Maktub; it’s written. It’s all part of his divine plan.

★
wallacepolsom
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
RMH
Claire Keane
No title available

oozey mess
Lint Roller? I Barely Know Her
Three Goblin Art
I'd rather be in outer space 🛸
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi

Andulka
tumblr dot com
Alisa U Zemlji Chuda
Stranger Things

Janaina Medeiros
No title available

Discoholic 🪩
almost home
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Canada

seen from Brazil

seen from Australia
seen from Venezuela
seen from United States
@fadillaanti
Maktub; it’s written. It’s all part of his divine plan.
Entah karena besar di lingkungan Melayu yang gemar bercerita dan tergila-gila dengan rima, saya begitu bahagia jika mendapatkan suatu kata baru atau mengetahui makna dan asal-muasal suatu kata yang telah saya kenal.
Karena itulah saya takjub dengan beberapa kata dalam bahasa Jawa, yang konon diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Beberapa hari yang lalu, dalam peringatan Nuzulul Quran di masjid dekat rumah, saya mendapatkan pengetahuan baru tentang kata “hadiah”. Hadiah adalah bentuk serapan dari bahasa Arab, “hidayah”. Sementara jika ditelisik lagi, hidayah memiliki akar kata dari hada-yahdi-huda-hidayah.
Betapa indahnya, saya baru mengetahui “al huda” dan “hadiah” memiliki akar yang sama. Saya langsung teringat salah satu materi yang diajarkan Mamak saya waktu saya SD dahulu (Ibu saya adalah guru agama di SD tempat saya bersekolah). Beliau menyatakan bahwa salah satu fungsi Al Quran adalah sebagai “Al Huda”, sebagai “petunjuk”. Saya lantas teringat Al-Baqarah ayat 185, ayat yang cukup sering dibacakan para ustadz jika Ramadan telah tiba, bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan, sebagai huda-al-linnas, petunjuk bagi manusia. Nah, jika “al huda” di sini diterjemahkan sebagai “hadiah”, betapa indah maknanya: Al Quran adalah hadiah (dari Allah) untuk manusia.
Pada titik ini saya menjadi khawatir, jangan-jangan saya ikut serta dalam “gotong-royong tanpa sadar” yang membuat Al-Quran tak pernah bisa dianggap sebagai hadiah bagi keseluruhan manusia. Kita tentu mafhum, kadang-kadang hadiah yang baik seringkali dianggap buruk karena kertas pembungkus kadonya tak menarik. Semoga kita semua bisa menjadi pembungkus kado yang menarik bagi Al-Quran. Tentu ujaran bunda Aisyah bahwa Rasulullah adalah Al Quran yang berjalan, bahwa akhlaknya Rasulullah adalah Al Quran, layak terus kita cermati untuk menempuh ikhtiar panjang tadi.
Kak Muhammad Akhyar :) *nangissssss baca ini*
Kalau ada hal yang Allah rahasiakan, itu tidak berarti kamu diminta hanya menebak-nebak saja. Melainkan kamu diminta untuk berjuang.
Rezeki - Jodoh - dan Kematian. Selamat berjuang.
KG
(via kurniawangunadi)
Agar tak menjadi Buih : Tulisan Zulkaida Akbar
Izin repost di tumblr,sebagai pengingat..bagus banget tulisannya Bang Zulkaida Akbar. Agar tak menjadi Buih (Sebuah Instropeksi diri) Namanya Kathrina, seorang Jerman yang sempat singgah di Florida selama satu bulan untuk riset dibawah bimbingan Prof. Saya (yang juga seorang Jerman.) Kathrina selalu datang jam 8 pagi, lantas menghidupkan komputernya dan mulai bekerja. Yang istimewa adalah detik mulai Ia bekerja, kepalanya seakan terpatri kuat pada layar monitor, jarang sekali terlihat menengok ke kanan dan ke kiri. Seluruh perhatiannya tersedot untuk pekerjaannya. Kawan2 di kantor pun jadi segan untuk menyapanya. Kathrina memang berbeda dengan kawan2 sekantor saya atau kolega satu group. Brad sering kedapatan membuka Channel olahraga saat bekerja. Chris si Veteran Iraq menyelingi pekerjaanya dengan me"Like" berita2 republikan, atau berdebat tentang Israel-Palestina dengan Hussein. Sementara Hiram si Puertoriqan selalu terlihat tidur di sudut kantor. Bagaimana dengan Si Indonesian?Mudah diterka, karena Bisa dipastikan tab Facebook dan Youtube nya selalu terbuka. Terkadang ia juga menyempatkan untuk bergosip dengan kawan2nya di group WA. Jam 12 teng Kathrina beranjak menuju Microwave, kemudian menghangatkan makan siang nya. Selepas santap siang, dia akan bekerja hingga jam 5 teng, lalu pulang. Beberapa saat kemudian, ketika kami sama2 menghadiri suatu pesta, baru saya sadari bahwa Kathrina ternyata manusia "normal" juga. Bagi dia, jamnya kerja ya harus kerja. Jamnya pesta ya pesta. Merupakan sebuah aib bagi dia jika Ia melakukan hal Non-kerja saat jamnya bekerja atau sebaliknya ; bekerja ketika jamnya untuk berpesta. .............. Sebut saja namanya H, si Tukang mabok tapi papernya bejibun ini mendapat gelar masternya di Stratsbourg (perbatasan Jerman-Prancis). Dia berangkat kerja di waktu normal, pulang juga di waktu normal. Namun yang menarik adalah meskipun H perokok berat, tapi H tidak pernah membawa rokoknya ke Kantor, melainkan menggantinya dengan permen Nikotin. Alasannya sederhana, H tidak ingin membuang waktu kerjanya sekedar untuk keluar ruangan dan merokok. Sama seperti Kathrina, bagi H jam kerja ya harus dilalui dengan Full bekerja. Bagaimana dengan Si Indonesian? Dia sering bekerja siang dan malam, belasan jam perhari. Weekday juga weekend. Ketika si Indonesian bertemu dengan H, dengan penuh kekaguman H berkata :"If I can work as hard as you, I will rock the world." Si Indonesian kemudian menjawab :"If I can work as efficient as you, I will also rock the world." Mengapa Si Indonesian menjawab demikian? Karena si Indonesian ini sadar, bahwa diantara belasan jam yang ia "klaim", terdapat sekian jam untuk FaceBookan, Youtubean dan an an yang lainnya. Apakah efek akhirnya sama dengan si Jerman? Nyatanya tidak. Karena si Indonesian ini meski sudah 3 tahun ngaji kepada Prof. Jerman, tetap belum bisa memenuhi standar beliau : paling lambat satu minggu sebelum conference, slide sudah siap (juga sudah berlatih). Hampir 1 tahun sebelum menyelenggarakan konferensi, web sudah dibikin, lantas kami dminta untuk mengirim email dan abstrak hanya untuk memastikan bahwa sistem web berjalan. Juga printilan2 lain seperti Tas, map dll. Semuanya betul2 dipersiapkan sejak dini. Saya yang terbiasa dengan kepanitiaan raksasa saat dikampus (OSKM=2000 panitia) terkejut bahwa satu gawe konferensi internasional yg diselenggarakan FSU nyatanya bisa dimanage dengan baik hanya oleh seuprit orang. Kata2 Favorit Prof. Saya : Check List, prioritas, Be Carefull with your promise! Give me reasonable time estimation! Diantara Negara2 dgn GDP terbesar seperti US, China; Orang Jerman paling sedikit jam kerjanya. Namun mereka sangat efisien dan terukur. Semua serba well organized. Weekend bagi Prof. Saya adalah family time, saat email tidak disentuh dan saat berlatih irish trap dance bersama istri dan anaknya. ............. Bagaimana dengan Amerika? Sekarang sedang demam Pokemon-Go, Game yang diprediksi kelak akan sepowerful Facebook, Sampai ada tulisan "Macroeconomic analysis of Pokemon Go". Nyatanya, meski si pokemon didapat dari Nintendo (jepang) namun basis google earth dan augmented reality nya dari Amerika. Dan semua trend semisal data science, uber, big data, crowdfunding, AirBnB, Tesla sampai flying car juga berasal dari Amerika. Kekuatan Amerika terletak pada keberaniannya untuk mencipta apa yang belum ada. Meski kesenjangan disini sangat tinggi, Amerika punya orang2 dengan kreatifitas dan keberanian luar biasa untuk mencipta sesuatu yang sama sekali baru. Tengoklah keberanian leslie dewan, pemudi lulusan MIT yang mendirikan perusahaan pembangkit Nuklir yang menjanjikan terobosan2 teknologi dalam usia yang belum genap 30 tahun (transatomic energy). Tentu tengok pula keberanian venture capital yang mendanainya. ............. Bagaimana dengan China? Dua nama yang saling bertegur sapa dengan Si Indonesia, dini hari di Nuclear Research Building adalah Wei Cha dan Jun Ji. Memang tidak ada yang meragukan etos dan jam kerja sang Naga. ............. Mantra? Almarhum Prof. Iskandar Alisjahbana, rektor ITB yang legendaris tersebut terkenal dengan jargon dan visinya untuk "MenYahudikan Pribumi". Tapi si Indonesia punya mantra yang lain : Jam Kerja China, Efisiensi Jerman, Kreatifitas dan Keberanian Amerika. ............ Epilog? Berbagai padahal. Apa kaitannya dengan judul postingan : Agar tak menjadi buih? Merupakan nubuwat Kanjeng Nabi bahwa Umat Islam ini jumlahnya banyak, tapi ibarat buih; tak berkualitas. Padahal.. Dalam surat Al Ashr Allah bersumpah demi sang waktu. Padahal.. Orang Sholeh dulu jika siang ibarat singa dan jika malam ibarat Rahib (pembagian waktu yang clear, distinct). Padahal.. Bagian dari iman adalah menjauhi hal yang sia sia (selalu produktif). Padahal.. Kanjeng Nabi sudah memperingatkan kalau nikmat yang sering terlupakan adalah waktu luang, kesempatan (Nasihat untuk deadliner seperti saya). Padahal.. Allah sudah mempersilahkan/menantang hamba-Nya untuk menembus langit, dan tidaklah kita dapat menembusnya "illa Bi Shulthon" , kecuali dengan kekuatan/ilmu pengetahuan (Keberanian untuk mencoba, termasuk hal2 yg sebelumnya belum pernah ada). Padahal.. Dalam surat Al Inshirah Allah berfirman : "Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh2 (Urusan yang lain)." (Perintah untuk tidak menunda2). ........... Maka si Indonesia yang beragama Islam ini pun kemudian berpikir bahwa tidaklah perlu menjadi Jerman, China, atau american. Cukup menjadi Islam saja. Si Indonesia ini juga tersadar, bahwa mengubah peradaban mustahil tanpa mengubah diri sendiri. Gagasan memang Memiliki kuatan, namun Keteladanan jauh lebih kuat dibanding gagasan. Dan Allah mencintai Hamba-Nya yang produktif (self reminder). Semoga tangan ini dapat merengkuh dunia, namun tidak satu biji zarah pun masuk ke hati.
11 Juli 2016
Ada wa dari junior di kantor, disela obrolan panjang tiba tiba nanya gini
A : kak enak dong dirumah,ngapain aja ka dirumah?
B : tidur makan tidur makan nih, makin melebar aja~
A : Gpp kaak, mendebit kan sleep payable yg udah terakumulasi kaak haha
B : 😂😂😂
Selaluuuu aja bawa bawa istilah akuntansi yaa, bener juga sih selama ini kan sleepless banget, klo dicatat di jurnal sleep payable nya selalu di kredit haha. Karena nature nya, tidur itu ada kewajiban haha. Naah skrg mumpung lagi free, di jurnal balik mendebitkan sleeppayable. Zzzz #obrolanrandom
Menikahlah dengannya yang tak hanya mencintaimu. Tapi sadar betul bagaimana cara memperlakukanmu.
Fasih Radiana (@fasihrdn)
Sukaa banget :))) Akhlak yang baik cerminan dari agama yang kokoh.
1 Juli 2016 : My last experience as an Auditor in Public Accountant :’)
”My apologize if any mistakes, if I made disappointed, and if I can’t be like what you want, sorry.. Thank you for everything, to build me grow up so fast in here, Wish we will success in future See you when I see you” *Email aku yang terakhir ditujukan untuk teman satu divisi.
Aku ga pernah ngebayangin akan sesulit ini bisa move on dari kantor itu, yang super duper memberi banyak pelajaran. Aku bersyukur sejujurnya pernah menjadi bagian dari kantor ini menjalani profesi sebagai auditor. Karenanya, aku bisa cukup kuat dan sabar saat keadaan pressure sedang tinggi. Bisa belajar berkomunikasi dan berhubungan dengan orang baru (re : client) dari yang super baik sampai yang menyebalkan haha. Bisa keliling ke luar kota (Bali, Solo, Jambi, Batam, Riau, Purwakarta, Surabaya, Balikpapan, Manado) untuk tugas auditfieldwork, yang ga cuma enak jalan-jalannya aja sih, tapi kadang yaa kesepian di hotel sendiri (klo sedang bertugas seorang diri), kadang yaa masih sibuk ngerjain kerjaan pas udah masuk hotel karena waktunya mepet aka lembur di hotel huhu. But it was, at the end, I did well. Dibalik semua kontroversinya karena kerja yang terlalu larut dan lupa kehidupan, Aku tak henti hentinya bersyukur pernah menjadi bagian dari profesi auditor yang seseru ini lho, ternyata :’). Aku belajar banyak menjadi seseorang yang dipercaya dengan kemampuan intelektualnya melakukan audit yang mungkin awalanya gak ngerti apa apa. Aku belajar banget tentang penerapan ilmu audit dan akuntansi. dan lagi lagi, aku bersyukur berada di lingkungan orang orang baik, temen temen yang saling menguatkan kala pressure terlalu berat haha. Terima kasih atas 1 tahun 6 bulan yang luar biasa ini :’)
ini saat Ifthar Divisi Tosca (with partners, managers, and all staff)
Bighugs
Lastday moment with lovely officemate
“Audit yourself; there is no better time than in Ramadhan. Take yourself into account so that after Ramadhan everything you have learned you take into practise. Be a person who lives in the continuim of time”
Imam Afroz Ali (via islamicrays)
💰 *Rumus Menghitung Zakat Maal Secara Sederhana* ➖➖➖➖➖
*SYARAT :* 1. Sudah jatuh nishob 2. Haul atau telah mengendap 1 tahun . # Nishob Emas, adalah 20 mitsqol / 20 dinar. Adapun 1 dinar adalah 4,25 gr emas. Jadi 20 x 4,25 gr = 85 gram emas. Misal harga emas saat ini adl Rp. 500.000 per gram maka 85 x 500rb = Rp. 42,5jt
Maka, barangsiapa yg mempunyai kekayaan harta senilai 42,5jt dan telah bertahan selama 1 tahun, maka dia wajib menzakatinya senilai 2,5% nya atau 1/40 nya. Yaitu : Rp. 1.062.500,-
# Nishob Perak, yakni 200 dirham atau 5 uqiyah perak. Sedangkan 1 dirham setara dengan 2,975 gr perak, Jadi 200 x 2,975 = 595 gr perak murni. Misal harga perak saat ini adl Rp. 6.000,- maka nishob perak adalah Rp. 6.000 x 595 gr = Rp. 3.570.000
Maka, barangsiapa yg mempunyai harta senilai 3,57jt dan sudah bertahan selama setahun, maka wajib baginya mengeluarkan zakatnya senilai 2,5 % atau 1/40 nya yaitu Rp. 89.250,- . *LALU NISHOB MANA YG DIPAKAI, EMAS ATAUKAH PERAK?* Dalam hal ini ulama khilaf. Ada yg memilih nishob perak agar lebih bermanfaat buat fakir miskin, namun ada yg menganjurkan memakai nishob emas agar tidak memberatkan muzakki.
> Diketik ulang dari status Bpk. Hanif Bin Hasyim (Dewan Pembina Yayasan Peduli Muslim)
> Murajaah: Ust Firanda Andirja, MA.
Wallohu a'lam bis showab. —
Copas grup Whatsapp
Lapis lapis keberkahan pg 37
"Aku tak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan," demikian Umar Ibn Al Khattab pernah berkata. " Sebab, setiap kali Allah mengilhamkan hamba-Nya untuk berdoa, maka Dia sedang berkehendak untuk memberi karunia." "Yang aku khawatirkan adalah, "lanjut Umar, " Jika aku tidak berdoa". Takkan terasa manisnya kehambaan, hingga kita merasa bahwa bermesra pada Allah dalam doa adalah yang lebih penting dari pengabulannya. Takkan terasa lezatnya ketaatan, hingga kita lebih mencintai Dzat yang mengijabah permintaan kita,dibanding wujud dari pengabulan itu. -Ust. Salim A. Fillah ***sukaaa banget dgn tulisan Ust.Salim, yang sederhana tapi sarat makna, barakallah barakallah barakallah :') ****
Lapis lapis keberkahan pg 34-35
"Rabbii inniii lima anzalta ilayya min khairin faqiir. Duhai Pencipta, Pemelihara,Pemberi rizqi, Pengatur urusan, dan Penguasaku; Sesungguhnya aku terhadap apa yang kau turunkan diantara kebaikan amat memerlukan". Dalam doa ini, Nabi Musa mengajarkan kita tiga hal penting. Pertama, bahwa hanya Allah yang layak disimpuhi kedermawanan-Nya, ditadah karunia-Nya, dan dihadapi balasan-Nya. Mengharap kepada makhluk hanyalah kekecewaan. Apapun hajat kita besar atau kecil,ringan atau berat hanya Allah tempat berharap dan mengadu. Kedua, adalah ajaran sebuah tatakrama dalam berdoa kepada Allah, beliau tidak mengatakan "Ya Allab berikanlah... Ya Allah turunkanlah..." Beliau menundukkan diri dan berlirih hati, Duhai Rabbi,Penciptaku,Penjamin Rizqi ku,Pengatur urusanku. Ketiga, bahwa Allah dengan ilmu-Nya yang sempurna mengerti apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik bagi diri kita. Berdoa tak hanya memberitahu apa hajat hajat kita, namun juga berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb agar Dia ridhai semua yang dia limpahkan. Dalam asal muasal doa ini, sesungguhnya musa berdoa spt ini hanya hendak meminta makanan karena kelaparan setelah memberi bantuan kepada seorang gadis. Disaat Nabi Musa juga padahal sedang lelah berlari krn dikejar Raja Firaun. Namun, apa yang didapat? Nabi musa akhirnya menikah dgn salah seorang gadis yang dibantunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. ****** Apapun hajat kitaaaaaa, yuuuuk berdoa dgn adab yg baik dan memasrahkan yang terbaik menurut Allah untuk kita. Maka ridha Allah pun akan didapat :)
apa kabar
pernah nggak kamu kangen banget ditanya apa kabar? maksudnya apa kabar yang tulus. yang nggak diikuti dengan agenda-agenda terselubung. yang nggak diikuti dengan keperluan-keperluan tertentu.
maksudnya, apa kabar yang tulus aja. yang muncul tiba-tiba bukan karena kamu habis posting sesuatu di sosial media. yang muncul tiba-tiba karena kamu nongol di mimpi–nggak usahlah mimpi, di benak paling tidak–seseorang. yang muncul karena suatu masa dalam hidup kamu, kamu pernah begitu berarti untuk seseorang itu, atau sebaliknya.
maksudnya, apa kabar yang tulus aja. yang bukan penasaran, melainkan peduli.
banyak-banyaklah tanya apa kabar–yang tulus. meskipun kadang pertanyaan apa kabar cuma dijawab “baik” atau “ya gitu aja” atau “alhamdulillah”, yang belum tentu pun dijawab sesuai dengan kenyataannya–meskipun begitu, apa kabar adalah pertanyaan yang menyejukkan. yang menunjukkan bahwa keadaan seseorang penting, paling tidak bagimu.
siapa tau, kamu satu-satunya orang yang tanya apa kabar. siapa tau, kamu menyelamatkan hidup bahkan nyawa seseorang karena menanyakan kabarnya.
..adalah karunia Rabb untuk disyukuri dan diihsankan (Lapis lapis keberkahan, Ust.Salim A Fillah) Selamat pagi jumat barakah! 🌞
Alhamdulillah 👼 #Repost @sedekahbrutal with @repostapp ・・・ Assalammualaikum, Terima kasih atas kepercayaan semua partisipan Sedekah Brutal di Indonesia. Kini kita sudah memiliki jembatan yang berlokasi di Lebak, Banten. Kini, setidaknya kita telah memberikan harapan bagi anak-anak untuk bisa bersekolah dengan aman. Program Jembatan Cita Lebak merupakan kerjasama antara komunitas Sedekah Brutal dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bertindak sebagai kontraktor pembangunan jembatan. Sungguh ini hal yang luar biasa.... Salam Kebaikan, Tim Sedekah Brutal #Sedekah #SedekahBrutal #SBPart13 #sedekahrombongan #education
“Itulah berkah, itulah lapis lapis keberkahan. Ia bukan nikmat dan musibahnya; melainkan syukur dan sabarnya. Ia bukan kaya atau miskinnya;melainkan shadaqah dan doanya. Ia bukan sakit atau sehatnya;melainkan dzikir dan tafakurnya. Ia bukan sedikit atau banyaknya; melainkan ridha dan qanaahnya. Ia bukan tinggi atau rendahnya; melainkan tazkiyah dan tawadhunya. Ia bukan kuat atau lemahnya;melainkan adab dan akhlaqnya. Ia bukan sempit atau lapangnya;melainkan zuhud dan wara’nya. Ia bukan sukar atau mudahnya;melainkan amal dan jihadnya. Ia bukan berat atau ringannya;melainkan ikhlas dan tawakkalnya.” - Buku Lapis Lapis Keberkahan
itulah berkah :)
- Denis Dimas Permana.
Jangan lupa bersyukur atas yang udah didapat sampai detik ini, nikmat sehat, iman, islam, panjang umur, rizqi, keluarga, dan orang orang baik disekeliling kita. Namun, juga jangan pernah puas atas usaha yang yang sudah dilakukan, kita tidak akan pernah tau kedepan seperti apa, terus berusaha dan doa terbaik ya :)