Gue suka banget cara berteman ala series Friends ini, gue suka banget sama karakter Phoebe Buffay yang selalu bikin gue pengen hidup seperti dia. Karena gue ga mungkin punya temen seperti Monica, Rachel, Joey, Ross, bahkan Chandler, gue mau menerapkan beberapa prinsip pertemanan yg ada di diri mereka terhadap temen gue sendiri. Let me introduce one of my beloved friend, Ulfa Yunita, atau yang biasa gue panggil “uung”. Kita berteman sejak umur 9 tahun mungkin. Dari mulai mandi bareng, sampe kepada nangis bareng. Namun butuh waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa dialah mungkin satu satunya orang yang nerima gue apa adanya, yang selalu ada suka maupun duka, yang menemani masa masa quarter life of crisis. Tanpa disadari karena kita berdua punya banyak latar belakang yang sama, membuat gue sadar ketika diantara kita memiliki sebuah masalah, kita ga perlu panjang lebar menceritakannya, karena memang kita berdua sudah begitu lama kenal, sudah begitu banyak kisah pilu, bahagia, tragis, segala kisah sudah kita bagi. Di series friends, ada cerita phoebe push monica away from her life tapi monica selalu berusaha untuk masuk lagi ke dalam kehidupan phoebe, mirip gue banget. Gue selalu berusaha push people who love me to out of my life. Mungkin si ulfa ini kaya monica, dia tanpa sadari berusaha untuk selalu masuk ke dalam hidup gue. Salah satu yang gue syukuri dia nerima gue apa adanya. Walau sejauh ini gue yakin kita belum terbuka 100% but that’s okay, kita ga harus tau apa yangs seharusnya kita ga perlu tau. Gue bayangin ketika masing-masing dari kita menjalani rumah tangga dan mungkin kita berdua lebih baik dari suami kita masing-masing dalam mengenal satu dengan yang lainnya hahaha. Kita berdua ga punya jadwal kapan kita harus berdua, kapan kita harus menghabiskan waktu berdua, semua ngalir begitu aja. Ketika gue butuh, gue dateng ke dia, ketika dia butuh, dia dateng ke gue. Jika kita sama sama ga butuh, kita juga sering ketemu, ngobrol semuanya tentang bagaimana kita menghabis kan hari kita, bagaimana keadaan kantor, keadaan rumah, keluarga, dan gossip tetangga. Kalo pun ga ngobrol, kita juga sering saling diem dan scroll hp masing-masing karena kehabisan topik pembicaraan, and very okay. I love her. Gue berkali-kali bersyukur sama Tuhan udah menakdirkan kita berdua as best friend. Mungkin karakter gue sekarang bisa jadi hasil berteman gue dengan Ulfa, yang baiknya ya, kalo yang buruknya ya mungkin karena guenya aja yg like a jerk. Oh iya, kita hamprr tau semua laki-laki yang pernah deket sama kita, dan kita sering menertawakan gimana kita bisa deket sama masing-masing laki laki tersebut. Kita punya segudang wacana kegiatan yang mengasyikan namun lagi lagi seperti pertemanan pada umumnya, itu semua hanya wacana dan ga tau kapan itu semua kita wujudkan. Sekarang umur pertemanan kita udah 17 tahun. Waw kita harus bikin KTP pertemanan nih. Entah apapun yg terjadi di kehidupan selanjutnya antara gue dan dia, semoga kita berdua semakin saling nerima, maafin, menjaga satu sama lain.




















