“Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a baina kuma fii khair”
Hal utama yang diharapkan dari sebuah pernikahan tentu saja adalah keberkahan. Berkah pada hal-hal yang menyenangkan yang dikaruniakan Allah dalam bentuk ketenangan, kedamaian, dan ketentraman hati karena berhimpunnya dua insan yang saling mencintai dan saling berkasih sayang demi mengharap ridho Allah dengan cinta dan kasih sayang mereka tersebut; ketenangan yang dengannya ikatan hati semakin menguat ketika bersama dan kerelaan hati untuk saling mengikhlaskan menjadi yang utama ketika tidak saling bersama; kelapangan rezeki; tercapainya harapan; dan rasa saling percaya pada pasangan suami istri. Yang mana bersama dengan hal-hal yang menyenangkan tersebut tumbuhlah kesyukuran yang akan semakin menambah sakinah dalam rumah tangga.
Pun juga berkah atas hal-hal yang kurang menyenangkan yang mungkin terjadi selama jalannya pernikahan. Berkah pada selisih paham; pada perbedaan pendapat ataupun perbedaan pilihan; pada hal-hal kecil yang mungkin tersebabnya kita menjadi jengkel kepada suami atau istri kita; dan berkah pada hal-hal kurang menyenangkan lain yang bersamanya semoga tumbuh kerelaan dan kesabaran untuk saling mengikhlaskan dan memaafkan. Karena dalam cinta, salah dan khilaf seharusnya tak memiliki jarak dengan keikhlasan untuk saling memaafkan. Sungguh (in syaa Allah) berkah akan senantiasa tetap menyertai jika terdapat kesabaran dan keikhlasan untuk saling memaafkan atas hal-hal yang kurang menyenangkan dalam pernikahan.
Terakhir yang tak boleh luput adalah berkah dalam berhimpunnya dua insan dalam sebuah kebaikan. Yang semoga dengan berhimpunnya dua insan dalam sebuah kebaikan tersebut, tak lantas membuat kebaikan-kebaikan yang pernah diperjuangkan sebelum menikah menjadi luput dan hilang begitu saja. Namun menjadi semakin berkembang dan meluas kebaikannya, bukan hanya untuk diri dan keluarga sendiri saja, melainkan juga untuk masyarakat di sekitarnya.
Terima kasih atas do’a-do’a yang telah teman-teman sampaikan. Semoga do’a-do’a yang telah dihimpun dilangit tersebut dapat menjadi tadzkirah sekaligus penguat kami untuk tetap menjalankan kebaikan-kebaikan yang akan membawa berkah bagi pernikahan kami.
“Semoga di saat apapun, berkah itu membawakan kebahagiaan, letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, mencurahkan keceriaan musim semi dalam setiap masalah yang membadai, membawakan senyum di tengah air mata yang menitik, menyergapkan rindu di tengah kejengkelan, serta menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah.”















