. Begitu pula dengan rindu yang hadir kala temu tak menyudahi. Tapi itu dulu, sebelum sepi datang menjerat betah. sebelum kehilangan menutup hati yang sering meletup-meletup bahagia. Sebab apapun yang terjadi di sekujur semesta ini sejatinya tak ada yang benar-benar pasti.
Why do we fall for the people who will never love us?
kissmylime (via wnq-writers)
Jingga kala senja
Deru angin menuntunku pada senja yang sebagiannya telah pergi, Bias-biasnya mengecup mesra semesta penuh kasih, Menyalurkan hangat disetiap hati yang merengkuhnya hati-hati. Membekukan setiap mata yang menatapnya penuh arti. Seolah tahu bahwa disana ada yang menerka-nerka risaunya tanpa pasti, Seolah tahu bahwa disana ada yang membendung segalanya tanpa henti, Dan senja, pamitmu pada semesta berhasil melahirkan jingga yang memecah resahku berulang kali. Membiarkannya ikut tenggelam, katamu; agar tak ada sedih yang datang kembali.
Pangeran Kecil
Langkah-langkah kecilmu menjadi arah tempatku kembali. Mengikuti dalam diam dengan senyum yang tersembunyi. Meski yang kutemukan hanya punggung yang kian menjauh tanpa henti, Meski yang kudapati hanya jarak yang kian terpatri. Tanpa cakap, tanpa tanya seolah hening menikmati setiap detik yang terganti. Dan aku larut didalamnya dengan debar yang meletup-letup dalam hati, Walau takkan pernah ada langkah beriringan. Apalagi dengan dekap yang dinantikan. Tak apa, Aku menikmati setiap waktu yang membungkus hari-hari lalu, Pun dengan punggungmu yang membelakangiku. Terima kasih pernah menghadirkan debar yang kini masih tersisa dalam hati dan tersita dalam pikirku.