Kepada Tuan yang nanti akan menjadi imamku, yang akan memiliki hatiku.. Siang tadi rasanya ku hadapi hariku dengan kurang bersemangat, Siang tadi rasanya seperti warna yang berpendar di sekitarku hanya abu-abu, (ini belum masuk keluhan kan, Tuan?) Jika iya maka aku malu mengeluh, karena lebih banyak yang harus aku syukuri bukan? Pun hari yang abu-abu harus aku syukuri karena aku telah melewati hari yang lebih berwarna sebelumnya bukan? . . Jika suatu saat nanti aku seperti ini lagi, maukah engkau mengajak piknik ke toko buku? . .










