Untuk banyak sekali keputusan yang pernah kau ambil, terima kasih sudah sering kali melibatkanku di dalamnya.
Dirgahayu, Haan.
Semoga keberadaanmu bisa menyehatkan apa-apa yang ada. Di dekatmu.
Jumat, 26 Maret 2021

if i look back, i am lost
NASA
Show & Tell
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Color Me Curious
No title available
𓃗
KIROKAZE
No title available

No title available
No title available
EXPECTATIONS

gracie abrams

roma★
RMH
Noah Kahan
Cookie Run:Kingdom Official!
Cosmic Funnies
🩵 avery cochrane 🩵
Monterey Bay Aquarium
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from Mexico
seen from United Kingdom

seen from South Africa
seen from Philippines
seen from Kazakhstan

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Paraguay
seen from Türkiye
seen from Kenya

seen from Vietnam
seen from Tunisia
@nyctophrilia
Untuk banyak sekali keputusan yang pernah kau ambil, terima kasih sudah sering kali melibatkanku di dalamnya.
Dirgahayu, Haan.
Semoga keberadaanmu bisa menyehatkan apa-apa yang ada. Di dekatmu.
Jumat, 26 Maret 2021
Ini kita lagi hidup di dunianya siapa kalau gitu?
Lahir dari rahim ibu, tapi maka dari perkataan orang lain. Ditanya lagi, ini kita lagi hidup di dunianya siapa kalau gitu?
Jaga Jarak Maaf,
Rintik Sedu's Podcast, posted on July 04, 2019
Beneran gapapa kalau seandainya apa yang kita lakuin enggak sesuai sama standar atau nilai yang diyakini oleh orang lain, Faah. Dan orang lain juga punya hak untuk itu. Jadi udahan, gak usah baper.
Pekanbaru, 03 Februari 2021.
• 2020 •
Banyak maaf dan lebih banyak lagi terimakasih.
.
.
Kuatlah. Jadilah kuat. Maka jadilah. Untuk dirimu sendiri.
Pekanbaru, 30 Desember 2020
Tiba-tiba datangin temen cerita ini itu tentang dia.
"sepertinya memang butuh yang baru."
"yaa gimana? Yang lain bukan dia. Aku maunya dia."
"tapi dia maunya orang lain, faah."
Friday, October 30 '20.
You deserve to be and meet the better one, faa.
Sun, 23 aug '20
Terkadang hal-hal yang masih rumpangpun pernah dipaksa untuk rampung saat itu juga. Apa yang terjadi setelahnya biar itu jadi rahasia.
June, 2020
Aku rindu menyaksikanmu,
Kau dan segalamu.
June, 2020
Alih-alih hanya menjalani, menikmati apa yang sedang dijalani lebih baik, bukan?
Pinggir, jumat 29 mei '20
Hei april tidak membawamu pergi meninggalkan mei, bukan?
Kamu masih ambil peran jadi salah satu yang punya hikmah baik, bukan?
Semoga hikmah baiknya ada tidak dengan kepergianmu, ya (?)
Pinggir, mei 2020
Tidak semua pertanyaan harus ada jawabannya sekarang. Pun sama, tidak semua pertanyaan harus ditanyakan sekarang juga. Semuanya menunggu waktu yang tepat.
Pinggir, April 2020
*ditulis ketika semua pertanyaan rasanya ingin kutanyakan padamu.
Bersamai Allah, Bersamai yang Bersama Allah
Photo by mostafa meraji
Ketika bertanya perihal jodoh, bunda saya selalu berpesan,
“Bersamai orang yang bersama Allah, ya, Nak”
Pesan ini selalu mempunyai banyak arti. Membersamai orang yang bersama Allah, pun selalulah bersama Allah. Bersamai Allah, dan bersamai orang yang bersama Allah. Dalam memilih sahabat, teman dekat, pun dalam memilih teman hidup, pesan beliau sama.
Bersama Allah, hati akan tenang, jalan akan lapang, tidak peduli halangan dan rintangan.
Membersamai orang yang bersama Allah, akan mengingatkan kita kepada Allah. Mereka yang selalu mengingatkan kebenaran. Mereka yang selalu mengajak kepada kesabaran.
Kali ini, saya ingin membahas poin sabar.
Coba deh, kita gak nemuin tuh di Al Qur'an,
“Innallaha ma'al mustaghfirin, qonitin, mushollin, sho'imin,” "Allah bersama orang yg memohon ampun, orang yang patuh, orang yang sholat, orang yang puasa,“
Kita gak nemu itu di Al Qur'an.
Tapi yang kita temui apa?
“Innallaha ma'as shobirin..”
“Allah bersama orang yang sabar,”
Photo by Lily Banse
Al Hafiz ibn Rajab rahimahullah suatu kali pernah bercerita,
“ayat atau hadits, yang menjelaskan diriNya bersama dengan seseorang, menunjukkan bahwa orang tersebut telah kehilangan sesuatu yang berarti. Dan Dia tidak pernah mengambil sesuatu kecuali memberikan sesuatu sebagai balasannya. Dan yang terbaik yang Allah beri adalah apa?
DiriNya!”
Terdapat narasi dari Rasulullah Muhammad SAW yang mengatakan bahwa di hari akhir nanti ada orang yang diingetin Allah, “Ketika aku sakit, kamu kok tidak datang?”. Orang itu bingung, “Ya Rabb! Engkau Rabb semesta alam dan Engkau bilang Engkau sakit dan hamba tidak datang? Maksudnya apa?”. Allah lalu mengatakan, “Bukankah kamu tahu kalau si fulan dan fulan sedang sakit? Kiranya kamu mendatanginya, kamu akan menemukanKu bersama dirinya!” Ketika sebuah bala, kesusahan, atau kepahitan tersebut menjadikan dirimu kembali menemukan Allah, menjadikan dirimu kembali kepada Allah, dibersamai Allah, yakinlah bahwa di hari akhir nanti kamu tidak akan menyesali bala tersebut.
Sekarang, bagian yang paling penting.
Mudah sekali gak sih bilang ke orang, “sing sabar,” atau “yang sabar, ya,”, atau kalimat penenang lainnya? Mudah sekali gak sih untuk menulis soal mengajak kesabaran ini di platform ini? Tapi kudu bagaimana sih, sabar yang dimaksud?
Sabar, dalam bahasa arab, sepaham belajar ke Sh. Abdul Nasir Jangda, terjemahannya adalah “mengikatkan sesuatu,”. To tie something down. Ikatkan diri kita kepada Allah, ketika badai itu datang. Ikatlah sejak awal, bukan ketika di tengah-tengah badai, supaya sabar yang sejati semakin diraih.
“Kembali ke Allah! Ketika nyeri itu muncul, kembali ke Allah!”
Ketika rasa nyeri, kesusahan, bala, kesedihan, semua itu datang, pertama-tama, larilah ke Allah. Sebut, dan benar-benar berharap kepadaNya. Bukan sekadar mengucap istighfar semata, tapi mendalami apa yang dirasa dan memanggil Allah, “Yaa Rabb, tolongin hamba …”
Sudah jadi janjiNya, di Al Baqarah ayat 153, dibersamaiNya.
Pun, dengan orang-orang yang ketika ditimpa kesusahan lalu ia berlari kepada Allah, bersamai mereka.
Maka bersamai Allah, bersamai pula orang yang bersama Allah.
InsyaaAllah tenang, yah.
Lagi lagi remedial. Eh bukan remedial, tapi dipaksa turun kelas sama kepala sekolah. Tapi kata guru bk aku bisa naik kelas lagi kalau kuat kuat berjuang buat lulus ujian.
Semangaaaaaatttt.
Minggu ini terasa lebih baik. Menyenangkan. mungkin karena bertemu orang baru, teman baru. Di dirinya ada sosok yang aku inginkan di masa depan. Eh maksudku diri dia yang sekarang ini aku pengen juga ada di diri aku besok. Ah intinya aku mau jadi dia.
Dan kau tahu? Aku dikenalkan dengan hal baru. Hal yang ternyata sangat menyenangkan. Kita nonton bareng. Nonton kehidupan pasar di dini hari, sambil makan apel. Eh tapi dia memutuskan makan pear, karena katanya yang suka apel itu aku.
Untuk hari ini, segitu dulu, yaa. Sampai ketemu kapan-kapan.
Terimakasih untuk banyak hal baru yang sudah dikenalkan ke aku. Jangan bosan-bosan, ya.
Selalu bahagia juga, ya.
Pekanbaru, 18 April 2020
Buat apa maksa melupakan, kalau pada akhirnya yang dihapus tetap akan meninggalkan jejak.
-Pindah Rumah, Rintiksedu's Podcast
16 april 2020 23:06
"jadi kenapa? Nih minum. Kusut weh tu mukak."
"Takut."
"Tell me more."
"Kehilangan."
"Kalau ternyata aku yang kehilangan kamu, gimana?"
"Aku disini." Dia merentangkan tangannya.
Wednesday, 15 april '20.
Pekanbaru
Aku tahu perjalanan ini masih panjang. Jalan kita masing-masing. jadi, kalau tidak memungkinkan bertemu pada prosesnya, semoga kita bisa bertemu di ujung jalan nanti, yaa. Dengan versi kita yang lebih baik.
Selamat berproses dalam mendewasa, sayang.
"Apa yang hilang setelah pertemuan?" tanyanya pada satu waktu.
"I have no word to answer."
"Ya udah cerita yang lain aja dulu."
"Blaa blaa blaa begini begitu aku sayang sekali doraemon. Blaaa blaa blaa" ceritanya ngalir gitu aja. Enggak sederas aliran sungai atau hujan sih. Tapi ngalir aja. Ah apaan sih heh?
"Aku dapat jawaban pertanyaan tadi dari cerita kakak. Apa yang hilang setelah pertemuan? Prasangka kak. Dipaksa untuk gak melibatkan rasa apapun setelah itu."
"Iyaaa eh. Kopinya pait asam bang. Aneh." beliau nyuguhin air putih.
Senin, 13 april 2020
Pekanbaru
"