Seandainya Doraemon jadi Mata Pelajaran Wajib
Saat Jules Verne menulis buku “From the Earth to the Moon” pada 1870, manusia bahkan belum menemukan pesawat terbang. Baru 33 tahun kemudian, Wright bersaudara berhasil menerbangkan pesawat bermesin pertama yang menjadi cikal bakal pesawat terbang.
Dari sejak itu masih diperlukan lebih dari setengah abad lagi hingga akhirnya imajinasi Jules Verne itu dapat terwujud. Neil Armstrong seorang Astronot Amerika sekaligus Komandan Apollo 11 berhasil mencatatkan diri sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan.
“Frankenstein” yang ditulis Marry Shelley tahun 1818, bercerita tentang seorang ilmuwan kontroversial bernama Victor Frankenstein. Obsesinya adalah menciptakan manusia dari bagian-bagian tubuh yang sudah mati dan menghidupkannya dengan menggunakan aliran listrik.
Meskipun “Frankenstein” sebenarnya lebih layak disebut karya romantis daripada fiksi ilmiah, namun kisahnya itu sangat mungkin menjadi sumber inspirasi bagi dunia kedokteran modern. Salah satunya adalah transplantasi jantung.
Dua tahun sebelum Neil Amstrong mendarat dibulan, Christiaan Barnard seorang ahli bedah jantung, berhasil melakukan operasi transplantasi jantung pertama didunia. Pasiennya mampu bertahan hidup selama delapan belas hari, setelah mendapat donor dari seseorang yang tewas karena kecelakaan lalu-lintas. Apa yang dilakukan Barnard dalam skala kecil, mirip dengan yang dilakukan oleh Victor Frankenstein.
Berbeda dengan kedua penulis tadi, Leonardo da Vinci lebih masyur dikenal sebagai pelukis terhebat sepanjang sejarah. Meskipun sebenarnya hanya sekitar 15 lukisannya yang bertahan hingga saat ini.
Selain sebagai pelukis, da Vinci dikenal banyak membuat sketsa yang inovatif dan original. Beberapa dari sketsa itu kemudian mendasari terciptanya benda-benda penting di jaman modern seperti: Parasut, Helicopter, Tank, Kapal Selam sampai dengan Kalkulator.
Namun karena teknologi saat itu masih belum mendukung, sehingga banyak dari sketsa-sketsanya yang inovatif itu baru bisa terwujud berabad-abad kemudian. Setelah disempurnakan oleh para penemu lain sesudahnya.
Bagaimanapun karena imajinasinya yang luar biasa hebat, para Sejarawan menganggapnya sebagai seorang jenius. Hal yang Ironis karena Ia bahkan tidak pernah mendapatkan pendidikan formal.
Sebenarnya yang dibutuhkan oleh Leonardo da Vinci agar sketsa-sketsanya dapat terwujud adalah seorang Thomas Alva Edison. Ia dikenal sebagai salah seorang penemu pertama yang berhasil memproduksi secara masal penemuan-penemuannya.
Edison dipandang sebagai penemu paling produktif pada masanya, dengan memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Namun karena jiwa entrepreneurship-nya ini pula yang membuat dirinya kontroversial. Banyak artikel yang mendiskreditkan dirinya, dan menganggapnya mencuri penemuan ilmuwan lain dan mempatenkannya.
Teknologi Bohlam Listrik yang berhasil dipatenkannya, sebenarnya sudah ditemukan puluhan tahun sebelumnya, namun karena tidak praktis maka belum berhasil produksi secara masal. Karenanya paten Edison sendiri hanya menjelaskan penemuannya sebagai perbaikan lampu listrik, dan bukan penemuan lampu listrik.
Banyaknya Sketsa yang dibuat da Vinci dan banyaknya penemuan yang dipatenkan Edison, membuat mereka sulit dicari tandingannya. Bayangkan apabila mereka hidup sejaman dan bisa bekerja sama, berapa banyak kemajuan yang bisa dicapai.
Banyak sekali ilmuwan dan penemu di jaman modern yang sejenius da Vinci dan Edison. Mereka-mereka yang dianugerahi penghargaan setiap tanggal 10 Desember, yang merupakan yang merupakan tanggal peringatan kematian Alfred Nobel, adalah buktinya.
Namun jika kita mau sedikit berandai-andai, diluar para ilmuwan jenius penerima Hadiah Nobel itu, sebenarnya ada satu orang yang memiliki pemikiran inovatif setara da Vinci sekaligus juga seorang pengarang seperti Verne dan Shelley, orang itu adalah Fujiko F. Fujio.
Fujiko F. Fujio adalah nama pena dari Hiroshi Fujimoto pengarang serial komik Doraemon yang sampai sekarang masih sangat populer. Diterbitkan pada tahun yang sama dengan mendaratnya Neil Amstrong dibulan, Ia berhasil membuat sebanyak 1.345 cerita.
Doraemon sendiri adalah robot kucing yang dikirim dari abad 22 untuk menolong Nobita Nobi, siswa kelas 5 SD yang pemalas, misinya adalah membantu memperbaiki kehidupan Nobita sehingga keturunannya kelak dapat hidup lebih baik.
Doraemon memiliki Kantung Ajaib yang berisi alat-alat ajaib dari masa depan, yang membantu Nobita menyelesai masalah-masalahnya. Meskipun biasanya karena bertindak terlalu jauh atau mengacuhkan perintah Doraemon, akhirnya malah terjerumus kedalam masalah yang lebih dalam.
Alat-alat ajaib dari masa depan yang paling sering dipergunakan diantaranya adalah Kantong Ajaib, Pintu Kemana Saja, Baling-baling Bambu dan Mesin Waktu. Para fans percaya bahwa seluruhnya ada 4500 alat dalam Kantung Ajaib Doraemon. Salah satu situs penggemar bernama Doraemon Wiki berhasil menampilkan 704 diantaranya secara detail.
Jika kita renungkan, sebenarnya beberapa alat ajaib Doraemon saat ini sudah di pergunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:
· Konyaku Penerjemah dalam kehidupan sehari-hari fungsinya sama dengan Google Translate, meskipun masih belum sempurna.
· Metca Maker yang dapat mencetak benda 3 dimensi dalam kehidupan nyata sudah diwujudkan menjadi Printer 3 Dimensi.
· Ensiklopedia Serba Tahu sudah diwakili oleh aplikasi Google Seach.
· Bahkan Satelit Pribadi milik Doraemon untuk memata-matai orang sudah diaplikasikan melalui teknologi Google Map, Google Latitude, Google Earth, hingga teknologi GPS.
Doraemon karya Fujiko F. Fujio sudah diakui sebagai salah satu komik terlaris yang telah terjual lebih dari 100 juta kopi diseluruh dunia. Selain karyanya yang ikonik, seharusnya ia diakui pula sebagai komikus paling visioner. Karena tidak banyak komikus yang mampu menampilkan ratusan alat ajaib dalam karya-karyanya.
Leonardo da Vinci dengan imajinasinya mampu membuat konsep teknologi inovatif melalui sketsa-sketsanya, demikian pula halnya Fujiko F. Fujio melalui Doraemon-nya.
Yang membedakan adalah Da Vinci selain seniman juga adalah ilmuwan, sehingga sketsa-sketsanya lebih detail dengan memperhatikan kaidah keilmuan. Ia bahkan melakukan percobaan-percobaan dalam usaha untuk mewujudkan penemuannya.
Sedangkan Fujiko F. Fujio adalah seorang komikus, yang motivasi utamanya adalah menciptakan karya yang selain imajinatif juga inovatif. Jika saja mereka hidup sejaman, mungkin da Vinci akan tertarik dengan ide-ide Fujiko dan berusaha membuatkan sketsa yang lebih teknis.
Lebih bagus lagi jika kemudian bisa berkolaborasi dengan Edison agar dapat memperbaiki ide-ide penemuannya, menyempurnakannya dan kemudian memproduksinya secara masal.
Namun karena itu semua tidak mungkin terwujud. Salah satu pilihan yang masih tersedia adalah jika saja ada Sekolah yang membuka Jurusan Penemu, dan menjadikan Doraemon mata pelajaran wajib. Maka kita bisa berharap suatu saat nanti akan ada penelitian tentang Baling-baling Bambu, Pintu Kemana Saja, Kantong Ajaib, atau bahkan Mesin Waktu.
Hingga suatu ketika nanti kita bisa mengharapnya terpajang di toko-toko online, menunggu kita pesan. Siapa tahu….
“Aku ingin begini, Aku ingin begitu, ingin ini itu banyak sekali, semua semua semua, dapat dikabulkan, dapat dikabulkan, dengan kantong Ajaib……”