Singkat, padat. Jaga diri baik2 .
No title available
Fai_Ryy
No title available
ojovivo
hello vonnie

@theartofmadeline

Game Changer & Make Some Noise
The Stonewall Inn

pixel skylines

titsay
One Nice Bug Per Day

oozey mess
Show & Tell
taylor price

#extradirty
Color Me Curious
Not today Justin
Monterey Bay Aquarium
Phantogram Three
almost home
seen from Türkiye

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Colombia
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Bulgaria

seen from Indonesia
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@perempuanbermatacemerlang
Singkat, padat. Jaga diri baik2 .
Bahkan dikehidupan lain pun, takdir kita berbeda
"Untung istriku kamu"
Hah emang kenapa ?
"Kalau sama yang lain udah ngomel tiap hari"
Aku juga pengen ngomel, tp cape lah. Lagian kayaknya mending diketawain aja. Semua kehidupan rumah tangga pasti mengalami fase-fase gini.
Terus pelukan.
Kita tuh baik-baik aja. Gapapa. Ini pasti bisa kita lewatin.
Ternyata perlu waktu 6 tahun untuk menjadi biasa saja, tidak apa-apa. Sudah semestinya.
Alhamdulillah
Refleksi
Ternyata menjadi dewasa tidak semata karena usia.
Akhir-akhir ini aku merasa sulit diingatkan, enggan dikritik atau tak suka bila orang lain meluruskan hal-hal yang jelas salah kulakukan.
Ditambah misalnya dengan cara yang kurang menyenangkan, rasa-rasanya enggan aku hiraukan meskipun benar untuk dilakukan secara pemikiran.
Ternyata sebagai manusia kita (aku) tidak senang ketika orang mengkoreksi sikap, keputusan atau perilaku yang kita lakukan.
Kita lebih senang disanjung, dijunjung tinggi bukan kepalang, dipuji atas suatu pencapaian yang mungkin sebenarnya tidak harus diucapkan.
Kalimat " Masakanmu enak " lebih menyenangkan untuk didengar dibandingkan dengan "jangan main hp terus", "auratmu keliatan" atau "ayo solat, udah telat ini".
Konstruk atau tidak suatu kritik kadang kita sering reflektif bereaksi tidak menyenangkan.
Jadi bete, unmood, malas bertemu orang, banting piring, langsung update status, gak suka sama orangnya, pengen dengerin Bernadya aja bawaannya padahal gak relate juga, biar vibes sedihnya makin berasa aja. Hehehe
Padahal jangan-jangan yang dikatakan orang lain atas diri kita merupakan bentuk kasih sayang, bentuk perhatian, bentuk cinta, dan bentuk-bentuk positif lainnya, mungkin juga kita bukan tipe orang yang kalau dibilang baik-baik malah jangan-jangan gak introspeksi, malah input yang diberikan tidak dianggap serius. Nah loh !
Mungkin diingatkan dengan metode VOC kita malah jadi lebih merenung, menerima kesalahan, mengakui bahwa yang telah dilakukan atau diucapkan teh keliru, menyadari bahwa apa yang terjadi seharusnya tidak begitu. Siapa tahu mengingatkan metode rada sarkas jangan-jangan malah menjadi metode efektif buat kita.
Tapi kalau didepan umum kan jadi malu (nah kalo ini jangan ya dek ya)
Aku selalu percaya setiap diri kita selalu mau menjadi manusia lebih baik lagi setiap harinya.
Akhir-akhir ini ketika menerima kritik atau masukan yang aku lakukan adalah tidak langsung merespon, tapi berdiam diri, berpikir, lalu tentu saja terus melakukan upaya perbaikan ya tentu saja sambil terseok-seok kan tidak mudah dilakukan.
Menyadari diri bahwa kita adalah makhluk tidak sempurna, menyadari bahwa setiap kita berpotensi melakukan salah dan dosa (kalau ini kan jelas ya di Al-quran juga ada) menjadikan kita tidak selalu merasa paling baik atau lebih baik dari orang lain.
Lantas keikhlasan dan penerimaan harus dipaket dengan kelapangan hati dan luasnya perasaan, asli deh pasti lebih menyenangkan, menentramkan dan menenangkan kalo kata Aagym mah.
Selamat 29 tahun. Terimakasih doa baiknya ya 🖤
Ternyata hijrah tidak hanya tentang menemukan hal baru, tapi juga meninggalkan banyak hal lain dibelakang, yang terkadang rasanya yang lalu lebih mudah, aktual dan menyenangkan. Berita kali ah aktual wkwk
Boleh bingung ngga sama orang yang tidak mengutamakan solat dalam hidupnya ?
Kaya gimana ya mmm apa ya ..
Solat kan sesuatu yang wajib jadi kalau ada yang mengerjakan solat artinya ia mengerjakan kewajibannya.
Tapi kalau ketemu sama orang yang maaf ya, tidak solat tanpa alasan itu kan aneh banget. Masa sama kewajibannya aja dia lalai. Terus dia mau menyandarkan hidupnya kemana ? Ke siapa?
Gak cuman itu, gimana perasaannya sepanjang hari itu kalo ninggalin solat ? Apa gak merasa bersalah ? Apa gak takut gak ditolong sama Allah ?
Ya gitu aja sih. Hehe
Sebulan yang Lalu
Satu jam setelah anastesi spinal masuk ke vetebra lumbalis
Badanku gemetar hebat hilang daya
Suara suara yang meski jelas terdengar namun tetap tak tercerna dikepala
Tubuhku dipindahkan dari bed satu ke bed lainnya
Di distribusi dari ruang OK ke ruang rawat inap sebelumnya
Samar samar membuka mata, kulihat swam yang sudah siaga,
"Swam, dingin" kataku sambil tetap gemetar
Swam menaikkan selimut
"Swam, aku haus"
"Kamu jangan banyak bergerak, tinggal bilang aja aku bantu"
"Kamu udah lihat anaknya?"
" Udah, putih yang kayak kamu"
Aku tersenyum lega, bukan bukan karena kulitnya putih, tapi karena menyadari bahwa Allah telah memberikan kelancaran dalam segala urusan ini.
Terimakasih ya Allah, ampuni kami, peluk kami, rahmati kami, tunjukan kami cara menjadi orangtua yang baik.
"Swam haus" kataku kembali
Swam yang kelelahan sejak tadi ternyata sudah terlelap terlebih dahulu, malam itu aku kesulitan hanya untuk meraih air minum, anastesi lokal yang sudah hilang efeknya tiba-tiba membuat sakit pada setiap gerakan yang dilakukan.
Ah, ternyata tak hanya janji bulan madu yang palsu, kata-kata "Kamu jangan banyak bergerak, tinggal bilang aja aku bantu" malam itu juga palsu wkwk
Jika ada perempuan yang aku jadikan teladan dalam menjalani kehidupan aku sebut dua, Mamah dan Ibuk. Mamah , ibu kandung yang kekuatan sabar dan ikhlasnya juara satu sedunia, sedang Ibuk, kaka ipar mamah yang pekerja keras, tetap menunaikan kewajiban meski hak-haknya tak lagi terpenuhi. Kadang suka bingung Mamah sama Ibuk punya stok maaf dan sabar sebanyak apa, kelapangan hati seluas apa Jadi banyak pertanyaan bagaimana bisa bertahan dalam kondisi yang kian tidak nyaman dalam jangka waktu yang lama? Bagaimana mereka menerima lingkungan dengan berbagai bentuk penolakan, perubahan yang tidak berhenti, bahkan merasa tidak adil karena berjuang sendirian? atau bagaimana cara terbiasa menahan perasaan? tidak mengungkapkan? atau malah mengabaikan? Maka setiap ada hari-hari tidak beruntung dalam kehidupan, aku memikirkan mereka, bagaimana mereka bisa bertahan dan tetap dekat dengan tuhan.
SAKIT PINGGANG
Sudah sebulan ini pinggang sebelah kiri sakit luar biasa sampai susah rukuk pas lagi sholat, sakitnya kian bertambah jika setelah aktifitas duduk yang lama.
Asumsiku selama ini adalah lantaran komputer di rumah yang ngga ada kursinya, atau apa kursi kerja ku yang kurang ergonomis ? Ah ngga mungkin, kursi ini aku duduki 8 jam / Hari selama 3 tahun. Berulang kali aku lihat siklus PMS ku, bukan. Ini bukan waktunya PMS.
Bekerja di Rumah Sakit terbesar, tak sulit bertanya tentang kondisi yang sedang ku alami, alih-alih menjawab pertanyaan, mereka yang kutanyakan malah dominan menjawab dengan pertanyaan "suami dimana mba ?"
Ada seorang yang menjawab serius , "sepertinya myalgia mba , coba minum anti radang aja, sakit banget tah? Sakitnya menjalar sampai paha ngga ? Kalo keterusan hayu ke radiologi "
Eh ? Malah di ajak ke radiologi, ini kan cuma sakit pinggang. Terus entar orang orang radiologi tanya " keluhannya apa?" Kan gak lucu cuman jawab "sakit pinggang aja dok, udah sebulan" padahal belum pernah berupaya makan asam mefenamat atau pereda nyeri lainnya, malah ditempelin hansaplast koyo kalo malem biar bangunnya enak.
Tapi ternyata sakit pinggang bukan sembarang sakit pinggang (cakep), aku abai akan beberapa gejala lain seperti bermimpi aneh, pusing dipagi hari, makan ga se-rakus biasanya, dan gatal sekitar vulva.
Pagi ini tiba-tiba saja terbangun 2.17, kebelet pipis. Setengah lari ke kamar mandi sembari tangan mencari sesuatu yang kusimpan dilaci, ah gelap.
Barang yang dicari ketemu juga, pakai barang ini hafal diluar kepala. Aku menunggu sembari berwudhu. Belum satu menit sudah terlihat baik. Jelas !
Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah. Terimakasih, sekali lagi Terimakasih.
PERAWATAN
Semenjak pandemi, aku takut-takut scaling Terakhir discaling ditemenin sama Mas - Mas yang tiba-tiba hilang itu kayaknya, sekalian beliau melakukan perawatan kawat giginya. Selain scaling, perawatan yang tidak aku lakukan adalah facial, radiasi, rejuvenation dan perawatan kulit lainnya.
Tapi sudah 6 hari setiap malam aku terbangun Ada rasa gak nyaman di gusi sebelah kanan bagian bawah Seperti ada sekelompok pekerja yang gotong royong membuat lubang Karena makin hari makin gak nyaman, aku memutuskan melakukan pemeriksaan, lagi pula BPJS kelas 1 ini gak pernah aku manfaatkan sama sekali.
Hari rabu 10/11 aku mendaftarkan diri di Klinik Pratama Carolus, beruntung datang pagi aku masih mendapat kuota harian yang semenjak pandemi dibatasi menjadi 15 pasien / hari. ini masih jam 8, pelayanannya pasti baru mulai, aku memutuskan ke kantor dulu dan kembali setelah 2 jam. Dan ternyata tepat, saat aku kembali itu sudah giliranku.
Dokter gigi yang menggunakan APD lengkap bertanya ini itu, memeriksa gigiku, memintaku berkumur dengan povidone iodine, membersihkan gigiku, bertanya apakah sakitnya di gigi bagian ini atau bukan, anamnesa beberapa hal, kira-kiranya 15 menit dan selesai. "Mba, ini sudah sampai hampir sampai saraf, untung langsung kesini, kita perawatan 5 pertemuan ya" '5 Kali dok?' Aku memastikan, sebenarnya gigiku kenapa sampai harus perawatan 5 kali lagi batinku. Lagi pula aku merasa hidupku sehat dan makananku cukup gizinya. "Iya, 2 minggu kita cek lagi ya, setelah ini jangan makan selama 2 jam dulu biar obatnya bereaksi di giginya"
Aku meninggalkan klinik sambil terus membayangkan harus bulak balik klinik ini 5 kali lagi, jalanan menuju kantor aku hafal diluar kepala, jadi aku bisa berjalan tanpa harus fokus harus memutuskan lewat mana, karena klinik bersebelahan dengan Mcd, aku memutuskan kesana, sembari me-reward diri sendiri karena disituasi pandemi ini berani melakukan tindakan pemeriksaan gigi. Halah kebanyakan self reward (batinku) "Mba, paket 2 ayam gulai spicy ya, Take away"
Ya Allah tolong kasih sabar sebanyak-banyaknya, hati selapang-lapangnya dan taat seteguh-teguhnya
Sesekali
Sesekali aku ingin sekali berkata kasar Memaki orang, menyebutkan nama-nama binatang tepat didepan mukanya
Sesekali aku ingin sekali marah bertanya mengapa ia melakukannya, menyebutkan kesalahan-kesalahannya
Sesekali aku ingin sekali memukul menampar pipinya, kasarku, marahku dan pukulanku hanya akan menambah emosi buruk dalam diriku, tentu saja tidak baik untuk dilakukan. lagi pula pemikiran itu muncul tatkala aku menemui orang-orang tertentu yang tak bisa ku maafkan atas perbuatannya.
Sepahit apapun, semenyakitkan bagaimanapun Kau pernah berjanji untuk selalu menelannya sendiri Menangislah hingga sesakmu reda Marahlah , tak mengapa. dengan begitu, kau menyadari kau adalah manusia yang juga berperasa. Kau, tidak selalu harus memaksa diri dengan berusaha terus meluaskan hati, mendobrak batas itu lagi dan lagi. Sementara ia yang mengaku menyayangimu tak tahu air mata itu tak pernah reda hingga pagi tiba.
Aku tidak ingat ketika pertama kali melihatmu Aku tidak ingat kenapa kepalaku mengiyakan mimpi-mimpimu Aku tidak ingat mengapa aku akan merasa baik-baik saja setelah ini Aku meyakini bahwa kau akan menyakitiku dengan sebuah kemustahilan Andai saja aku mampu menyampaikan betapa ini sangat menyedihkan untukku
Kau terlalu repot-repot tanpa pernah melihat inginku Kau terlalu sibuk dengan dunia hebat yang menutumu Berkali-kali pergi dengan ketidak tegasan, tanpa perasaan Tanpa mengerti bahwa sebelumnya pernah menumbuhkan banyak impian Tapi hari ini hanya sebatas perkataan yang harus kutelan dengan keikhlasan
Jangan risau, Hahaha Aku terlalu berperasaan untuk membiarkanmu terluka Meskipun aku terbiasa melewati malam dengan tangisan yang tak berkesudahan hingga pagi menjelang Aku tidak tega membiarkanmu kesulitan Aku tetap membantumu meskti tidak pernah ada ucapan terimakasih atas berbagai hal yang kulakukan
Aku tahu kau pasti akan datang jika kau dalam kesulitan Sementara aku tak bisa mengandalkanmu untuk berbagai persoalan Kau punya aku untuk meredakan malam-malammu yang muram, hari-harimu yang terbenam Tapi sayangnya aku terlalu terbiasa merasakan hempasan sendirian Sampai ketidakhadiranmu menjadi normal dalam setiap kepedihan
Malam dimana kau membiarkanku tidur disampingmu Kau yang tiba-tiba menepi hanya untuk memberi kenyamanan dengan sedikit menyandarkan kursi dibalik kemudimu dengan maksud membuatku terlelap hingga tak terjaga hingga rumah berdua. Menurunkan volume musik yang sesekali lagunya kita nyanyikan berdua mengatur suhu AC dan meneruskan perjalanan tanpa menambah kecepatan
Aku selalu berdoa Allah memberimu keselamatan dan kebahagiaan, dihindarkan dari segala bentuk kesulitan dan kegelapan Maka jika kau berhasil dalam suatu urusan maka percayalah doaku terkabul disana (mungkin) 29 Januari 2021 11.36 pm
Dipagi kita sama-sama terbangun dan beraktifitas Mengerjakan rutinitas yang tidak pernah terasa cukup puas Aku mengingat pagi dimana duduk berdua merasakan udara berawan di Jakarta Sesekali melihat jalanan yang padat, sesekali memperhatikan langit menduga akankah hujan turun sederas seperti semalam Ditemani suara khas penyiar radio favorit yang bergantian memutarkan lagu-lagu yang terbaru Aku suka pagi ini, jalanan hari ini lancar Aku sedih jika kau marah karena padatnya jalanan, atau karena pengendara lain yang melanggar aturan. meskipun kau tau, aku akan selalu siap sedia mengusap pundakmu dan berkata “sabar”
Di pagi kita sama-sama terbangun dan beraktifitas Kau menyeruput kopi hitam tanpa gulamu Aku dengan 500 ml air putihku di tumbler berwarna merah muda yang ku beli dari salah satu mall besar di Ibu Kota
Di pagi kita sama-sama terbangun dan beraktifitas Samar samar ku lihat Al-Quran terbuka di meja kerjamu Kau tengah membacanya ? Apakah aku mengganggumu ? Ah maaf kan aku, lanjutkanlah .. kau membaca Al-kahfi bukan ? Bukankah itu belum sampai selesai ?
Di pagi kita sama-sama terbangun dan beraktifitas Ada rasa syukur terdalam yang tiba-tiba saja menghangatkan hati Hal terbaik dari manusia adalah menyembunyikan amal soleh sunahnya Di hari aku menemukanmu berdiri di mimbar itu, aku yakin aku tidak salah memilih seseorang Hal terbaik lainnya adalah janjimu tidak sekedar kata, tapi dituangkan lewat aksi nyata
Di pagi kita sama-sama terbangun dan beraktifitas i know its gloomy day, but its okey, i promise your day will always be bright.
MAGRIB DENGAN CINTA
Adzan magrib itu berkumandang Sejadah-sejadah digelar menyesuaikan dengan tempat yang tidak lebar Aku masih sibuk membalas pesan, namun mukena sudah dahulu kukenakan Swam sedari awal adzan sudah mengajakku untuk bergegas “yang ayo solat” “Sebentar,” Aku jawab sambil terus membalas pesan, ada pesan penting dari mamah yang belum aku jawab, ini tak akan memakan waktu pikirku. Swam telah berdiri diatas sejadah, aku telah selesai dengan kesibukan sebelumnya, seperti biasa kita berjamaah, diluar terdengar sayup-sayup iqomah dari mesjid-mesjid yang entah sebelah mana adanya.
Semenjak menjadi istri, hal terbaik yang selalu membuatku terharu adalah ketika berdoa bersama, penuh harap, banyak meminta, menyebut-nyebut bahwa kita telah berupaya maka hasilnya kami minta. Konon katanya, Allah menyukai hambanya yang banyak berharap, banyak meminta kepadanya tanpa mendua, tapi kita manusia malah sering tidak sadar dan lupa bahwa mendua tidak hanya dengan tuhan lainnya tapi tuhan-tuhan kecil disekitarnya.
Swam lirih berdoa, aku mengaminkan sambil terus juga memanjatkan doa-doa yang kupunya, doa magrib ini membuatku sedikit tersedu, swam berdoa lebih ikhlas dari biasa, lebih khusyu dari biasa, lebih penuh harap, aku berusaha menahan isak agar tak terdengar, menyandarkan badanku lebih erat ke pelukannya agar tak goyang-goyang, secara otomatis membuat bendungan agar tak ketahuan menangis meski diam.
Selesai berdoa Swam mencium keningku melihat mataku lalu menyadari sesuatu : “eh ko kamu nangis?” Aku refleks tersenyum lalu tertawa. Swam memelukku, aku balas memeluknya lebih erat Swam tentu memahamiku, dia paham betul bahwa sentuhan lebih bisa menyampaikan perasaaan dari sekedar perkataan Terimakasih swam, terimakasih sudah sesabar dan sekuat itu.