When applying eyeshadow always blend colours upwards and occasionally outwards, this will make the eye look more awake and brighter as opposed to blending downwards which can cause a droopy effect to the eye.
Xuebing Du
𓃗

titsay

shark vs the universe
sheepfilms
untitled
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Cosimo Galluzzi

if i look back, i am lost
Noah Kahan
occasionally subtle

pixel skylines
Peter Solarz

#extradirty
Stranger Things

oozey mess
official daine visual archive
EXPECTATIONS
we're not kids anymore.
🩵 avery cochrane 🩵

seen from Iraq
seen from Czechia
seen from Spain
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Finland

seen from Singapore
seen from Denmark
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Spain
seen from United States
@pandayusy
When applying eyeshadow always blend colours upwards and occasionally outwards, this will make the eye look more awake and brighter as opposed to blending downwards which can cause a droopy effect to the eye.
Learn more than leason.
Namun selama, nafas berhembung aku kan mencoba menjadi seperti yang kau minta. Ampuni, aku yang telah memasuki kehidupan kalian. Mencoba mencari celah, dalam hatimu. Aku tahu ku takkan bisa, jadi seperti yang engkau minta. Namun, selama nafas berhembus aku kan mencoba. Aku tahu dia yang bisa, menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama, aku bernyawa aku kan mencoba menjadi seperti seperti yang engkau minta.
Lelah.
Lagi-lagi, di malam tanpa binta aku mengeluh. Mengeluh untuk kesekian kalinya dengan kehidupanku. Kehidupan yang tidak seindah didalam cerita tapi lebih buruk dari dalam cerita. Hanya satu pertanyaanku. Sampai kapan aku bertahan dalam lelahku? Merutuki nasibku yang tidak sebaik yang kukira. Menyesali bahwa orang yang melindungi sudah pergi ke Surga. Menyesali, sebuah perasaan yang masih hinggap. Dan menyesali, kehidupan yang tidak pernah berbahagia. Bisakah aku bahagia? Bisakah aku tersenyum sebentar? Bisakah, aku hidup tanpa keluhan dalam sekali saja? Aku tidak menyesal, terlahir ke dunia ini. Aku bahagia, dengan mereka yang merawatku. Mereka, yang mau mengasuhku walau kulit mereka sudah mulai keriput diterpa rasanya kehidupan. Mereka, yang prioritas diriku bagai ratu walau ku tahu, ikatan mereka denganku bukanlah sedarah. Tapi, kenapa? Saat ku mulai meniti karir untuk membuktikan ke mereka, dia, yang mengajarkanku tentang kehidupan pergi. Membuatku terperosok ke dalam jurang tanpa genggaman. Dia, yang biasanya mengenggamku, meyakinkanku bahwa aku tak boleh rapuh tidak ada. Meninggalkanku dalam kesendirian. Kini, aku sendiri. Mencoba mencari tangan yang mengenggamku. Mencoba, mencari hati untukku bersandar. Tapi, tidak lagi ku temukan. Semuanya datang. Hingga saat ini tiba. Saat di mana aku berada pada titik lelah terdalam dalam hidupku. Bisakah aku mendapat kekuatanku sedikit? Untuk menjalani kehidupan yang menyakitkan? -A
Temaram.
Malam ini, bersandar pada tembok berwana ungu pudar. Aku menyadarinya kembali. Menyadari kenyataan ini, menyadari tembok yang selama ini aku bangun. Setengah hatiku ingin menghancurkan tembok, dan membiarkan mereka masuk. Sayangnya, kunci ini lebih kuat dari apapum. Termasuk, kuat untuk menjadi benteng penjaga hatiku. Kamu, laki-laki dengan kulit putih, mata cokelat, rambut hitam legam. Yang berhasil membawaku pada jurang 'hati'. Wajahmu selalu terbayang dalam hatiku, bahkan ketika mencoba membuka hati dengan yang lain. Tidak ada yang bisa menganttikanmu. Tawamu, yang membuat matamu menyipit. Mengingat kenangan, di mana kita selalu bersama dengan sepedamu. Berlari dari kejaran hewan itu. Bisakah aku kembali ke masa itu? Sehingga, aku bisa memilih untuk tetap di sampingmu walau aku tahu akan terluka. Karena seperti ini, sama saja aku terluka dengan membunuh rasaku sendiri!
Tidak mengerti mengapa. Mengapa, rasanya sangat sukar. Ego yang tinggi, semakin menjunjungku pada ketidakpastian. Ingin tetap, tapi sudut hati menyuruh untuk berhenti. Ingin bergerak, tapi sudut ego menyuruh untuk bergerak. Mengetahui kenyataan berbanding 180 derajat dari yang diharapkan, membuat pondasi yang dibangun runtuh. Hanya luka yang semakin terluka, menopang untuk menjalani kehidupan yang tidak tahu kapan akhirnya. Karena, egoisku akan membawaku pada kenyataan kembali terluka padahal sudah cukup terluka. Hanya sebuah, catatan kecil tentang sudut luka karena kenyataan. -P N D
You,
Hi you! Even when had we met? Even, we talked about us? Even, you knew about who am i? You, 3 words, but one mean Y O U Yes, you were my past Oh, you were only happened a few years ago U, said "We have to end it."
❤
You know i want your love,
Cinta bisa membuatmu menangis bisa membuat tertawa, tapi, karena cinta juga kamu belajar menjadi dewasa. 🙌
Yes! I love this way❤
Alhamdulillah habis sudah. Walau suara masih menghilang .😭😭
Selagi masih ngebull((bull)) makàn! Hajar! 😤😤😤🐯
Mau itu! Thankyou @tahyamelia yang sudah rela beli ((walauguetaulagitanggalkrisis)). Happy birthday!👸