Kenapa Jepang? Karena J-E-P-A-N-G!
Setiap orang pasti punya alasan sendiri kalau ditanya kenapa suka dengan Jepang. Sebagai anak Indonesia 90an, Jepang merupakan my childhood life. Semenjak dulu, memang gue sudah dicegoki anime dan manga sebagai hiburan masa kecil. Karena gambar dan plot cerita dari anime dan manga itulah sedikit banyak gue tahu seperti apa sih negara Jepang itu. Untuk gue pribadi, Jepang merupakan whole in one package. Mulai dari bagaimana kehidupan sehari-hari orang Jepang, suasana daerah kota serta pedesaan di sana, dan aktivitas yang sering orang Jepang lakukan pada waktu-waktu tertentu. Gue sangat mengagumi setiap aspek yang dimiliki negara Jepang. Nah, menurut gue kata J-E-P-A-N-G sudah mewakili hal-hal yang membuat Jepang sangat menarik:
J - jajanan
Ga ada habisnya ya kalau bahas jajanan atau street food Jepang. Menikmati hidangan khas Jepang berbalut corak tradisional Negeri Sakura tersebut memang menjadi salah kebahagiaan tersendiri. Nah, ini beberapa jajanan Jepang yang dari dulu gue sangat penasaran coba.
1. Senbei (kiri atas): Kerupuknya Jepang, nih! Senbei adalah cracker atau biskuit khas Jepang yang terbuat dari beras. Rasanya lebih ke asin dan gurih. Teksturnya lebih tebal dari kerupuk dan dihidangkan dengan cara dipanggang. Kalau udah ada senbei, biasanya pasangannya teh hijau. Senbei bisa jadi pilihan yang tepat untuk cewek-cewek. Karena meskipun berbentuk kerupuk, senbei ini rendah lemak loh! Dan biasanya senbei dinikmati bersama dengan teh hijau. Udah tau dong, teh hijau kaya akan antioksidan dan bagus untuk kesehatan kulit?
2. Kaiten Sushi (kanan atas): Kaiten dalam bahasa Jepang artinya berputar; Nah Kaiten Sushi sendiri adalah sushi yang ditempatkan di atas piring dengan warna berbeda (yang juga membedakan harga) dan disajikan di atas conveyor belt. Kita juga bisa order secara manual di mesin pemesan yang terletak di depan masing-masing pengunjung. Untuk penggemar sushi sih, pasti langsung kalap kalau di depannya terus-terusan ada sushi berlalu lalang :”)
3. Takoyaki (kiri bawah): Nah kalau yang ini sih ga usah dijelaskan panjang lebar ya karena di kalangan orang Indonesia sendiri udah populer. Jajanan yang satu ini memang cocok banget di lidah orang Indonesia sih ya, gurih gurih gimana gitu. Kalau mau tau lebih lengkap seputar takoyaki bisa cek di link ini ya.
4. Soba (kanan bawah): Bagi penikmat kuliner jepang, pasti udah ga asing dengan mie ala jepang seperti ramen, udon, dan soba. Tapi sebenarnya apa sih bedanya? Soba merupakan mie yang terbuat dari gandum, dimana kedua jenis mie lainnya terbuat dari terigu. Soba yang pernah gue coba adalah soba dingin. Cara memakan soba dingin adalah dengan dicampurkan dengan kaldu atau saus kecap. Bagi first timer mungkin akan merasa aneh, tapi rasanya lebih….authentic.
(photo: personal collection)
Masih banyak lagi untuk jajanan serta kuliner di Jepang yang tidak mungkin disebutkan satu per satu (harus langsung coba di sana!). Dan Jepang juga ramah loh untuk muslim traveler. Semua jajanan di atas sudah ada loh yang menjual dengan label halal di Jepang! Misalnya untuk takoyaki yang halal, bisa dilirik di tautan berikut ini.
E - Efisiensi Transportasi
Meski title-nya agak maksa, but it is true! Semua orang pasti pernah mendengar tentang transportasi Jepang yang supeeer on time dan mahal. Wets tenang, Jepang menawarkan beberapa moda transportasi yang dapat mengakomodir kebutuhan kalian loh! Dan menurut gue uang yang kita keluarkan sepadan dengan fasilitas yang kita dapat. Berikut tiga transportasi utama yang mudah digunakan saat di Jepang:
1. Kereta
Wah, di Jakarta aja terlepas dari kekurangannya, gue cukup mengandalkan kereta sebagai salah satu jenis transportasi yang tidak memakan waktu untuk menempuh jarak jauh. Kereta di Indonesia sendiri (khususnya Jakarta) adalah hibahan dari pemerintah Jepang. Nah, kebayang ga gimana sangat reliable-nya kereta-kereta di Jepang?
Meski dinaungi manajemen yang berbeda-beda, tapi secara keseluruhan kereta di Jepang saling berintegrasi. Ada berbagai pula jenis kereta yang dibedakan menurut pemberhentian stasiun serta harga tiketnya, yaitu: Local Rapid, Local Express, Limited Express, dan Super Expres (Shinkansen).
Yang perlu digaris bawahi adalah Jepang menyediakan layanan day pass. Jadi, cukup dengan membayar sekali, kita dapat memakai kereta sepuasnya (bahkan moda transportasi lain - tergantung jenis day pass) selama jangka waktu yang diberikan (one day pass / three day pass / etc.). Jenis day pass paling terkenal di kalangan wisatawan asing yang prefer menggunakan Shinkansen ke berbagai kota di Jepang adalah Japan Rail Pass (lebih dikenal sebagai JR Pass).
(photo: personal collection)
2. Bus
Gue sangat suka dengan bus di Jepang: hampir tidak pernah telat, desain kereta yang efektif, jumlah yang cukup banyak, serta kejelasan terkait rute yang harus diambil, bahkan untuk seorang foreigner. Sama seperti kereta, bus kota di Jepang pun juga memiliki day pass sehingga dengan satu kali pembayaran dapat menggunakan bus hingga berkali-kali dalam periode tertentu.
(photo: comedytravelwriting.com)
3. Sepeda
Wah ini yang paling favorit! Sepeda adalah kendaraan paling populer di sana untuk dipakai dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari anak sekolah, sampai salaryman biasanya menggunakan sepeda untuk bepergian. Bahkan, kita akan lebih sering menemui parking lot untuk sepeda dibandingkan sepeda motor. Pada kota-kota tertentu pula, seperti Osaka misalnya, ada cukup banyak penginapan yang menyewakan sepeda secara cuma-cuma!
(photo: personal collection)
P - Panorama
Kalau yang satu ini sih justru faktor utama penarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jepang. Menurut gue pribadi, hampir semua jenis panorama alam ada di Jepang. Mulai dari gunung hingga laut, semua tidak lupa dibungkus dengan sentuhan authentic Jepang yakni temple, shrine, atau pun desa-desa yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Belum lagi bersinergi dengan keempat musim berbeda: Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur, dan Musim Dingin yang memiliki keindahannya tersendiri. Namun, memang sejauh ini musim yang paling difavoritkan para traveler adalah musim semi dimana bunga sakura mulai bermekaran.
Gunung Fuji
(photo: http://snatours.com.au)
Okinawa
(photo: .pinterest.com/explore/okinawa-japan)
Keitaku Garden, Osaka
A - ANIME!
Nah ini dia satu hal cuma Jepang yang punya! Jepang sangat serius dalam mengembangkan perindustrian anime. Tidak hanya pusat-pusat perbelanjaan action figure yang sangat mudah untuk dapat kita temui di Jepang, namun banyak juga tempat-tempat di Jepang yang dijadikan sebagai inspirasi setting sebuah anime atau pun manga.
(Kiri) Tempat yang menjadi inspirasi salah satu scene Kimi No Na Wa.
(Kanan) Odaiba, salah satu tempat dalam anime Digimon.
Nah gambar di bawah ini merupakan beberapa tempat yang memang didedikasikan untuk menjual atau mengabadikan berbagai anime atau manga:
(Kiri atas) Den Den Town, Osaka: satu tempat dimana banyak toko yang menjual berbagai mainan berkarakter.
(Kanan atas) Pokemon Center, Tokyo: bukan, Pokemon Center ini bukan rumah sakit untuk Pokemon seperti di cerita, tapi tempat yang menjual barang-barang original berbau Pokemon! Pokemon Center tidak hanya ada di Tokyo tapi terletak di beberapa kota di Jepang.
(Kiri bawah) Ghibli Museum, Mitaka: nah ini favorit gue! Di sini surganya bagi para pecinta Studio Ghibli. Dengan 1000 yen saja, kita bisa tau seperti apa proses dibalik berbagai masterpiece Studio Ghibli, menonton hasil pembuatan film, membeli souvenir original Ghibli. Sayangnya, kita ga boleh foto isi museumnya.
(Kanan bawah) Fujiko F Fujio Museum, Kanagawa: kalau yang satu ini mungkin lebih dikenal sebagai museum Doraemon, ya. Tapi sebenarnya, museum ini didirikan untuk melestarikan karya-karya dari Fujiko F. Fujio. Jadi, tidak hanya Doraemon, kita juga bisa menikmati karya-karya lain dari beliau seperti P-Man dan Esper Mami.
N - Negeri festivals
Oke, lagi-lagi akronim yang agak maksa, haha. Tapi jangan salah fokus! Jepang memang terkenal dengan berbagai festival yang dimilikinya, hampir setiap waktu. Festival atau yang dikenal dengan matsuri adalah pesta besar yang dilakukan untuk memperingati sesuatu. Memang Jepang masih kental dengan kepercayaan spiritual dan pada dasarnya budaya mereka masih terlekat erat hingga pada kehidupan modern saat ini. Banyak hal yang diperingati oleh orang Jepang melalui suatu festival. Berbagai festival di Jepang pun sudah ada sejak lama, bahkan pada sekitar tahun 1700-an.
Hanami Festival
Hmm, sebenarnya ini lebih bersifat unofficial sih karena tidak diselenggarakan pada tempat tertentu. Sederhananya, seperti yang sudah diketahui pula, kita bisa menikmati bermekarannya bunga sakura pada musim semi dengan menggelar pinik cantik di bawah pohon Sakura. Pada festival ini biasanya terdapat berbagai kegiatan seperti art performance, minum bir, dan sebagainya. Biasanya bunga sakura sudah mekar pada bulan Maret dan bergantian di berbagai tempat hingga akhir April.
(photo: http://www.japan-guide.com/e/e2011.html)
Gion Matsuri
Nah kalau festival satu ini diadakan dalam satu bulan penuh di bulan Juli yang tujuan awalnya untuk penyucian. Pada festival ini akan banyak sekali lampion yang dipasang untuk menghiasi jalan-jalan yang dilalui oleh 40 yamaboko yakni kendaraan berod yang ditarik oleh banyak orang. Gion Matsuri merupakan salah satu festival yang paling digemari. Bertempat di Kyoto, kalian akan banyak melihat para pengunjung berpakaian yukata musim panas datang ke festival ini.
(photo: http://www.japan-guide.com/e/e3942.html)
Sapporo Snow Festival
Festival musim dingin ini selalu hampir selalu diadakan pada bulan Februari di Hokkaido, Sapporo selama satu minggu. Dalam festival ini dipertunjukkan berbagai bentuk es yang dipahat dengan cantik beserta lampu warna-warni.
(photo: http://www.japan-guide.com/e/e5311.html)
G - GO!
Tunggu apa lagi? Yuk cus budgeting dan cus ke Japan!









