ada yg berani ga ni tag mantan kalian. dengan satu kalimat "bebas"..... Untung gue ga punya mantan.

❣ Chile in a Photography ❣
Keni

JVL
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Three Goblin Art

Product Placement
art blog(derogatory)
noise dept.
styofa doing anything
trying on a metaphor

@theartofmadeline
todays bird

tannertan36

祝日 / Permanent Vacation
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap
Show & Tell

★
Stranger Things
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Croatia

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from India
seen from United States

seen from Norway

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Indonesia
@parno-ajie
ada yg berani ga ni tag mantan kalian. dengan satu kalimat "bebas"..... Untung gue ga punya mantan.
Wong edan bebas kan??? Bebas bacotin misal nya. Ekekeke #vidgramlucu #vidgrambogor #vidgrambaper #vidgram #vidgramjawa #vidgramstory #video #funnyvideos #videolucu #lucu #videongehe #suci #bacotanberkelas #bacotanfrontal #bacotamat #bodoamat #jancukers #magelang https://www.instagram.com/p/B24h4ixAEjl/?igshid=oeiv72sl8a94
Atret
Putar balik kemudian belok kiri. Masih ada yg menanti dari hati.
Untuk kaka
Logikaku
Jika kamu sedang berjuang untuk cinta dengan bercucuran air mata. Bangun lah, Jangan terlalu menikmati imajinasi drama cinta korea. Sadarlah masih banyak cinta yang lain.
P. A
Gak Kalah Suaranya Sama Penyanyi Asli
Ngacoin Lagu nya Orang
Cover Gitar & Keyboard Waktu Yang Salah By Nuno Idol & Abie
Masih Dalam Suasana Galau Nih Guys . . .
Yuk kita bawaain lagunya Fiersa Besari "Waktu Yang Salah" =================================
Jangan tanyakan perasaanku Jika kau pun tak bisa beralih Dari masa lalu yang menghantuimu Karena sungguh ini tidak adil Bukan maksudku menyakitimu Namun tak mudah 'tuk melupakan Cerita panjang yang pernah aku lalui Tolong yakinkan saja raguku Pergi saja engkau pergi dariku Biar kubunuh perasaan untukmu Meski berat melangkah Hatiku hanya tak siap terluka Beri kisah kita sedikit waktu Semesta mengirim dirimu untukku Kita adalah rasa yang tepat Di waktu yang salah Hidup memang sebuah pilihan Tapi hati bukan 'tuk dipilih Bila hanya setengah dirimu hadir Dan setengah lagi untuk dia Pergi saja engkau pergi dariku Biar kubunuh perasaan untukmu Meski berat melangkah Hatiku hanya tak siap terluka Beri kisah kita sedikit waktu Semesta mengirim dirimu untukku Kita adalah…
#KunciGitar #CoverGitar #Accoustic ==================================== music is my inspiration, bikin hidup lebih berasa. music adalah setengah dari perjalanan hidupku. dia memberi warna dari kegelapan hidupku,
BUS MANIA || Kembali Ke Negeri Rantau
Tukang dagang asongan ci bus cantik sekali. hehehe terpesona akuh dibuatnya. . . saat aku mau pergi ke negeri rantau... ku temukan dirimu tersipu malu . . .
BUS MANIA || Lagu Sedih Di Negeri Rantau
Tukang dagang asongan ci bus cantik sekali. hehehe terpesona akuh dibuatnya. . . saat aku mau pergi ke negeri rantau... ku temukan dirimu tersipu malu . . .
Ritual Sebelum Tari Leak Kuda Lumping
Seni Tari Massal Putri Kirab Budaya Halal Bihalal Live Ngobaran Windusari Magelang. Kuda Lumping jathilan Leak.
Alunan musik yang satu ini mengandung banyak arti dan sejarah dalam Budaya Jawa. Tembang tembang lagu khas kejawen atau kraton selalu dinyanyikan dengan Penuh Khas.
Seni Ini Dimainkan Oleh Turonggo Mardi Santoso Dari Dampit Windusari Magelang Jawa Tengah
#Gamelan #Budaya #JawaTengah
music is my inspiration, bikin hidup lebih berasa. music adalah setengah dari perjalanan hidupku. dia memberi warna dari kegelapan hidupku,
Ritual Budaya || GAMELAN LAGU JAWA SAKRAL
Alunan musik yang satu ini mengandung banyak arti dan sejarah dalam Budaya Jawa. Tembang tembang lagu khas kejawen atau kraton selalu dinyanyikan dengan Penuh Khas.
#Gamelan #Budaya #JawaTengah
Mewarnai Di Alun ALun || Kota Kecilku
Bali Kampung Tongkrong Alun Alun || Ponakan DIPONEGORO BALI
SEJARAH MAGELANG ==================
Hari jadi Kota Magelang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, bahwa tanggal 11 April 907 Masehi merupakan hari jadi Kota Magelang. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari seminar dan diskusi yang dilaksanakan oleh Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang dengan dibantu pakar sejarah dan arkeologi Universitas Gadjah Mada, Drs.MM. Soekarto Kartoatmodjo, dengan dilengkapi berbagai penelitian di Museum Nasional maupun Museum Radya Pustaka-Surakarta. Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang. Di kampung Meteseh saat ini terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.
Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah prasasti Poh, prasasti Gilikan dan prasasti Mantyasih. Ketiganya merupakan prasasti yang ditulis di atas lempengan tembaga.
Parsasti Poh dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.
Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung Susundara dan Wukir Sumbing yang kini dikenal dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Begitulah Magelang, yang kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi ibu kota Karesidenan Kedu dan juga pernah menjadi ibu kota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era Reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.
Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membangun Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibu kota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.
Setelah pemerintah Inggris ditaklukkan oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan-jalan arteri diperkeras dan diaspal.
Kota ini terletak di tengah kabupaten Magelang. Karena memang dulunya Kota Magelang adalah ibu kota dari Kabupaten Magelang sebelum mendapat kebijakan untuk mengurus rumah tangga sendiri sebagai sebuah kota baru. Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, karena berada di jalur utama Semarang-Yogyakarta. Kota Magelang berada di 15 km sebelah Utara Kota Mungkid, 75 km sebelah selatan Semarang, dan 43 km sebelah utara Yogyakarta.
ALUN ALUN MAGELANG ====================
Alun-alun Kota dijadikan sebagai pusat Kota Magelang karena letaknya yang sangat strategis di tengah kota. Banyak sekali kendaraan angkutan kota dengan berbagai jalur melewatinya. Dari alun-alun ini orang dapat menjangkau Pecinan atau Jl. Pemuda. Kawasan Pecinan merupakan salah satu kawasan pusat perdagangan di Kota Magelang, yang sudah ada sejak zaman pemerintah Kolonial Belanda.
Di sekelilingnya berdiri banyak sekali pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya. Di sebelah timurnya ada Matahari dan Gardena swalayan serta eks Magelang & Tidar Theatre yang telah berhenti beroperasi sejak 11 November 2011. Di sebelah utaranya berdiri dengan megah Trio Plaza dan Bank BCA. Selain kedua bangunan tersebut, di sisi utara juga terdapat GPIB. Sementara di sebelah selatan ada Kantor Polresta Magelang, Bank Jateng dan klenteng Magelang. Sementara di sebelah barat atau yang sering disebut alun-alun barat ada sebuah masjid yang terbesar di Magelang, tempat ini sering dinamakan Kauman. Sebelah utara Kauman, terdapat gereja katholik dan pastoran. Alun-alun Kota Magelang selain sebagai pusat kegiatan publik, juga dipandang sebagai simbol kerukunan beragama, yaitu dengan adanya beberapa sarana peribadatan untuk agama Islam, Katholik, Kristen dan Konhuchu.
Sementara di sudut sebelah barat laut ada menara air yang merupakan peninggalan Belanda. Menara air ini menjulang setinggi lebih kurang 15 m. Dan sekarang ini menara tersebut digunakan oleh PDAM Kota Magelang sebagai tempat penampungan air yang sanggup memenuhi kebutuhan akan air bagi warga Kota Magelang. Menara air minum, dengan desain kolonial yang unik, saat ini dijadikan sebagai salah satu land mark Kota Magelang.
Alun-alun ini sekarang dibuka untuk umum bagi warga Magelang. Biasanya digunakan untuk bersantai di sore hari, tempat penyelenggaraan konser band atau untuk upacara hari besar kenegaraan. Namun alun-alun ini sebelumnya tidak dibuka untuk umum dan hanya digunakan untuk upacara-upacara tertentu. Pada tahun 2002, Pemerintah Kota Magelang menyusun Master Plan Alun-Alun Kota Magelang, yang kemudian dijadikan sebagai dasar untuk kegiatan renovasi Alun-Alun. Konsep dasar master plan tersebut adalah untuk menjadikan Alun-Alun sebagai pusat kegiatan publik bagi warga kota.
Misteri DUNIA LAIN || TUK UMBUL Kaki Gunung Sumbing
AIR KELUAR DARI CELAH BATU BERKASIAT
TOK UMBUL, SEJARAH DAN MANFAAT Tok Umbul adalah sebuah mata air yang keluar dari celahan bongkahan batuan besar yang kemudian ditanamkan beberapa bambu yang sudah dilobangi sehingga air menekan dari bawah ke atas dan terbentuklah pancuran. Air ini sudah diteliti dari beberapa laboratorium dan hasilnya sangat layak dikonsumsi tanpa harus dimasak. Air ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Menurut mitos dari sumber yang dipercaya, sebenarnya ada tujuh pancuran Tok Umbul. Namun karena ada setiap hajatan pasti menyelenggarakan pementasan wayang kulit dan di setiap pementasan, pasti ada satu pancuran yang tidak mengalir lagi. Oleh karena itu, semenjak terjadi hal demikian maka tidak boleh lagi ada pementasan wayang kulit. INI NYATA!!! Fungsi air Tok Umbul sering digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan air minum. Karena kejernihan air tersebut, banyak orang dari sekitar dusun Ngaropoh bahkan dari luar kota rela mengambil air tersebut beberapa jerigen. Ajaibnya, suhu air selalu berkebalikan dengan hawa sekitar seperti kalau malam airnya terasa hangat dan saat siang terasa dingin dan sejuk. Tidak jauh dari Tok Umbul terdapat bau besar disebut Watu Jaran / Batu Kuda. Why it's called Watu Jaran? Karena dahulu batu tersebut berbentuk mirip seperti kuda yang sedang merunduk. Tapi sayang ukuran batu sekarang berukuran setengah dari aslinya karena ulah manusia.
#KisahMisteri #KeajaibanDunia #TukUmbul
BUS MANIA INDONESIA KONVOI || Black Mamba VS Rayap Jalanan
Berbagai Bus Hadir Memenuhi Lapangan Monas Jakarta Untuk Menggiring Pemudik pulang Kampu. Ratusan Bus Dan Berbagai Jenis Bus Hadir. Mulai Handoyo, blue star, Black Mamba, Rayap Jalanan, dll.
ikuti perjalanan raja jalanan toll cipali antar provinsi ini menggempur kecoa kecoa jalanan.
#BusMania #Konvoi #RayapJalanan
Konvoi 1000 Bus Scania || Mudik Gratis 2019
Bus sekania modern interior exterior. exclusive VVIP Konvoi DI Tol Cipali Go To East Java. ada black mamba scania, handoyo, dll.
#BusMania #BlackMamba #MudikGratis
music is my inspiration, bikin hidup lebih berasa. music adalah setengah dari perjalanan hidupku. dia memberi warna dari kegelapan hidupku,