“Cari sisi positif dalam setiap hal buruk yang kita dapatkan. Sehingga, kita bisa selalu bersyukur, sekalipun kita sedang tersungkur”
— Choqi Isyraqi
almost home
Fai_Ryy
tumblr dot com
official daine visual archive
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Product Placement
Today's Document
Monterey Bay Aquarium
d e v o n

Origami Around
Fieri Frames
Color Me Curious
🪼

Discoholic 🪩
cherry valley forever
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird
h

izzy's playlists!
EXPECTATIONS
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from El Salvador
seen from Mexico

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Japan
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from Slovenia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Ecuador
@penggulatmimpi
“Cari sisi positif dalam setiap hal buruk yang kita dapatkan. Sehingga, kita bisa selalu bersyukur, sekalipun kita sedang tersungkur”
— Choqi Isyraqi
Pernah datang orang yang baik namun tak tepat. Hidup dipaksa untuk memilih disaat pilihan yang baik seharusnya tak perlu diragukan.
Hidup diminta untuk berjuang dengan dihadirkannya berbagai macam tembok perbedaan. Seperti air dan minyak memiliki densitas yang berbeda namun kerap sekali manusia bangkang untuk tetap memaksa menyatukannya.
Pada akhirnya harus melukai dua belah pihak yang sejatinya tak perlu terluka jika saja tak berusaaha merobohkan tembok yang begitu tinggi.
Sekalipun tak pernah disakiti oleh satu sama lainnya, namun mengapa lebih pedih rasanya terluka yang disebabkan oleh pilihan yang salah.
Satu tahun delapan bulan ternyata bukan waktu yang cukup untuk saling memulihkan rasa, saat takdir memaksa untuk mengingat kembali memori masa lalu dalam keadaan saat ini, puing puing bahagia yang menutupi kesedihan seketika berantakan bagai susunan balok kayu yang terpapar angin.
Hati, tolong sekali untuk menjadi lebih kuat. Ada masa depan yang harus ditatap dan disambut
Ingatan, mohon jangan berkeliaran pada masa lalu yang hanya menjadi kenangan. Ada kenagan masa depan yang sedang menunggu.
PVJ, perpapasan yang tak seharusnya
1 Novem 2020
“Kita hidup di zaman dimana setiap orang bisa bebas berpendapat, tapi tidak semua orang bisa menerima perbedaan pendapat.”
— Choqi Isyraqi
Saat rumah bukan menjadi tempat kembali yang nyaman, seperti nya harus mengganti tempat kembali yang lain.
Ok harus segera menyelesaikan ini semua!
Begitu beda memang, saat dulu, rasanya ingin sekali pulang cepat ke rumah namun selalu tak menemukan waktu yg banyak untuk berlama lama di rumah. Kini, bahkan hanya weekend di rumah pun, terasa begitu lama waktu berjalan. Apakah akibat sulitnya untuk menemukan kenyamanan di tempat kembali?
Asumsi pengaruh pandemi
Bahkan sekalipun orang lain lebih beruntung dari kita, tugas kita tetap bersyukur.
—taufikaulia
Saat seseorang memutuskan pergi. Bisa saja dia memang yang salah. Meninggalkan kamu begitu saja. Atau, bisa jadi kamu yang salah. Dia sudah berusaha memahamimu, tapi kamu egois dan keras kepala. Dia lelah akhirnya menyerah. Jangan hanya merasa dilukai, jika saja tanpa sadar malah lebih sering melukai.
—boycandra
Extremely happy🤗🤗🤗
13 years (?) Finally (!)
After many years not seeing each other.
Destiny brings us in the way, in a bad state for a good time
The one who i have never been forgotten
The suitability of the character that attracted me to her.
At the first meeting in 2008, we were on the same boat actually.
Tryna survive and struggle, coz have to get out of the comfort zone.
Thanks for quality time today!!!!
I wish I could see you next time even just for a second.
31 Juli 2020.
Cut Meilisa Wira Ulfa (I wish I have never been forgotten the long name of you)
Girl version..... IDK who dis😁
I've never drawn face before. Oath!!!
I know it's not really good. But it's my masterpiece. Wkwk
The best version I've ever done. Draw a picture!!!
Literally the first ever for sketching
Pekanbaru, June 19th 2020
what are you up my “25before25″
Almost 25 of still verdictless life, though I haven't realized my "25 before 25" completely. The whole time being on, explores many of the self-doubts and fears of the 25, delves into the many insecurities i experienced in my twenties, both personal and professional, and the urgency i felt to make the most of my life before entering into mature adulthood.
ALMOST 25 NOW AND STILL ASKIN MYSELF Am I living it right? my sist won’t stop asking when I’ll end the single status . it's not her fault, but it sucks for me And in point of fact, the question drove me insane. when she realizes that her questions are hurting me, she’ll likely stop. I guess. But, she just never know....
Nggak nyangka, Indonesia sebegini kaya. Kok belum jadi negara besar ya? ...
Bikin trigger banget sih bossman emang
“Dimana kau berada, seperti apa kondisi lingkunganmu, apa yang kau tonton, apa yang kau dengar, siapa yang kau ajak bicara, itulah yang akan membentuk dirimu. Jika kau ingin mengubah dirimu, mulailah dengan mengubah hal-hal diatas.”
— Choqi Isyraqi
Toksik
Apa sih sebenarnya toksik pipel?
Jika memaknainya kata per kata yang berasal dari bahasa inggris. Maka meaningnya ialah “manusia beracun”. Manusia beracun? Pasti bakal mikir, “ular kali yang punya bisa” sehingga beracun. eits jangan salah, meski nyatanya manusia tidak memiliki bisa seperti ular, tapi manusia punya congor dan hati yang bisa menyulap madu menjadi racun.
Jika ditilik dari diri pribadi, sejujurnya diri ini selalu berupaya untuk melakukan hal positif dengan cara berfikiran yang positif agar tercipta lingkungan yang positif. Alhamdulillah, seringkali temen-temen disekitar merasakan hal yang sama.
Tapi belakangan, terasa begitu berbeda saat perlahan menemukan lingkungan yang tidak dapat memberikan atmosfir kenyamanan. Sejak gejala perilaku mulai berubah, kepala yang sedianya bisa dilunakkan dengan kata kini seolah semakin mengeras bak batu intan.
Sejak terasa ada yang berubah, perlahan mulai menarik diri untuk berkontemplasi sembari bercermin terhadap diri sendiri.
Apa yang terjadi pada diri ini? apa mungkin disebabkan turunnya keimanan sehingga hati ini sulit sekali untuk merasakan kenyamanan. Bahkan tak jarang seringkali jiwa ini menolak untuk menerima pendapat orang lain secara baik dan lembut. Ada apa sebenarnya?
Pernah suatu ketika ada diskusi di sebuah group meeting, lalu ada sebuah kondisii yang terasa begitu awkward saat salah seorang teman bertanya. “kenapa tidak kutemukan jiwa desri yang berdiskusi saat ini”. Kalimat itu terasa tamparan yang begitu kuat di ingatan. Hingga malam menjelang pun kalimat yang dilontarkan oleh teman itu masih terngiang jelas melayang-layang dipelupuk mata.
Saat mulai berfikir terhadap apa yang salah pada diri ini, saat itu pula mulai melakukan research berbagai hal mengenai psikologi perubahan perilaku yang terjadi pada diri manusia. Hingga akhirnya ku menemukan hal yang sebenarnya tak ingin dipercayai, lingkungan mempengaruhi perubahan perilaku seseorang. Ok ketemu jawabannya, saat mulai menyadari letak salahnya dimana, perlahan komunikasi terhadap lingkungan yang dirasa terdapat toksik nya mulai dikurangi.
Benar saja, jarang berdebat kusir dengan orang lain ternyata mampu menimbulkan hasil yang luar biasa pada jiwa. Benar-benar terasa tentram dan nyaman tanpa ada rasa bersalah yang mengahantui.
Bismillah, yuk belajar melunakkan hati dalam setiap berdiskusi. Karena kita tidak pernah sadar, apakah yang kita lakukan akan mempengaruhi perilaku orang lain atau tidak. Semoga kita senantiasa memberikan pengaruh baik kepada lingkungan sekitar. Aamiin
Kembali
Berbicara mengenai kembali, rasanya terlalu luas untuk memaknainya. Tak pelak perkara dunia yang senantiasa dikejar-kejar hingga tersadar tak menemukan ujungnya, tapi juga perkara mengenai pertemuan dengan sang raja pemilik semesta.
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan". (QS. As-Sajdah Ayat 11 ).
Sebuah ayat yang membuat hati bergetar dan ingin menangis saat menghapalnya, benar saja ngeri memaknainya. Hingga kini pun diri ini masih begitu terlena dengan kenikmatan fana di dunia. Masih tak lekang setia dalam setiap detiknya memikirkan perkara pelik yang tak berkesudahan.
Kembali,
Mengapa jarang sekali kata dan makna ini dilekatkan pada ingatan, padahal ini ialah hal yang puguh dilalui oleh setiap insan. Apa benar jemawa telah merasuk hingga ke kedalaman relung jiwa yang paling dasar? Atau karena abun-abun yang membubung tinggi tak terlampaui?
Astaghfirullah.....
Dear jiwa yang begitu rangah....
Sampai kapan ingin dilhat oleh sesama makhluk? Sampai kapan memprioritaskan pertemuan sesama makhluk? tidakkah lebih esensial saat menerima undangan dari sang khalik?
Bismillah, saat ini perkara kita ada pada perenungan mengenai kehidupan. Sudah sampai sejauh mana kaki ini difungsikan untuk mengejar kafanaan? Sudah sampai sebanyak apa tangan ini mengumpulkan bekal untuk keabadian?
Pekanbaru, 27 April 2020
Istirahat
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
” (QS. Ali Imran: 185).
Kala itu seorang gadis terburu-buru jalan menuju barat dari sisi kampus untuk melakukan meeting perdananya dengan calon dosen pembimbing, tak disangka saat bersamaan menjadi waktu pertemuan terakhir baginya berpapasan dengan sosok pria renta yang berjalan melawan arah menuju timur. Gedung CRCS dan CAS menjadi saksi percakapan siang itu. Ada sebuah pesan tersurat yang terlontar jelas dari mulutnya.
“nak, lanjut S3 ya”
Allahu Akbar. Sungguh kala itu bingung harus menampilkan ekspresi bagaiamana di hadapan beliau. Di satu hal lidah sangat keluh, karena khawatir sulit untuk merealisasikan pesan beliau. Namun di lain hal sangat bahagia atas kepedulian beliau akan masa depanku.
Prof. Dr. Ir. Rochim Suratman.
Beliau dosen pembimbing saat menyelesaikan jenjang sarjana sekitar 3 tahun lalu. 14 Agustus 2017. Beliau salah satu ahli NDT di ITB, pernah menjadi senat akademi dan anggota MWA ITB. Beliau termasuk yang sangat senior di Material ITB, bahkan terakhir ku dengar beliau satu satunya profesor yang tersisa saat ini di prodi tersebut.
Sangat banyak kenangan manis yang berkesan dan melekat erat diingatan ini. Ingat sekali bagaimana beliau hadir ke lab hanya untuk memberi saran bagaimana model kerudung yang seharusnya kugunakan, karena beliau mikir kerudung yang ku gunakan tidak cocok dengan wajahku yang terkesan seperti anak anak. Beliau ingin melihat agar aku tetap berpenampilan lebih muda sesuai dengan tipikel wajah ku. Katanya kerudung yang biasa kugunakan menjadikan ku terlihat lebih tua. TERHARU!!!
Selain itu, ingat juga saat sidang dulu beliau juga berpesan untuk melanjutkan kuliah. Namun sebelumnya beliau bertanya, apakah kamu masih ingin belajar? saat mendengar jawabanku “selalu ingin belajar”. saat itu beliau memberikan kalimat yang sangat menampar dan memaksaku meng IYA JUGA YA akan ungkapan itu.
S.T. hanya bermakna Sedikit Tau, bahkan bisa jadi lebih pada Sok Tau. Oleh karena itu kamu perlu selalu meningkatkan ilmu kamu dengan jenjang yang lebih tinggi.
Bahkan saat kamu mendapat gelar M.T. pun itu maknanya Mengertipun Tidak, karena pada dasarnya semakin kamu mendalami ilmu pengetahuan semakin kamu dibuat tidak mengerti oleh nya hingga kamu bisa sampai pada tahap puncaknya, karena disaat itulah kamu bisa belajar memaknai ketidak mengertian kamu dijenjang sebelumnya.
Terimakasih pak pelajaran hidup yang selalu menggugah semangat saya.
Padahal saat rabu malam lalu sudah berniat ingin sungkem dengan beliau via online, tapi saat itu beneran belum berani menghubunginya karena khawatir masih dalam perawatan yang intensif dan masih perlu istirahat yang cukup. Tapi kemarin kamis, sekitar pukur 3 sore. Seolah ada petir di tengah terik siang kota ini. Ada sebuah notifikasi dari satu grup yang menyampaikan akan berita duka yang jujur saja tak ingin membaca dan mempercayainya. Kalimat yang menunjukkan bahwa dosen pembimbing yang kuniatkan untuk sungkem tadi malem beneran sudah berisitirahat. Istirahat kali ini beneran istirahat. ga boleh diganggu!
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُو
Sekuat apapun aku ingin melawan kenyataan, namun sekuat itu pula rasa sakit pada hati tak kunjung reda. Bismillah, pagi ini beliau dimakamkan di Bandung dekat kediaman beliau, jalan purbaendah. Cisaranten.
Terkhusus teman dan sahabat muslim ku yang membaca ini, mohon titip Al Fatihah yah buat beliau. satu bacaan al fatihah kalian sangat berarti buat beliau. Terimakasih.
Selamat jalan pak, pembimbing terbaik saya. Hatur nuhun ilmu dan motivasinya.
10 April 2020
Kuat Tapi Laknat
Hanya memiliki tekat tanpa bakat,
Untuk menciptakan makanan lezat penuh barokat,
Padahal hanya berniat untuk menaikkan berat,
Ternyata bisa sambil berhemat,
Meski tidak sekelas chef hebat,
Tapi bolehlah sekelas bintang empat,
Jadi berniat mengundang pejabat tapi bukan untuk curhat
Sepertinya mantap ajak pak camat kerumah bersama bodigat
Agar urusan catat mencatat menjadi cepat tanpa ada cegat
sambil sajikan alpukat campur coklat bersama donat
Jika jabat bersama camat pelepas hasrat,
Alangkah rendahnya harkat di mata tuhan pemberi berkat,
Tak hanya pertanggungjawaban harkat namun juga martabat,
Akibat menjilat para pejabat yang membuat diri menjadi jahat