Halo! Jadi tepat hari ini, aku dan dia merayakan setengah tahun hubungan kami. Hahahaha. Still long way to go, tapi tidak terasa bahwa hubungan kami sudah menginjak setengah tahun. Dengannya, aku berani untuk membicarakan masa depan. Aku dan dia sering banget ngomongin tentang pernikahan, how to do good parenting, where we will to live, what kind of house that we want to buy, dan lainnya. Kali ini, aku pengen ngomongin tentang pernikahan. Agak serius ya omongannya. Tapi ini adalah sepenggal nilai dan pikiran yang ku punya. Enjoy!
Pernikahan. Buat sebagian orang, kata pernikahan itu menakutkan. Tapi, bagiku, menikah itu adalah sebuah komitmen seumur hidup yang tidak harus ditakutkan. Why? Dengan menikah, kita berjanji di hadapan Tuhan, keluarga, dan tentunya pasangan untuk selalu hidup berdampingan dalam keadaan apapun.
Jangan cuma pikirin bahwa menikah itu ada temen bobo, temen gabut, dan kenikmatan lainnya yang didapat kalau menikah ya. Menikah itu juga menggabungkan dua keluarga yang berbeda latar belakang dan melebur menjadi satu. Dan tentunya, dalam menikah juga pasti ngomongin masalah-masalah sensitif seperti agama dan uang.
Tapi, aku dan dia alhamdulillahnya satu agama dan juga visi misi sih (:p).
Nah, uang. Menikah itu butuh biaya besar banget. Aku dan dia pernah datang ke sebuah wedding expo di Gedung Siliwangi Jalan Aceh, Bandung. Aku dan dia sama-sama kaget dengan biaya menikah yang ternyata..... Mahal. Pake banget. Gak santai sih. Tapi ya gimana lagi. Jadi, dari situ, aku dan dia merencanakan untuk menikah secara sederhana saja (doakan yah!).
Tapi terkadang, aku masih sering melihat dan mendengar bahwa ada saja teman-teman yang menikah dengan menggelar pesta yang besar-besaran dan digelar lebih dari satu hari. Aku sering baca tentang menikah low budget, dan ternyata menikah secara besar-besaran dan digelar dua hari itu sangat memakan biaya.
Aku sih seneng-seneng aja kalau misalnya mereka membiayai pernikahan mereka sendiri atau dengan bantuan orang tua, asalkan mereka mampu dan tidak memaksakan. Tapi, kalau udah dibayarin orang tua dan ternyata mereka tidak mampu, gimana? Apa harus mereka berpesta-pesta dan menghamburkan uang dalam semalam, sedangkan si pencari nafkah itu mencari uang dengan susah payah? Menurutku, itu salah besar.
Kalian pernah gak sih ngeliat pernikahan yang digelar secara sederhana? Jujur, untuk datang langsung, aku belum pernah. Tapi, aku pernah baca di sebuah artikel. Aku melihat bahwa, nilai dasar dari pernikahan buatku adalah berjanji untuk sehidup semati bersama pasangan yang disaksikan langsung oleh Tuhan dan keluarga.
Buat yang beragama Islam, menikah itu intinya ada pada akad nikah toh? Lalu kenapa menikah itu harus dibuat ribet dengan pesta? Apalagi pesta meriah dan besar-besaran, padahal biaya setelah menikah itu jauh lebih banyak.
Banyak banget biaya yang harus dikeluarkan setelah menikah itu, contoh :
Setelah kalian menikah, kalian mau tinggal dimana sih? Masa nikah besar-besaran, tapi tinggal aja masih nebeng orang tua atau ngontrak?
Lalu, mau makan apa kalian setelah menikah kalau uang saja habis untuk mengadakan pesta? Makan cinta? Emang cinta bisa dimakan? Cinta bisa menghasilkan feses emang?
Terkadang, aku bingung dengan budaya Indonesia. Menikah itu sama dengan pesta, mengundang banyak orang, menghabiskan modal banyak hanya dalam semalam. Pantes aja masih banyak orang yang takut untuk menikah. Takut dianggap tidak mampu menggelar pesta besar. Aku juga bingung. Menikah dengan biaya besar itu, memang keinginan si kedua mempelai atau keegoisan orang tua yang ingin mengadakan pesta? Karena buatku, apabila keegoisan orang tuanya saja, kasian si mempelai sih. Mereka hanya jadi korban keegoisan orang tuanya. Kedua mempelai ini tidak bebas mengutarakan keinginannya dalam menikah, padahal mereka yang menikah, walaupun orang tuanya yang membiayai mereka menikah.
Buatku, menikah itu sederhana. Keluarga dan teman-teman sangat dekat hadir dengan suasana hangat dan intim. Tertawa bersama dan menikmati bahwa sunnah Rasul itu nikmat. Menikah di tempat-tempat seperti taman atau tempat terbuka yang homy, atau di sebuah tempat indoor dengan dekorasi sederhana namun tetap nyaman dan indah.
Harapanku, semoga semakin banyak orang yang menyadari nilai dari sebuah pernikahan itu apa. Bukan pesta semalam padahal inti terjadinya acara aja gak tau.
Aku disini hanya menuliskan apa yang aku pikirkan dan rasakan. Aku memang belum menikah. Tapi, aku tidak bermaksud untuk mengajarkan bagaimana menikah murah atau mahal. Aku hanya ingin memberikan pendapatku bahwa menikah itu seharusnya sesuai dengan kemampuannya saja, tidak usah dipaksakan.
Sekian cerita yang pengen ku sampaikan. Aku gak maksud untuk nyerang siapa-siapa. Jadi, kalau ada yang ngerasa kesindir, ya maaf aja.
Jangan lupa like dan comment. Kalo misalnya ada yang mau ditanyain, boleh banget. Kalo ada yang mau sharing tentang ceritanya juga boleh banget. Jangan lupa follow tumblr @nurshantik02 dan instagram aku ya @nurshantikusuma. Dadah!