Tuhan Maha Asyik. Sebuah buku karangan @president_jancukers dan MN Kamba, dengan balutan kisah kehidupan anak-anak, disertai penjelasan tentang bagaimana mereka memaknai Tuhan, menyadarkan saya akan beberapa hal. Bahwa Tuhan Mahasegala. Mengenal Tuhan bukanlah dengan cara menafsirkan setiap kekata dalam kitabNya. Tuhan, ada pada setiap diri kita ketika kita jauh lebih mengenal diri sendiri. Dalam bahasanya, Sujiwo Tejo mengatakan, "Kita terlalu sering sowan ke Ulama, Pendeta, Pastur, Biksu. Tapi kita lupa, untuk sowan ke diri sendiri." Secara tersirat saya menerima bahwa cara mengenal Tuhan adalah mengenal diri sendiri. Bahwa konsepsi beriman kepada Tuhan adalah bagaimana kita memberi. Bahwa Tuhan, menginginkan kita mengoreksi diri sendiri, dan mengutamakan orang lain untuk setiap halnya lagi. Tuhan Mahabaik. Bahkan ia tak peduli kepada siapa dan bagaimana mereka kepadaNya. Rahmat Tuhan terbagi selalu. Tuhan telah ada sebelum segala. Maka, tak perlulah menafsirkan segala hal kataNya dan berbagi dengan makna yang kita terima. Tak perlu membawa Tuhan untuk membuat orang menuhankan kekata kita. Terima kasih untuk setiap pelajarannya dan peringatannya. Semoga segala kebaikan selalu terberi untuk kita semua #pengenceritaaja #TuhanMahaAsyik #SujiwoTejo #Jancukers #SajakLiar #KumpulanPuisi https://www.instagram.com/p/BmUniynBxRe/?igshid=1xxnq580br443