Courtyard House, Surat, Gujarat, India,
Courtesy: D'Well,
photographer: Ishita Sitwala
#dc#dc comics#batman#bruce wayne#dick grayson#batfam#tim drake#dc fanart#batfamily



seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Bosnia & Herzegovina

seen from Singapore

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from Thailand
seen from Australia

seen from United States
seen from Germany
seen from Canada
seen from Italy

seen from United States
seen from China
seen from Hong Kong SAR China
Courtyard House, Surat, Gujarat, India,
Courtesy: D'Well,
photographer: Ishita Sitwala
Shed 2.0, Surat, India - Studio ii
Architectural practice based in Surat House design Office design Interior design Studioii
Perihal: —
Untukmu,
Mungkin kau sedang membaca ini di sela-sela kesibukan, atau mungkin surat ini tidak akan pernah sampai. Tidak apa. Aku hanya perlu menuliskannya.
Aku sering memperhatikanmu dari jauh. Bukan dengan tatapan menghakimi, tapi dengan kekaguman yang sunyi. Aku melihat caramu tersenyum pada kasir, caramu menepuk bahu temanmu, caramu mengangkat telepon dengan suara yang tenang seolah tidak ada badai yang sedang berkecamuk di dalam kepalamu.
Aku ingin kau tahu, aku tidak iri pada kesuksesanmu. Aku tahu kau membayarnya dengan harga yang mahal. Aku juga tidak iri pada lingkaran pertemananmu; aku tahu betapa sepinya berada di tengah keramaian.
Yang aku iri, dan ini terdengar konyol, adalah caramu bernapas.
Napasmu terlihat begitu teratur. Begitu dalam. Seolah kau telah berdamai dengan beban yang kau pikul, sementara aku masih terengah-engah hanya dengan memikirkannya.
Aku selalu ingin bertanya padamu: bagaimana caranya? Bagaimana caranya membangun dinding yang begitu kokoh hingga tak ada satu pun retakan yang terlihat dari luar? Di mana kau sembunyikan puing-puing dari pertarungan kemarin? Apakah kau menyimpannya di kantong celanamu, di dasar cangkir kopimu, atau di keheningan singkat saat lampu merah?
Tolong jangan salah paham. Ini bukan surat keluhan. Ini adalah surat pengakuan. Pengakuan bahwa aku melihatmu. Aku melihat kekuatanmu. Dan di hari-hari saat aku merasa paling lemah, aku meminjam sedikit kekuatan itu hanya dengan melihat punggungmu yang tetap tegap saat berjalan pulang.
Terima kasih, karena tanpa kau sadari, kau telah menjadi mercusuar bagiku, sebuah perahu kecil yang masih takut pada ombak.
Hormatku,
Seseorang yang masih belajar.
Roni. | 5 Agustus 2025
"Off The Grid," Surat, India,
Courtesy: Officedot,
Ishita Sitwala Photography
Kuselipkan surat agar kau mengingat
kamu tau, aku selalu ingin kamu memenangkan segala macam pertandingan dihidupmu. bukan hanya berakhir bahagia tapi juga mendapatkan pelajaran dari segala rintangan yang telah kamu lewati. dan, bukan juga berakhir menyedihkan, tapi berakhir kamu semakin kuat.
cukup untuk merasa damai meski banyak gejolak yang berperang dalam pikiran. cukup merasa tenang dari segala hal yang tak pasti. aku tau, setiap hari sekuat apa kamu bertahan agar mencapai titik yang diinginkan, yaitu dititik menjadi tenang. Aku ingin kamu tumbuh dan tetap utuh meski berkali kali kamu runtuh.
Aku ingin kamu sehat, bukan perkara raga tapi juga batinmu. Hatimu yang terluka, pantas untuk disembuhkan dan pulih kembali. Kamu layak dikelilingi oleh manusia manusia yang tulus menyayangimu, dan juga ditempat kamu merasa aman dari hal hal baik yang kamu tidak perlu memperjuangkan nya sendiri, tapi ada dukungan hebat dari manusia yang berada didekatmu.
Aku ingin kamu terlindungi setiap langkah mu, terlindungi dari apapun yang bisa melukaimu, terlindungi dari setiap hal yang membuatmu kehilangan harapan. kamu sosok manusia yang pantas untuk dijaga, sering kali aku berusaha untuk bisa menjaga raga dan batimu, namun, meskipun bukan aku akhirnya nanti, aku pastikan, keamanan mu terjaga olehku.
Setiap doaku dimalam hari, mungkin kamu tak pernah mendengarnya, tapi percayalah doa itu ku langitkan setiap malam untukmu. dalam diam ku yang paling sunyi, dalam tangisku yang tak terdengar sekalipun, dalam waktu yang tak pernah sengaja menyebut namamu, tapi aku selipkan harapan agar kamu selalu baik baik saja :)
dan nanti, jika kamu merasa hidupmu terlalu ramai dan bising atau melelahkan, semoga kehadiran ku selalu bisa membuatmu tenang, jika bukan aku semoga ada tempat yang menenangkan mu. aku ingin kamu menciptakan senyum paling indah dan bahagia sepanjang waktu..
Teman-teman tau surat Alkafirun gaa ??
Ternyata tema utama dari Surah Al-Kafirun adalah komitmen dan konsistensi dalam memegang ajaran agama, serta penegasan bahwa tidak ada kompromi dalam urusan aqidah: “Bagimu agamamu, bagiku agamaku.”
📌 Kalau kita tarik ke analogi masa kini, bisa dilihat dari situasi sehari-hari:
• Di sekolah/kampus
Ada murid yang shalat dhuha setiap pagi. Temannya bilang: “Udah lah, nggak usah shalat, mending ikut main game aja.”
→ Konsistensi di sini adalah tetap shalat meski mayoritas tidak melakukannya.
• Di dunia kerja
Ada pegawai yang selalu menjaga kejujuran (misalnya menolak korupsi kecil-kecilan). Orang lain bilang: “Udah biasa kok, semua orang juga gini.”
→ Analogi: tetap teguh dengan prinsip halal meskipun lingkungan menekan.
• Dalam gaya hidup
Misalnya, orang lain heboh dengan tren berpakaian yang tidak sesuai syariat. Kita memilih tetap berpakaian sesuai ajaran Islam.
→ Analogi: “Bagimu gayamu, bagiku syariatku.”
• Media sosial
Ketika banyak orang suka konten ghibah atau prank, seorang Muslim tetap memilih konten yang bermanfaat dan mendidik.
→ Konsistensi dalam nilai Islam meski berbeda dengan tren zaman.
✨ Jadi intinya, analogi modern dari Surah Al-Kafirun adalah tidak ikut arus, tetap teguh menjalankan prinsip Islam meski ada tekanan sosial, tren, atau mayoritas orang memilih jalan lain
Hello Friend we r travelling to delhi nxt to chandigarh