"Honestly, it's when you're looking calm and cool like this that I fall in love with you the most."
— Andrea to Adjie, "A Very Yuppy Wedding"
Dulu, pertama kali baca novel ini, langsung terbayang pengen punya pasangan macam tokoh 'Adjie' di novel ini. Rajin beribadah, bertanggung jawab, kalem, penyayang keluarga, juga pekerja keras (ya... walau egois, keras kepala, dan posesif). Sampe-sampe, dulu pas bikin cerbung "Arina — Adjie", terinspirasi dari tokoh fiktif ini, bikin sosok 'Adjie' sesuai sama bayangan dan harapan ku. Hahahaha, baru ngeh, kok jadi berasa obsesi ya :)))
Jauh sebelum baca novel itu, aku udah mengenal sosok yang (bernama) sama, sahabat for more than 15 years, maybe? Kenal sejak zaman les pas SD (kami beda SD), sekolah bareng di SMP yang sama (well, ini drama panjang sih kalo diceritain prosesnya kenapa bisa satu sekolah), selalu pulang bareng, belajar bareng, main bareng, les bareng, yah... sedekat itu lah. Sempat ada drama juga sih sama temen se-gengnya hahahaha (ups...). Eh, lulus SMP, sempat hilang kontak aja gitu selama 6 tahun. Terakhir ketemu pas di Bandung, tahun 2012, pas sama-sama lagi jalan di sekitaran kampus ITB, cuma 'say hi' aja. Ga sempet minta nomor handphone atau pin bbm (pada zamannya). Baru ketemu lagi di tahun 2014, dia baru lulus kuliah banget, dan aku baru masuk dunia klinik tahap awal dan mau wisuda S1.
Wah, bukan main sih. Akhirnya bisa ngobrol-ngobrol lagi sama sahabat lama. Ngobrolnya ngalor ngidul, mengenang zaman les pas SD dan SMP dulu, bahas kejadian-kejadian lucu zaman sekolah, ngomongin gengnya, sampai akhirnya frontal nanya-nanya hal pribadi, yang membuat kami memutuskan untuk 'kembali mengenal satu sama lain'. Yesssss, nggak ketemu 6 tahun membuat kami 'lupa' sama karakter dan sifat satu sama lain. Padahal ngakunya sahabat, ye kan? Yaaaa, anggap nostalgia lah. 'Kenalan' lagi.
Trus sekarang udah sejauh apa 'kenalan'nya?
Udah sejauh iniiiiiii. Hehehe. Mohon do'anya ya semua! (Berasa ada yg baca ajeeee wkwkwk)
Alhamdulillah, se-senang itu bisa ketemu sosok 'Adjie' sesuai bayanganku. Sosok dengan karakter yang pas untuk orang macam aku. Beda dikit lah sama tokoh yang di novel, yang ini lebih kalem, easy-going, a good listener. Rupanya nggak jauh-jauh dari sahabat kecil. Cuma, belum sadar aja dan dipertemukan kembali di waktu yang tepat. Uhuy.
We're counting down the days! 😉