Hari ini seperti biasa, bantu-bantu umi di dapur dan pekerjaan rumah lainnya. Tahun ini saya habiskan setengah dari bulan puasa sampai akhir Mei nanti di jawa timur, kangen juga dengan suasana keramahan khas jawa saat Ramadhan tiba, masjid seakan hidup 24 jam, tidak ada yang merasa kekurangan dan kelaparan. Sahur dan buka selalu ada, nuansa shalat taraweh yang mayoritas imamnya menghabiskan hampir 1 juz setiap harinya sudah menjadi adat masjid dan masyarakat.
Ada nasehat emas yang saya dapatkan hari ini tatkala ada buka puasa bersama bersama warga, umi yang seperti biasa menjadi panitia masak-masak bersama ibu-ibu lainnya datang ke masjid selepas ashar, namun ada pesan menarik yang saya dapatkan hari ini.
Baru 1 langkah kaki umi dari pintu rumah, tiba-tiba beliau memanggil saya dan bilang "Mas jundi nanti ikut buka puasa bersama ya, udah nikah harus banyak bersosial dengan masyarakat dimana kaki mas jundi tinggal lho". Seakan saya mendapat sentilan kecil. Benarlah, menikah itu ada banyak hal yang musti dikuasai dan dipelajari, terutama ilmu bersosial. Betapa banyak hari ini kaum muda atau tua yang menikah namun enggan bermasyarakat, ikut kegiatan rt atau kelurahan, ikut pengajian masjid desa dan pengajian rt.
Saya yang tumbuh dan banyak teman di desa ini pun masih mendapat nasehat soal bersosial, barangkali umi hanya mau memberi arahan soal bermasyarakat itu penting, istri atau suamimu juga harus ikut andil dalam bermasyarakat. Tidaka acuh atau merasa orang baru jadi wajar kalo ga kenal siapa-siapa. Padahal yaa masyarakat yang nanti akan ikut mensholati jenazah kita, membantu hajatan kita, dan menjenguk saat kita sakit.
Mulailah dari masjid untuk para pria dan wanita, mulailah dari bersosial dengan rutinnya ke masjid dan berkenalan dengan sekitar. Miris saja orang yang asik bersosial media tapi nihil dalam sosial dengan masyarakat nyata. Bukankah hidupmu itu yang sebenarnya adalah keluar dari rumah? Bukan hanya di depan layar saja.
Menikah itu bersosial, dimana pun dan dengan siapa pun. Persiapkanlah ilmu bersosial untuk para laki-laki dan wanita. Sebab berganti status tidak membuatmu harus menutup pintu sosial yang sebenarnya.