Aku melihat matamu seperti bulan purnama yang tampil di langit yang bersih. Bersinar tapi meneduhkan.
@penaalmujahidah
@komunitaspuanberaksara
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from India
seen from United States

seen from China
seen from Netherlands
seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Finland
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Hong Kong SAR China

seen from Italy
seen from United States
Aku melihat matamu seperti bulan purnama yang tampil di langit yang bersih. Bersinar tapi meneduhkan.
@penaalmujahidah
@komunitaspuanberaksara
Temani, dengarkan, ditambah sorot matamu yang seakan memperhatikan pembicaraan itu sudah sangat cukup. Kau tak perlu harus paham semua keluhan dan ceritaku hari ini.
apalagi ditambah simpul senyum dan anggukan kecil. hmmmm...rasanya wusss hilang semua stres itu
Nyala Matamu
Tiga musim telah berlalu sejak pertemuan terakhir kita. Aku tahu kabarmu dari cerita-cerita yang kau unggah. Jarang, sebenarnya. Cerita-ceritamu juga sebagian besar bukan tentangmu. Aku ingat, kau kurang suka dipotret, mungkin malu. Padahal, jika lensa kamera adalah mataku, ia pasti selalu bersyukur setiap menangkap citraanmu, gurat-gurat yang terbentuk dari lengkung senyum bibirmu, dan bagian favoritku: nyala matamu. Tiga musim lalu, aku sendiri yang memadamkannya. Aku air yang keluar dari matamu hingga sinarnya sirna. Kau gelembung udara dari busa sabun, aku tangan anak-anak kecil yang buru-buru dan penasaran. Kau jati, aku kemarau. Sore tadi aku baru saja hendak mendorong pintu kaca kafe ini untuk memesan dan kulihat kau di sana: duduk berhadapan di sofa panjang dekat rak buku bersama seorang yang entah siapa. Matamu sudah menyala lagi, bukan dari baraku.
*
Chandra Wulan (2019)
matahari, tak secerah parasmu. awan, tak seseduh matamu. angin, tak sesegar cantikmu
Grey Small Pencil
"Jika kasmaran adalah narkotik, maka kau adalah bandarnya. Dan aku bagaikan pecandu yang rela menggadaikan jiwa demi menatap matamu sekali lagi"
Fiersa Besari
Kamu tahu ? Saat aku menatap matamu, selalu ada tanya yang meminta jawaban.
M
"Matamu langit malam— padanya aku tenggelam."
Binar matamu; lilin di gelap malamku.
Capek Ngetik