Ada banyak hal yang inginku sampaikan padamu perempuanku. Ada banyak tanda tanya besar yang terpaku di hati, akankah kau peduli dengan rasa ini ataukah tidak sama sekali?
Aku tau kita bukan dua individu yang sering berbincang, bahkan kadang canggung, karna aku bukan pribadi yang pandai bicara.
Aku hanya ingin kau tau, bahwa disini masih ada hati tulus tersimpan untukmu. Bak lagu yang sering ku putar, bahwa memnag kku tak punya bunga maupun harta, tapi ku hanya punya hati tulus setia untukmu.
Tulisan ini kubuat hanya untuk mengungkapkan rasa diri, karna yang ku rasakan hanya menjalankan kisah sendiri.
Jika ia bahagiamu maka pergilah, aku hanya bisa terima dan lihat bahagiamu sebagai pria yang tak pernah kau pandang, meski ku merasa aku yang selalu berada disampingmu disaat kau bahagia maupun saat kau sedang terpuruk.
Tak mengapa, jika aku bukan lelakimu kelak. Aku turut bahagia, atas dasaar nyaman yang sempat kau berikan untuku, sedikit memilikimu itu sudah cukup untukku, setidaknya aku pernah ikut campur mengambil peran dalam kisah hidupmu.
Masih ada banyak hal yang inginku ceritakan padamu perempuanku. tapi kau terlalu dingin dan acuh padaku. Sampai dimana titik ku merasa bahwa aku bukan lagi rumahmu.
Haruskah aku melupakanmu? atau haruskah ku kubur saja rasa ini dalam dalam? aku tak mengerti.
Masihkah boleh aku berjuang? ataukah melepaskan saja? sampai kini, detik ini, aku masih bingung menentukan aku ini cinta atau hanya dermagamu, dengan peharu kayumu yang siap berlabu pergi menjauh ke hulu.
Tapi ada hal lain yang ingin ku yakinkan padamu, perempuanku, bahwa memang aku bukan sempurnamu, tapi yang ku yakini, aku terbaikmu. :)
Jakarta, 30 Jan 2019
P.K. ( Teruntukmu Perempuanku )