Something or Someone, I Called… Love.
Rencana tuhan itu memang indah, dulu entah kenapa ingin sekali nonton openmic dan memberanikan diri ikut menjajal materi dan berbagi sense of humor, ups terlalu teknis, maaf. :p
Datang sendiri pakaian serba hitam dan sudah seperti Korlap Wilayah. Duduk sendiri membaca materi. Penonton pun datang, makin sesak nafas mungkin efek gugup karena ini memang untuk pertama kalinya.
Datang saat itu, cewek itu. Kupersilahkan duduk setelah aku memindahkan tasku. Masih dengan keadaan diam aku mencoba menyibukkan diri, tapi rasa penasaranku terlalu besar. Aku pun memulai pembicaraan: “ikut openmic juga?”, “enggak, cuman nonton aja kok” sahut dia. Berbagai percakapan pun muncul setelah kita berkenalan. “Ai” namaya mungkin dari bahasa jepang.
Akhirnya, kami pun terpisah oleh waktu. Tapi waktu juga yang mempertemukan kami lagi.
“Apakah Dia ya Allah?” saat itu aku tidak mau berharap lebih.
Selang beberapa hari kemudian, aku di follow. Dan tab mentionku bertambah 1 mention.
Ntah kenapa aku saat itu ada rasa yang bergetar, tapi mungkin ya tak bisa diungkapkan seperti ini. Aku buka profile dia, tapi apa yang kutemukan jauh diluar ekpetasi aku. Dia sudah ada yang memiliki, iya a.k.a punya pacar.
Hmmmm…. Aku pun mencoba membiasakan dia, menggangap dia sebagai teman baru yang suka dengan standup comedy. Begitu banyak aku mention dia, mungkin ada modus jg, tp ya kenyataan saat itu dia jadi tidak mungkin.
Selang beberapa bulan, aku mulai jarang berinteraksi dengan dia. Aku memang sesekali kepo dulu, bagaimana dia dengan pasangan dia, tapi ya memang dia sedang baik-baik saja.
Suatu ketika pertengahan juni saat itu, aku me-retweet twit dari Ival.
Eh ntah kenapa dia malah nanyain datang apa ga.
Saat itu aku masih pikir-pikir dulu mau nonton lagi setelah lama tidak datang di acara openmic. Apalagi aku tak tau maksud dari pertanyaan dia, dia ngajak aku? Ato dia berniat hanya nonton saja? . Akhirnya aku pun berangkat dengan motor (yang sekarang aku sebut dengan motor kenangan)
Eh tunggu dulu, saat itu memang aku tidak tau rumah dia dimana. Alhasil sepanjang perjalanan di menuntun aku harus kemana. Dan ajaibnya itu Cuma lewat mention, bukan sms ata chat sekalipun.
Akupun sampai di rumahnya saat itu, dan kita pun jadi berangkat. Sampai di Veranda, busyeet rame banget dan itu membuat aku dan dia harus berdiri sepanjang acara.
Dan alhasil besoknya dia…
Dan itu awal, dan begitu mengalir sampai sekarang. Kita pergi bareng ke PKB, cari makan bareng ke Obrigado, dari tempat makan yang satu ke tempat makan yang lain. Dari tempat yang indah satu ke tempat indah yang lain.
Tuhan memberikan waktu yang tepat.
Dan kita sudah tiga yang ke duabelas. Ato sudah bisa disebut anniversary, bukannya memang anniversary itu hitung tahun bukan bulan.
Semoga ada ketiga yang ke tigabelas, keempatbelas, dan kelimabelas dan seterusnya, kamu juga mendoakan hal itu kan?
Terima kasih tuhan, aku menemukan cinta, menemukan yang namanya cinta. Cinta yang terakhir.
I Love You, Selamat Anniversary.








