Bau udara di pagi hari sehabis hujan semalaman. Suasana masih mendung. Sekolah juga masih sepi. Maklum, masih jam 6 kurang. Sedang jam pertama pelajaran di mulai jam 06:30. Tangan ku sibuk meraih kantong tas, berusaha menggapai, dan kesulitan. Dasar, tangan tangan pendek dan kurus ini. Menyerah tak bisa mencapai tas ku yang tadinya kuletakkan begitu saja di lantai. Aku turun dari meja. Iya, tadinya aku duduk di meja. Setelah mendapatkan apa yang kucari di dalam tas, headset. Kembali aku duduk di atas meja. Nanti juga kalian tau kenapa aku duduk disini bukan nya di kursi. Pasang headset ke handphone, lalu search lagu yang paling dashyat untuk ku pada jaman nya, yellowcard - only one. Lagu ini, cuaca ini, harum bau tanah sehabis hujan, hanya kurang satu hal lagi dan pagi hari ku akan sempurna. Ku lihat jam tangan, hanpir jam 6. Jantung ku berdetak tak karuan. Perasaan antara tidak sabar dan takut. Seperti bocah kecil yang diajak masuk rumah hantu untuk pertama kalinya. Dari meja yang aku duduk i ini, karena langsung bersebelahan dengan jendela, maka aku bisa dengan leluasa melihat ke arah mana saja, mengingat kelas ku yang berada di lantai dua. Tak lama, aku mendengar suara kaki melangkah. Semakin suara nya terdengar mendekat, semakin tidak beraturan pula detak jantung ku. Lambat lambat aku menghitung di dalam hati. Satu, dua, tiga, empat, lima, jam 6 tepat. Seorang laki-laki melintas. Tangan kanan menenteng helm full face KYT berwarna kuning, tas ransel yang hanya disampirkan begitu saja di bahu sebelah kanan, dan jaket cokelat itu. Semua terasa sempurna. Berjalan melewati ku begitu saja. Teknis nya, dia berjalan melewati kelas ku. Saat tubuh nya sudah hilang dari pandangan ku, aku terburu buru menghirup nafas sebanyak yang aku bisa. Tak sadar sejak kapan aku menahan nafas. Lalu tersenyum, berterima kasih padamu karena melengkapi pagi hari untuk hati pagi ku ❤️
Sepuluh tahun yang lalu. Rutinitas yang sama setiap pagi. Satu-satu nya hal yang membuatku mengurungkan niat pindah sekolah. Dan malam ini kembali muncul. Untuk ku, ingatan ini bukan seperti puzzle. Karena aku mengingat nya begitu detail. Dan aku tahu, waktu itu, kita bukan sebuah kesalahan.